Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bagaimana Dampak Burnout pada Kinerja Konselor: Ditinjau dari Kode Etik Profesi

View through CrossRef
Profesi sebagai seorang konselor memiliki tanggung jawab serta tuntutan pekerjaan yang menuntut untuk tetap selalu profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Banyaknya tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan oleh konselor menjadi penyebab terjadinya burnout sehingga dapat berdampak pada kinerja konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab burnout pada konselor dan dampak yang ditimbulkan dari kinerja konselor pada saat menjalankan pekerjaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang sistematik(SLR) dengan menyajikan beberapa hasil penelitian terdahulu yang berasal dari artikel jurnal di Google Scholar sehingga diperoleh lima penelitian terdahulu yang relevan. Berdasarkan dari lima penelitian terdahulu yang ditemukan menunjukkan bahwa konselor rentan mengalami burnout karena adanya faktor tuntutan pekerjaan yang berkaitan dengan masalah-masalah konseli yang berbeda dan kurangnya dukungan sosial. Konselor yang mengalami burnout ditandai dengan merasakan kelelahan secara emosional kemudian mengalami tahap depersonalisasi dan pada tahap terakhir ditandai dengan penghargaan yang lebih rendah terhadap diri sendiri. Dampak kelelahanpada kinerja konselor dari beberapa penelitian terdahulu menunjukan adanya penurunan bahkan konselor menjadi tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada konseli. Hal tersebut menjadi tidak sesuai dengan kode etik profesi mengenai prinsip profesionalitas yang harus dimiliki oleh konselor dalam menjalankan pekerjaannya dengan menghormati dan memberikan pelayanan terbaik bagi konseli.
Title: Bagaimana Dampak Burnout pada Kinerja Konselor: Ditinjau dari Kode Etik Profesi
Description:
Profesi sebagai seorang konselor memiliki tanggung jawab serta tuntutan pekerjaan yang menuntut untuk tetap selalu profesional dalam menjalankan pekerjaannya.
Banyaknya tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan oleh konselor menjadi penyebab terjadinya burnout sehingga dapat berdampak pada kinerja konselor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab burnout pada konselor dan dampak yang ditimbulkan dari kinerja konselor pada saat menjalankan pekerjaannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang sistematik(SLR) dengan menyajikan beberapa hasil penelitian terdahulu yang berasal dari artikel jurnal di Google Scholar sehingga diperoleh lima penelitian terdahulu yang relevan.
Berdasarkan dari lima penelitian terdahulu yang ditemukan menunjukkan bahwa konselor rentan mengalami burnout karena adanya faktor tuntutan pekerjaan yang berkaitan dengan masalah-masalah konseli yang berbeda dan kurangnya dukungan sosial.
Konselor yang mengalami burnout ditandai dengan merasakan kelelahan secara emosional kemudian mengalami tahap depersonalisasi dan pada tahap terakhir ditandai dengan penghargaan yang lebih rendah terhadap diri sendiri.
Dampak kelelahanpada kinerja konselor dari beberapa penelitian terdahulu menunjukan adanya penurunan bahkan konselor menjadi tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada konseli.
Hal tersebut menjadi tidak sesuai dengan kode etik profesi mengenai prinsip profesionalitas yang harus dimiliki oleh konselor dalam menjalankan pekerjaannya dengan menghormati dan memberikan pelayanan terbaik bagi konseli.

Related Results

KODE ETIK SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN PROFESI HUKUM YANG BAIK
KODE ETIK SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN PROFESI HUKUM YANG BAIK
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sejalan dengan ketentuan tersebut maka prinsip-prinsip penting negara hukum...
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini.Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas ...
Urgensi Dewan Kehormatan Notaris Dalam Penegakan Kode Etik Notaris Di Kabupaten Pati
Urgensi Dewan Kehormatan Notaris Dalam Penegakan Kode Etik Notaris Di Kabupaten Pati
ABSTRAKSuatu pekerjaan atau profesi yang dalam melaksanakan kewenangannya memerlukan etika. Kode etik yang dijadikan sebagai suatu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jela...
Persepsi Gender terhadap Kode Etik Propesi Hukum Kajian Sosiologi
Persepsi Gender terhadap Kode Etik Propesi Hukum Kajian Sosiologi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi gender terhadap kode etik profesi hukum dari perspektif sosiologis. Kode etik profesi hukum merupakan pedoman yang harus diikut...
LITERATUR RIVIEW: IMPLEMENTASI KODE ETIK PROFESI ADVOKAT DI INDONESIA
LITERATUR RIVIEW: IMPLEMENTASI KODE ETIK PROFESI ADVOKAT DI INDONESIA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan strategi mengatasi masalah penerapan kode etik advokat, mengidentifikasi perspektif yang berbeda terkait isu ini, serta mengungkapkan t...
PENERAPAN KODE ETIK TERHADAP PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA
PENERAPAN KODE ETIK TERHADAP PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kode etik pada profesi akuntan di Indonesia, terdiri atas pengaruh kode etik danĀ  penerapan kode etik pada profesi akuntansi di Indonesia....
Clinical Wellness and Burnout in Perioperative Medicine: A Contemporary Review (Preprint)
Clinical Wellness and Burnout in Perioperative Medicine: A Contemporary Review (Preprint)
UNSTRUCTURED Clinical Wellness and Burnout in Perioperative Medicine: A Contemporary Review* *Abstract* Burnout syndrome, which is marked by emotional ...

Back to Top