Javascript must be enabled to continue!
Kedudukan Asesmen Bagi Konselor Profesional
View through CrossRef
ABSTRAKKEDUDUKAN ASESMEN BAGI KONSELOR PROFESIONAL Oleh: Drs. Yusri, M.Pd., Kons.Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri PadangAsesmen bagi konselor bimbingan dan konseling sebagai jabatan profesional merupakan alat kerja untuk mengukur dan mengungkapkan data, keterangan dan kebutuhan siswa dalam rangka memberikan layanan konseling. Jenis asesmen dalam konseling melalui 2(dua) bentuk atau teknik yaitu asesemen tes dan non-tes. Konselor professional diharapkan mampu mengenal, memilih,membuat/merancang, melaksanakan, dan menggunakan hasil asesmen untuk kepentingan konseling. Konselor bekerja tanpa melakukan pengukuran sebelum memberikan bantuan atau konseling dimungkinkan hasil konseling tidak sesuai dengan masalah atau kebutuhan siswa sehingga masalah siswa sebagai klien tidak terentaskan dengan baik. Penyusunan program kerja Bimbingan dan Konseling (BK) didasarkan analisis kebutuhan dari hasil asesmen, asesmen adalah suatu alat yang mampu menyumbangkan data awal dalam mengungkapkan potensi, kemampuan dan kemungkinan permasalahan siswa.Tulisan ini membahas pentingnya konselor profesional menguasai memilih, membuat,melaksanakan, mengolah, menafsirkan dan mengunakan hasil asesmen sebagai alat bekerja bagi konselor professional di lapangan baik sekolah maupun luar sekolah. Pembahasan mengkaji tentang kedudukan asesmen dalam pelaksanaan pekerjaan konselor profesional meliputi: (1). Kedudukan asesmen dalam penyusunan program kerja bimbingan dan konseling (2). Kedudukan asesmen dalam pemahaman diri siswa (3) Kedudukan asesmen dalam penetapan layanan bimbingan dan konseling. dan (4) Kedudukan asesmen dalam peminatan siswa pada kurikulum 2013.Jelas bahwa kedudukan asesmen bagi konselor adalah hal sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah sebagai alat ukur untuk memahami siswa, penyusunan dan pelaksanaan program kerja, dan melakukan evaluasi sehingga diharapkan siswa mendapat layanan professional guna pengembangan kearah perkembangan yangoptimal.
Title: Kedudukan Asesmen Bagi Konselor Profesional
Description:
ABSTRAKKEDUDUKAN ASESMEN BAGI KONSELOR PROFESIONAL Oleh: Drs.
Yusri, M.
Pd.
, Kons.
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri PadangAsesmen bagi konselor bimbingan dan konseling sebagai jabatan profesional merupakan alat kerja untuk mengukur dan mengungkapkan data, keterangan dan kebutuhan siswa dalam rangka memberikan layanan konseling.
Jenis asesmen dalam konseling melalui 2(dua) bentuk atau teknik yaitu asesemen tes dan non-tes.
Konselor professional diharapkan mampu mengenal, memilih,membuat/merancang, melaksanakan, dan menggunakan hasil asesmen untuk kepentingan konseling.
Konselor bekerja tanpa melakukan pengukuran sebelum memberikan bantuan atau konseling dimungkinkan hasil konseling tidak sesuai dengan masalah atau kebutuhan siswa sehingga masalah siswa sebagai klien tidak terentaskan dengan baik.
Penyusunan program kerja Bimbingan dan Konseling (BK) didasarkan analisis kebutuhan dari hasil asesmen, asesmen adalah suatu alat yang mampu menyumbangkan data awal dalam mengungkapkan potensi, kemampuan dan kemungkinan permasalahan siswa.
Tulisan ini membahas pentingnya konselor profesional menguasai memilih, membuat,melaksanakan, mengolah, menafsirkan dan mengunakan hasil asesmen sebagai alat bekerja bagi konselor professional di lapangan baik sekolah maupun luar sekolah.
Pembahasan mengkaji tentang kedudukan asesmen dalam pelaksanaan pekerjaan konselor profesional meliputi: (1).
Kedudukan asesmen dalam penyusunan program kerja bimbingan dan konseling (2).
Kedudukan asesmen dalam pemahaman diri siswa (3) Kedudukan asesmen dalam penetapan layanan bimbingan dan konseling.
dan (4) Kedudukan asesmen dalam peminatan siswa pada kurikulum 2013.
Jelas bahwa kedudukan asesmen bagi konselor adalah hal sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah sebagai alat ukur untuk memahami siswa, penyusunan dan pelaksanaan program kerja, dan melakukan evaluasi sehingga diharapkan siswa mendapat layanan professional guna pengembangan kearah perkembangan yangoptimal.
Related Results
Bagaimana Dampak Burnout pada Kinerja Konselor: Ditinjau dari Kode Etik Profesi
Bagaimana Dampak Burnout pada Kinerja Konselor: Ditinjau dari Kode Etik Profesi
Profesi sebagai seorang konselor memiliki tanggung jawab serta tuntutan pekerjaan yang menuntut untuk tetap selalu profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Banyaknya tuntutan pe...
Pengembangan Prototipe Instrumen Asesmen Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa
Pengembangan Prototipe Instrumen Asesmen Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap prototipe asesmen kemampuan membaca permulaan secara tepat bagi siswa tunag...
Memorias de la Jornada de Investigación en Derecho y Ciencias Forenses
Memorias de la Jornada de Investigación en Derecho y Ciencias Forenses
Aplicación de la licencia de luto, según la Ley 1280 de 2009 en el Ordenamiento Jurídico Colombiano de Cara a las Relaciones Individuales de Trabajo
Luisa Fernanda Tr...
Manusia Sebagai Konselor Dan Sasaran Konseling Pendidikan
Manusia Sebagai Konselor Dan Sasaran Konseling Pendidikan
Kajian ini menjelaskan tentang manusia sebagai konselor dan sasaran konseling. Konseling merupakan salah satu disiplin ilmu yang berkaitan erat dengan pendidikan. Dalam konteks pen...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
PENYUSUNAN MODUL ASESMEN PEMBELAJARAN SEJARAH: PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU
PENYUSUNAN MODUL ASESMEN PEMBELAJARAN SEJARAH: PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU
Salah satu karakteristik utama dalam pembelajaran paradigma baru kurikulum merdeka belajar ini adalah mengacu pada pembelajaran yang terpusat pada siswa. Pada pembelaran paradigma ...
Supervisi Bimbingan dan Konseling dalam Peningkatan Pengembangan Profesional Konselor
Supervisi Bimbingan dan Konseling dalam Peningkatan Pengembangan Profesional Konselor
Sebagai tenaga profesional yang memegang peranan penting dalam pembinaan peserta didik, konselor sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dan terus meningkatkan mutu...
Etika Asesmen Dalam Bimbingan dan Konseling: Pilar Profesionalisme Konselor
Etika Asesmen Dalam Bimbingan dan Konseling: Pilar Profesionalisme Konselor
Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya penerapan etika dalam asesmen pada layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam konteks pendidikan. Asesmen merupak...

