Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH JENIS DAN KOMPOSISI BINDER TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM
View through CrossRef
Berkurangnya ketersediaan bahan bakar minyak yang disertai dengan angka kenaikan konsumsi di lndonesia diperlukan adanya pembaharuan energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya limbah biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan komposisi binder terhadap kualitas biobriket limbah baglog jamur tiram untuk memenuhi standar yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Metode penelitian ini menggunakan uji eksperimen dengan parameter nilai kalor serta pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik. Jenis binder yang digunakan adalah tapioka dan molase dengan komposisi masing-masing binder sebesar 15%, 25%, 35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kadar air paling rendah terdapat pada biobriket yang menggunakan jenis binder dari tepung tapioka dengan komposisi 15% yaitu sebesar 4,220%, (2) Biobriket dengan nilai.kalor tertinggi adalah biobriket yang menggunakan jenis binder dari tapioka dengan komposisi 15% yaitu sebesar 3.183 kal/g, (3) ada pengaruh signifikan antara jenis dan komposisi binder terhadap nilai kalor biobriket limbah baglog jamur tiram. Hasil pengujian parameter kadar air pada biobriket ini telah memenuhi standar mutu briket, sedangkan parameter nilai kalor belum memenuhi standar mutu briket.
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Title: PENGARUH JENIS DAN KOMPOSISI BINDER TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM
Description:
Berkurangnya ketersediaan bahan bakar minyak yang disertai dengan angka kenaikan konsumsi di lndonesia diperlukan adanya pembaharuan energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya limbah biomassa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan komposisi binder terhadap kualitas biobriket limbah baglog jamur tiram untuk memenuhi standar yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Metode penelitian ini menggunakan uji eksperimen dengan parameter nilai kalor serta pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik.
Jenis binder yang digunakan adalah tapioka dan molase dengan komposisi masing-masing binder sebesar 15%, 25%, 35%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kadar air paling rendah terdapat pada biobriket yang menggunakan jenis binder dari tepung tapioka dengan komposisi 15% yaitu sebesar 4,220%, (2) Biobriket dengan nilai.
kalor tertinggi adalah biobriket yang menggunakan jenis binder dari tapioka dengan komposisi 15% yaitu sebesar 3.
183 kal/g, (3) ada pengaruh signifikan antara jenis dan komposisi binder terhadap nilai kalor biobriket limbah baglog jamur tiram.
Hasil pengujian parameter kadar air pada biobriket ini telah memenuhi standar mutu briket, sedangkan parameter nilai kalor belum memenuhi standar mutu briket.
Related Results
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memiliki peluang bisnis cukup besar. Langgeng Kerso Jamur ialah salah satu usaha budidaya jamur tiram mili...
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR
Energi yang berasal dari biomassa misalnya limbah baglogyang selama ini dibuang atau tidak dimanfaatkan, merupakan limbah yang dapat dikonfersi menjadi sumber energi alternatif pen...
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
Desa Koto Agung Kecamatan Keliling Danau merupakan daerah pegunungan yang berhawa sejuk dengan curah hujan cukup tinggi. maka sangat mendukung sekaliĀ dalam membudidayakan jamur ti...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
Pengembangan Wirausaha Jamur Tiram sebagai Agbribisnis Prospekttif di Kampung TKI Desa Tanggulturus Kabupaten Tulungagung
Pengembangan Wirausaha Jamur Tiram sebagai Agbribisnis Prospekttif di Kampung TKI Desa Tanggulturus Kabupaten Tulungagung
Jamur tiram merupakan salah satu komoditas unggulan desa Tanggulturus. Tanggulturus dikenal sebagai desa TKI (Tenaga Kerja Indonesia) karena banyak warganya bekerja sebagai TKI. Il...
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran jamur tiram di Kota Mataram; (2) Mengetahui faktor internal dan eksternal usaha pemasaran jamur tiram di Kota Matar...
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
Budidaya jamur tiram di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, bisa menjadi alternatif untuk memberdayakan komunitas lokal untuk menjadi masyarakat yang lebih produktif serta seb...

