Javascript must be enabled to continue!
PEMBUATAN BIOBRIKET MODIFIKASI DARI LIMBAH PERTANIAN
View through CrossRef
Briket biomassa adalah alternatif yang menjanjikan untuk menggantikan bahan bakar fosil dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi bahan baku limbah pertanian terhadap nilai kadar air dan laju pembakaran. Dalam penelitian ini, tempurung kelapa, sabut kelapa dan ampas tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobriket. Metode pencampuran digunakan untuk menghasilkan biobriket biomassa dengan komposisi yang berbeda sehingga diperoleh pengaruh komposisi bahan baku terhadap kadar air dan laju pembakaran. Dengan variabel perbandingan arang tempurung kelapa dan sabut kelapa yaitu 15:15, 10:20, 20:10 kemudian variabel perbandingan arang tempurung kelapa dengan ampas tebu yaitu 15:15, 10:20, 20:10 dalam 10 gr perekat tepung tapioka pada masing-masing percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempurung kelapa, sabut kelapa dan ampas tebu dapat dijadikan sebagai bahan baku yang efektif untuk biobriket biomassa. Sehingga dapat berpotensi sebagai energi yang berkelanjutan. Pada Penelitian ini kualitas biobriket yang tinggi adalah nilai kadar air terendah dan nilai laju pembakaran yang tinggi terdapat pada percobaan ke- 2 dengan komposisi bahan baku tempurung kelapa dan sabut kelapa adalah 10 gram: 20 gram. Kemudian nilai kadar air sangat berpengaruh terhadap nilai laju pembakaran, semakin tinggi nilai kadar air, maka nilai laju pembakaran semakin rendah. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi briket dan mempertimbangkan aspek ekonomi serta dampak lingkungannya
Universitas Islam Indragiri
Title: PEMBUATAN BIOBRIKET MODIFIKASI DARI LIMBAH PERTANIAN
Description:
Briket biomassa adalah alternatif yang menjanjikan untuk menggantikan bahan bakar fosil dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
Pada penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi bahan baku limbah pertanian terhadap nilai kadar air dan laju pembakaran.
Dalam penelitian ini, tempurung kelapa, sabut kelapa dan ampas tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobriket.
Metode pencampuran digunakan untuk menghasilkan biobriket biomassa dengan komposisi yang berbeda sehingga diperoleh pengaruh komposisi bahan baku terhadap kadar air dan laju pembakaran.
Dengan variabel perbandingan arang tempurung kelapa dan sabut kelapa yaitu 15:15, 10:20, 20:10 kemudian variabel perbandingan arang tempurung kelapa dengan ampas tebu yaitu 15:15, 10:20, 20:10 dalam 10 gr perekat tepung tapioka pada masing-masing percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempurung kelapa, sabut kelapa dan ampas tebu dapat dijadikan sebagai bahan baku yang efektif untuk biobriket biomassa.
Sehingga dapat berpotensi sebagai energi yang berkelanjutan.
Pada Penelitian ini kualitas biobriket yang tinggi adalah nilai kadar air terendah dan nilai laju pembakaran yang tinggi terdapat pada percobaan ke- 2 dengan komposisi bahan baku tempurung kelapa dan sabut kelapa adalah 10 gram: 20 gram.
Kemudian nilai kadar air sangat berpengaruh terhadap nilai laju pembakaran, semakin tinggi nilai kadar air, maka nilai laju pembakaran semakin rendah.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi briket dan mempertimbangkan aspek ekonomi serta dampak lingkungannya.
Related Results
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIK BIOBRIKET DARI CAMPURAN TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG PALA
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIK BIOBRIKET DARI CAMPURAN TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG PALA
Biobriket dipandang sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan demikian, telah banyak dikembangkan biobriket dengan berbagai komposisi. Biobriket berupa arang yang dib...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
PENGARUH JENIS DAN KOMPOSISI BINDER TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM
PENGARUH JENIS DAN KOMPOSISI BINDER TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM
Berkurangnya ketersediaan bahan bakar minyak yang disertai dengan angka kenaikan konsumsi di lndonesia diperlukan adanya pembaharuan energi alternatif yang ramah lingkungan, salah ...
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR
Energi yang berasal dari biomassa misalnya limbah baglogyang selama ini dibuang atau tidak dimanfaatkan, merupakan limbah yang dapat dikonfersi menjadi sumber energi alternatif pen...
Pengaruh Suhu dan Jenis Perekat Terhadap Kualitas Biobriket dari Ampas Kopi dengan Metode Torefaksi
Pengaruh Suhu dan Jenis Perekat Terhadap Kualitas Biobriket dari Ampas Kopi dengan Metode Torefaksi
<p class="E-JOURNALAbstractBody">Penggunaan energi biomassa sebagai sumber energi alternatif terbarukan diupayakan untuk mengurangi emisi CO<sub>2</sub>. Ampas ko...

