Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA

View through CrossRef
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablon
Jurnal Teknologika, Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
Title: MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Description:
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja.
Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.
  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.
Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja.
Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.
  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.
Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja.
Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.
  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.
Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja.
Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.
  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.
Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja.
Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.
  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.
Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablon.

Related Results

KOMODIFIKASI TEKNIK CETAK SARING DI KAMPUNG WEDI, KLATEN
KOMODIFIKASI TEKNIK CETAK SARING DI KAMPUNG WEDI, KLATEN
The active use of screen printing techniques by industry sectors encourages this technique to be developed both in the use of tools or materials. It is undeniable that the use of s...
Meningkatkan Kreativitas Usaha Sablon Baju DTF
Meningkatkan Kreativitas Usaha Sablon Baju DTF
Teknik cetak sablon pada kaus yang paling banyak digunakan saat ini adalah direct to film (DTF). Kaus sablon dapat menjadi sarana untuk membagikan identitas, pengetahuan, dan buday...
PEMBENTUKAN USAHA KELOMPOK PEMBUATAN BISNIS SABLON KAOS ROHANI KEKINIAN
PEMBENTUKAN USAHA KELOMPOK PEMBUATAN BISNIS SABLON KAOS ROHANI KEKINIAN
Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk membentuk kelompok usaha pembuatan Bisnis Sablon Kaos Rohani Kekinian dan memasarkannya secara digital marketing (facebook).kelompok potensi...
IMPLEMENTASI METODE RASIONAL GUNA MERANCANG ALAT PENGERING SABLON OTOMATIS
IMPLEMENTASI METODE RASIONAL GUNA MERANCANG ALAT PENGERING SABLON OTOMATIS
Pada UMKM proses produksi menjadi elemen penting yang harus diperhatikan. Dalam proses produksinya masih menggunakan alat manual. UD. Riski Agung merupakan usaha yang bergerak di b...
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Akreditasi merupakan sebuah bentuk penilaian mutu dan kelayakan terhadap institusi perguruan tinggi yang dilakukan oleh organisasi diluar perguruan tinggi. Akreditasi merupakan sal...
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
Globalisasi mengharuskan kualitas yang tinggi yang diharapkan oleh para pelanggan, karena itu merupakan tolok ukur dalam mempertahankan kesetiaan pelanggan. Disisi lain untuk mempe...
Perancangan Sistem Penjadwalan Produksi Kaos Sablon Dengan Metode Earliest Due Date Pada Usaha Konveksi Nolabel Sablon Langsa
Perancangan Sistem Penjadwalan Produksi Kaos Sablon Dengan Metode Earliest Due Date Pada Usaha Konveksi Nolabel Sablon Langsa
Usaha Konveksi Nolabel Sablon Langsa beralamat di Gampong Paya Bujok Seuleumak Kota Langsa, merupakan usaha screen printing yang bergerak pada bidang kaos sablon yang dibuat menuru...
Simulasi Perbaikan Tata Letak Lantai Produksi Untuk Meningkatkan Output Produksi Tas pada PT. TIJ
Simulasi Perbaikan Tata Letak Lantai Produksi Untuk Meningkatkan Output Produksi Tas pada PT. TIJ
Intisari— PT. TIJ adalah perusahaan yang memproduksi tas wanita. Salah satu hasil produksi dengan permintaan yang tinggi adalah tas yang dipasarkan dengan merk jual LC. Permasalaha...

Back to Top