Javascript must be enabled to continue!
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
View through CrossRef
Latar Belakang : Praktik bimbingan kemasyarakatan makro berfokus pada pelayanan sosial komunitas dan analisis kebijakan reintegrasi sosial dengan pendekatan ekologi. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemulihan klien pemasyarakatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keluarga klien di desa maupun institusi pemasyarakatan. Pendekatan ini juga mengarahkan taruna agar mampu memberdayakan komunitas, mengenali permasalahan sosial, dan mendorong inisiatif dalam merencanakan serta melaksanakan perubahan sosial yang berdampak positif bagi komunitas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan praktik bimbingan kemasyarakatan melalui program "BADIKLAT" (Bapas Hadir Lebih Dekat), yang berfokus pada pembimbingan klien pemasyarakatan serta pengenalan peran Balai Pemasyarakatan kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai reintegrasi sosial serta mengurangi tingkat residivisme klien pemasyarakatan.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research. Kegiatan dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 44 hari di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan : Pelaksanaan kegiatan melibatkan inisiasi sosial, pengorganisasian sosial, asesmen komunitas, dan asesmen kebijakan reintegrasi sosial. Program "BADIKLAT" berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas dan fungsi Bapas serta peran mereka dalam membimbing klien pemasyarakatan. Evaluasi menunjukkan bahwa melalui program ini, masyarakat lebih menerima mantan narapidana serta memahami konsekuensi hukum dari tindak pidana. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara Bapas dengan komunitas lokal dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien.
Kesimpulan : Program "BADIKLAT" terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait reintegrasi sosial klien pemasyarakatan dan peran Bapas. Inisiatif ini memberikan kontribusi positif dalam mengurangi stigma terhadap mantan narapidana serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Bapas dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan aman.
CV. Central Publisher
Title: “BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
Description:
Latar Belakang : Praktik bimbingan kemasyarakatan makro berfokus pada pelayanan sosial komunitas dan analisis kebijakan reintegrasi sosial dengan pendekatan ekologi.
Hal ini bertujuan untuk mendukung pemulihan klien pemasyarakatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keluarga klien di desa maupun institusi pemasyarakatan.
Pendekatan ini juga mengarahkan taruna agar mampu memberdayakan komunitas, mengenali permasalahan sosial, dan mendorong inisiatif dalam merencanakan serta melaksanakan perubahan sosial yang berdampak positif bagi komunitas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan praktik bimbingan kemasyarakatan melalui program "BADIKLAT" (Bapas Hadir Lebih Dekat), yang berfokus pada pembimbingan klien pemasyarakatan serta pengenalan peran Balai Pemasyarakatan kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai reintegrasi sosial serta mengurangi tingkat residivisme klien pemasyarakatan.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research.
Kegiatan dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 44 hari di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta.
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan : Pelaksanaan kegiatan melibatkan inisiasi sosial, pengorganisasian sosial, asesmen komunitas, dan asesmen kebijakan reintegrasi sosial.
Program "BADIKLAT" berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas dan fungsi Bapas serta peran mereka dalam membimbing klien pemasyarakatan.
Evaluasi menunjukkan bahwa melalui program ini, masyarakat lebih menerima mantan narapidana serta memahami konsekuensi hukum dari tindak pidana.
Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara Bapas dengan komunitas lokal dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien.
Kesimpulan : Program "BADIKLAT" terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait reintegrasi sosial klien pemasyarakatan dan peran Bapas.
Inisiatif ini memberikan kontribusi positif dalam mengurangi stigma terhadap mantan narapidana serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Bapas dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan aman.
Related Results
SOSIALISASI TUGAS DAN FUNGSI BAPAS SERTA PROGRAM INTEGRASI SOSIAL DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
SOSIALISASI TUGAS DAN FUNGSI BAPAS SERTA PROGRAM INTEGRASI SOSIAL DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang : Kegiatan "Sharing Knowledge" dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta program integrasi sosial bagi klien pemasya...
Peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas II Kupang dalam Melaksanakan Bimbingan dan Pembinaan Bagi Anak yang Berkonflik dengan Hukum
Peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas II Kupang dalam Melaksanakan Bimbingan dan Pembinaan Bagi Anak yang Berkonflik dengan Hukum
This research analyzes the role of the Kupang Class II Correctional Center (BAPAS) in guiding and developing children in conflict with the law. Using an empirical legal method, the...
PENGAWASAN TERHADAP SYARAT UMUM DAN KHUSUS DALAM PELAKSANAAN PIDANA BERSYARAT
PENGAWASAN TERHADAP SYARAT UMUM DAN KHUSUS DALAM PELAKSANAAN PIDANA BERSYARAT
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong><em></em></p><p><em>The probation is an alternative conditional inde...
APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS): STUDI KASUS BAPAS KELAS I SURABAYA
APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS): STUDI KASUS BAPAS KELAS I SURABAYA
Latar Belakang : Balai Pemasyarakatan (Bapas) merupakan institusi penting dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia yang bertugas membimbing dan mengawasi klien pemasyarakatan di lu...
PENJANGKA KAMBANG DEKAT FRASE DETERMINER BUKAN PENJANGKA DEKAT FRASE NOMINA
PENJANGKA KAMBANG DEKAT FRASE DETERMINER BUKAN PENJANGKA DEKAT FRASE NOMINA
Tulisan ini bertujuan untuk merivisi penggunaan istilah Penjangka Dekat Frase Nomina (Penj Dekat FN) ( (Q adjacent NP) yang dipopulerkan oleh El-Sadaany dan Muhammed Shams (2012) m...
Implikasi Keadaan Tidak Hadir (Afwezigheid) ketika Orang yang Tak Hadir Kembali dan Kedudukannya dalam Perkawinan
Implikasi Keadaan Tidak Hadir (Afwezigheid) ketika Orang yang Tak Hadir Kembali dan Kedudukannya dalam Perkawinan
Keadaan tidak hadir (Afwezigheid), yaitu keadaan dimana seseorang tidak berada di tempat tinggalnya dalam kurun waktu tertentu. Seseorang yang dinyatakan dalam keadaan tidak hadir ...
SISTEM INFORMASI REKAPITULASI DAFTAR HADIR MAHASISWA (STUDI KASUS : PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA )
SISTEM INFORMASI REKAPITULASI DAFTAR HADIR MAHASISWA (STUDI KASUS : PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA )
Kebutuhan terhadap penyajian informasi daftar hadir mahasiswa yang cepat diperlukan oleh program studi manajemen informatika, tetapi pada sistem yang sedang berjalan hal tersebut b...

