Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerjemahan Kalimat Scrambling Bahasa Jepang kedalam Bahasa Indonesia (Linguistik Terjemahan)

View through CrossRef
Kalimat scrambling merupakan satu fenomena struktur bahasa Jepang yang jarang diajarkan kepada mahasiswa di tingkat bawah sampai menengah. Berdasarkan distribusi komponennya fungsi, kalimat ini dapat dicirikan dalam model tertentu. Kalimat  S Scrambling misalnya menempatkan posisi frase verbanya di depan subjek, M Scrambling  mengacak posisi awal kalimat menjadi posisi akhir dan sebaliknya. Sementara kalimat model L Scrambling mengacak komponen tertentu melintasi batasan klausa. Kalimat-kalimat ini menjadi objek Bsu (bahasa sumber) Jepang yang dialihkan ke dalam bahasa Indonesia. Melalui angket data terjemahan scrambling di analisis berdasarkan struktur fungsi, kategori, dan, peran semantisnya. Didapati, bahwa ada kecenderungan responden mengalami kesulitan menerjemahkan kalimat L Scrambling dibanding model lainnya. Kalimat L Scrambling tidak mudah dikembalikan ke posisi baku kalimat bahasa Jepang sehingga mahasiswa menghadapi kesulitan melakukan terjemahan yang berterima. Kategori pengisi fungsi kalimat M dan S Srambling mendapat padanan Bsa Indonesia yang berfariasi. Misalnya ???????menjadi tiga atau dua komponen, unit translasi 'kakak perempuan'  dan 'kakak perempuan saya' dengan kecenderugan pola 'y : a, y', b'. Struktur fungsi semua kalimat data terjemahan  scrambling berubah dari  fungsi scrambling  'Pelengkap-Subjek-Adjektiva', menjadi fungsi baku 'S-Pel-P'. Sebagian data memperlihatkan adanya struktur acak yang sangat kacau. Sehingga tanpa acuan tertentu, kalimat diterjemahkan dengan asal dan menghasilkan beberapa kalimat yang eror.    
Title: Penerjemahan Kalimat Scrambling Bahasa Jepang kedalam Bahasa Indonesia (Linguistik Terjemahan)
Description:
Kalimat scrambling merupakan satu fenomena struktur bahasa Jepang yang jarang diajarkan kepada mahasiswa di tingkat bawah sampai menengah.
Berdasarkan distribusi komponennya fungsi, kalimat ini dapat dicirikan dalam model tertentu.
Kalimat  S Scrambling misalnya menempatkan posisi frase verbanya di depan subjek, M Scrambling  mengacak posisi awal kalimat menjadi posisi akhir dan sebaliknya.
Sementara kalimat model L Scrambling mengacak komponen tertentu melintasi batasan klausa.
Kalimat-kalimat ini menjadi objek Bsu (bahasa sumber) Jepang yang dialihkan ke dalam bahasa Indonesia.
Melalui angket data terjemahan scrambling di analisis berdasarkan struktur fungsi, kategori, dan, peran semantisnya.
Didapati, bahwa ada kecenderungan responden mengalami kesulitan menerjemahkan kalimat L Scrambling dibanding model lainnya.
Kalimat L Scrambling tidak mudah dikembalikan ke posisi baku kalimat bahasa Jepang sehingga mahasiswa menghadapi kesulitan melakukan terjemahan yang berterima.
Kategori pengisi fungsi kalimat M dan S Srambling mendapat padanan Bsa Indonesia yang berfariasi.
Misalnya ???????menjadi tiga atau dua komponen, unit translasi 'kakak perempuan'  dan 'kakak perempuan saya' dengan kecenderugan pola 'y : a, y', b'.
Struktur fungsi semua kalimat data terjemahan  scrambling berubah dari  fungsi scrambling  'Pelengkap-Subjek-Adjektiva', menjadi fungsi baku 'S-Pel-P'.
Sebagian data memperlihatkan adanya struktur acak yang sangat kacau.
Sehingga tanpa acuan tertentu, kalimat diterjemahkan dengan asal dan menghasilkan beberapa kalimat yang eror.
   .

Related Results

Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
 هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط  و أنواع جمل اللغة العربية  و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kehadiran linguistik korpus telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai penelitian yang mengkaji bahasa, tak terkecuali kajian penerjemahan. Dampak dari linguistik ko...
PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON
PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON
Abstrak Bidang penerjemahan pada era globalisasi ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dikuasai. Melalui penguasaan teori penerjemahan berbagai kajian terjem...
Analisis Metode Penerjemahan Subtitle Film Animasi White Snake
Analisis Metode Penerjemahan Subtitle Film Animasi White Snake
Terjemahan adalah mentransfer arti atau makna dari satu bahasa ke bahasa lain. Namun makna yang disampaikan tidak boleh melenceng agar terjemahannya dapat dipahami dan berterima. D...
Penerjemahan Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya: Sebuah Kajian Penerjemahan Teatrikal
Penerjemahan Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya: Sebuah Kajian Penerjemahan Teatrikal
Kajian penerjemahan terapan memberikan peluang kolaborasi antara ilmu penerjemahan dan disiplin ilmu lain. Kolaborasi kajian penerjemahan dan ilmu sastra, khususnya teaterologi, me...
HUBUNGAN KOMPETENSI PENERJEMAH DAN KUALITAS TERJEMAHAN
HUBUNGAN KOMPETENSI PENERJEMAH DAN KUALITAS TERJEMAHAN
Abstrak Kompetensi penerjemahan merupakan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penerjemah untuk menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang baik. Kompetensi penerjemahan ...
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
KAITAN BUNSETSU DAN FRASA POSPOSISI SUBJEK-OBJEK DALAM BAHASA JEPANG
KAITAN BUNSETSU DAN FRASA POSPOSISI SUBJEK-OBJEK DALAM BAHASA JEPANG
Kalimat dibentuk oleh berbagai satuan kalimat (satuan gramatikal) dari satuan terkecil yaitu kata sampai satuan terbesar yaitu kalimat itu sendiri. Pada umumnya satuan gramatikal s...

Back to Top