Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SOSIALISASI DAN PERENCANAAN TEKNIK RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) SKALA RW DI KOMPLEK GRAHA RANCAMANYAR, RW 18 DESA RANCAMANYAR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG

View through CrossRef
Perumahan Graha Rancamanyar RW 18, Kelurahan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung merupakan kawasan yang rawan terhadap bencana banjir akibat buruknya pengelolaan limpasan air hujan. Permukiman ini belum memiliki pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis dan sosial budaya RTH serta belum tersedianya data luas dan sebaran RTH eksisting. Permasalahan ini menegaskan urgensi penyediaan RTH sebagai strategi pengendalian banjir dan kegiatan sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya RTH melalui penyusunan desain teknik skala RW dengan pendekatan partisipatif dan visual guna memperkuat pemahaman fungsi ekologis serta sosial budaya dari RTH. Metode kegiatan dilaksanakan melalui enam tahapan: persiapan, survei lapangan pengukuran luasan RTH dan RTNH, perencanaan teknik RTH, sosialisasi RTH, serta pemberian dana dan peralatan pemeliharaan RTH, berbasis pendekatan implementatif dan partisipatif untuk memastikan keterlibatan masyarakat serta keberlanjutan pengelolaan RTH setempat. Kegiatan sosialisasi yang dihadiri 25 peserta meningkatkan pemahaman warga dan pengembang mengenai pentingnya RTH dan tanggung jawab pengelolaannya. Pengukuran lapangan menghasilkan data RTH eksisting yang sebelumnya tidak terdokumentasi dengan luas RTH 64.559,16 m2 dengan prosentase 25,31% terhadap luas seluruh areal RW 18. Warga terlibat aktif dalam penyusunan desain teknik RTH, yang mencakup penyusunan zonasi RTH yang meliputi aspek ruang kesenian, olahraga dan kesehatan, sosial budaya, playground, hewan peliharaan dan healing. Bantuan dana pemeliharaan dan peralatan pemeliharaan RTH seperti pemotong rumput diterima positif oleh warga dan telah dimanfaatkan. Program ini juga mendorong agar terbentuk kelompok pemeliharaan lingkungan berbasis RW. Rangkaian kegiatan PKM dapat mengidentifikasi kekurangan area lahan RTH di RW 18, dimana nilai ambang luas RTH adalah 30% berdasarkan Permen PU No. 5 Tahun 2008 dan Permen PU No. 12 Tahun 2009. Kegiatan PKM juga menghasilkan desain teknis RTH, serta peningkatan kapasitas warga dalam mengelola RTH yang partisipatif dan berkelanjutan.
Title: SOSIALISASI DAN PERENCANAAN TEKNIK RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) SKALA RW DI KOMPLEK GRAHA RANCAMANYAR, RW 18 DESA RANCAMANYAR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
Description:
Perumahan Graha Rancamanyar RW 18, Kelurahan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung merupakan kawasan yang rawan terhadap bencana banjir akibat buruknya pengelolaan limpasan air hujan.
Permukiman ini belum memiliki pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis dan sosial budaya RTH serta belum tersedianya data luas dan sebaran RTH eksisting.
Permasalahan ini menegaskan urgensi penyediaan RTH sebagai strategi pengendalian banjir dan kegiatan sosial budaya masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya RTH melalui penyusunan desain teknik skala RW dengan pendekatan partisipatif dan visual guna memperkuat pemahaman fungsi ekologis serta sosial budaya dari RTH.
Metode kegiatan dilaksanakan melalui enam tahapan: persiapan, survei lapangan pengukuran luasan RTH dan RTNH, perencanaan teknik RTH, sosialisasi RTH, serta pemberian dana dan peralatan pemeliharaan RTH, berbasis pendekatan implementatif dan partisipatif untuk memastikan keterlibatan masyarakat serta keberlanjutan pengelolaan RTH setempat.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri 25 peserta meningkatkan pemahaman warga dan pengembang mengenai pentingnya RTH dan tanggung jawab pengelolaannya.
Pengukuran lapangan menghasilkan data RTH eksisting yang sebelumnya tidak terdokumentasi dengan luas RTH 64.
559,16 m2 dengan prosentase 25,31% terhadap luas seluruh areal RW 18.
Warga terlibat aktif dalam penyusunan desain teknik RTH, yang mencakup penyusunan zonasi RTH yang meliputi aspek ruang kesenian, olahraga dan kesehatan, sosial budaya, playground, hewan peliharaan dan healing.
Bantuan dana pemeliharaan dan peralatan pemeliharaan RTH seperti pemotong rumput diterima positif oleh warga dan telah dimanfaatkan.
Program ini juga mendorong agar terbentuk kelompok pemeliharaan lingkungan berbasis RW.
Rangkaian kegiatan PKM dapat mengidentifikasi kekurangan area lahan RTH di RW 18, dimana nilai ambang luas RTH adalah 30% berdasarkan Permen PU No.
5 Tahun 2008 dan Permen PU No.
12 Tahun 2009.
Kegiatan PKM juga menghasilkan desain teknis RTH, serta peningkatan kapasitas warga dalam mengelola RTH yang partisipatif dan berkelanjutan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
IDENTIFIKASI JEJARING EKOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDUNG
IDENTIFIKASI JEJARING EKOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDUNG
Kota Bandung merupakan kota terbesar ke tiga di Indonesia. Pesatnya pembangunan menyebabkan tingginya kompetisi antara kebutuhan ruang untuk produktivitas dan ruang hijau yang memi...
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) merupakan area yang wajib disediakan untuk wilayah kota dan perkotaan dengan proporsi sebesar 30% dari total wilayah. Fakta di lapangan menunjukkan...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG
EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG
Kota Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sebesar 180,27 km². Letak Kota Kupang yang strategis, sebagai Ibukota Propinsi NTT menjadi daya...
Pemanfaatan Sempadan Sungai Sebagai Ruang Terbuka Hijau
Pemanfaatan Sempadan Sungai Sebagai Ruang Terbuka Hijau
Kabupaten Garut merupakan daerah dengan kondisi alam yang mendasar, sungai yang melalui daerah tersebut salah satunya adalah Sungai Cimanuk yang mengalir melalui pusat kota dan mem...
Pembangunan Geodatabase Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung
Pembangunan Geodatabase Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung
ABSTRAKKota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia dengan tingkat pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, akibatnya di Kota Bandung terjadi penurunan daya du...

Back to Top