Javascript must be enabled to continue!
Dinamika Relasi antara Pekerja Sosial dan Klien dalam Tahapan Pendampingan Asesmen Awal
View through CrossRef
Dinamika relasi antara pekerja sosial dan klien dalam tahapan pendampingan asesmen awal merupakan aspek kritis dalam praktik pekerjaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi, tantangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi hubungan profesional antara pekerja sosial dan klien selama proses asesmen awal. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sehingga mengidentifikasi bahwa asesmen awal tidak hanya bersifat teknis tetapi juga melibatkan dimensi relasional yang kompleks. Keberhasilan asesmen sangat dipengaruhi oleh kemampuan pekerja sosial dalam membangun kepercayaan, komunikasi efektif, serta sensitivitas terhadap kebutuhan dan konteks sosial klien. Di sisi lain, faktor seperti bias profesional, keterbatasan waktu, dan hambatan struktural dapat menghambat dinamika relasi yang optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach) dan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan klien, sehingga asesmen menjadi lebih holistik dan akurat. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pekerja sosial dalam keterampilan interpersonal serta pengembangan kebijakan pendampingan yang berorientasi pada hak dan kebutuhan klien. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami kompleksitas relasi pekerja sosial-klien sekaligus rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas asesmen awal dalam intervensi pekerjaan sosial.
Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)
Title: Dinamika Relasi antara Pekerja Sosial dan Klien dalam Tahapan Pendampingan Asesmen Awal
Description:
Dinamika relasi antara pekerja sosial dan klien dalam tahapan pendampingan asesmen awal merupakan aspek kritis dalam praktik pekerjaan sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi, tantangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi hubungan profesional antara pekerja sosial dan klien selama proses asesmen awal.
Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sehingga mengidentifikasi bahwa asesmen awal tidak hanya bersifat teknis tetapi juga melibatkan dimensi relasional yang kompleks.
Keberhasilan asesmen sangat dipengaruhi oleh kemampuan pekerja sosial dalam membangun kepercayaan, komunikasi efektif, serta sensitivitas terhadap kebutuhan dan konteks sosial klien.
Di sisi lain, faktor seperti bias profesional, keterbatasan waktu, dan hambatan struktural dapat menghambat dinamika relasi yang optimal.
Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach) dan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan klien, sehingga asesmen menjadi lebih holistik dan akurat.
Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pekerja sosial dalam keterampilan interpersonal serta pengembangan kebijakan pendampingan yang berorientasi pada hak dan kebutuhan klien.
Studi ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami kompleksitas relasi pekerja sosial-klien sekaligus rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas asesmen awal dalam intervensi pekerjaan sosial.
Related Results
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kedudukan Asesmen Bagi Konselor Profesional
Kedudukan Asesmen Bagi Konselor Profesional
ABSTRAKKEDUDUKAN ASESMEN BAGI KONSELOR PROFESIONAL Oleh: Drs. Yusri, M.Pd., Kons.Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri PadangAsesmen bagi konselor bimbingan dan konse...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
Latar Belakang : Praktik bimbingan kemasyarakatan makro berfokus pada pelayanan sosial komunitas dan analisis kebijakan reintegrasi sosial dengan pendekatan ekologi. Hal ini bertuj...
Nilai dan Etika Pekerja Sosial dalam Proses Pertolongan: Analisis Penerapan dan Dilema Etis
Nilai dan Etika Pekerja Sosial dalam Proses Pertolongan: Analisis Penerapan dan Dilema Etis
Penerapan nilai dan etika pekerja sosial sangat penting dalam keberhasilan proses pertolongan. Namun, proses pertolongan dalam pemberian layanan sosial masa kini cukup dinamis kare...
Studi Korelasi Kecemasan Dan Konsep Diri Pada Klien Pemasyarakatan
Studi Korelasi Kecemasan Dan Konsep Diri Pada Klien Pemasyarakatan
Abstrak
Latar Belakang: Persepsi sosial masyarakat terhadap narapidana (klien pemasyarakatan) cenderung negatif. Tidak hanya masyarakat, klien pemasyarakatan sendiri memiliki k...

