Javascript must be enabled to continue!
APLIKASI MEDAN MAGNET PADA BENIH PADI TUA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32 HDB
View through CrossRef
Beras merupakan komoditas pertanian terpenting di Indonesia. Sebagai makanan pokok beras mengandung karbohidrat, protein, dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tingkat konsumsi beras di Indonesia tergolong tinggi sehingga harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Salah satu cara meningkatkan hasil panen adalah penggunaan benih yang berkualitas. Benih padi yang beredar di pasaran seringkali sudah melewati masa batas edar (tua), menyebabkan penurunan viabilitas benih sehingga berakibat pada pertumbuhan tanaman. Perlu dilakukan upaya perbaikan pada benih yang telah melewati masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek paparan medan magnet dengan intensitas 0,2 mT pada benih padi tua varietas Inpari 32 HDB terhadap pertumbuhan vegetatifnya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani Universitas Lampung dan Desa Lumbirejo, Kabupaten Pesawaran, dari Juli hingga September 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan paparan medan magnet, yaitu 3 menit 54 detik, 7 menit 48 detik, 11 menit 42 detik, serta kontrol tanpa paparan. Pengamatan berlangsung selama 8 MST (minggu setelah tanam) atau 56 hari setelah penanaman dan diamati setiap dua minggu sekali. Parameter yang diamati meliputi luas daun, jumlah daun, tinggi rumpun padi, jumlah anakan per rumpun, serta berat basah dan berat kering tajuk dan akar. Hasil penelitian menunjukkan paparan medan magnet 0,2 mT hanya menimbulkan pengaruh pada fase awal pertumbuhan (2 MST) pada beberapa parameter seperti jumlah daun, tinggi tanaman, dan jumlah anakan. Namun, pengaruh tersebut tidak berlanjut pada fase vegetatif berikutnya. Parameter lain seperti luas daun serta biomassa tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Dengan demikian, medan magnet pada intensitas ini tidak memberikan pengaruh yang stabil terhadap pertumbuhan vegetatif padi.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: APLIKASI MEDAN MAGNET PADA BENIH PADI TUA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32 HDB
Description:
Beras merupakan komoditas pertanian terpenting di Indonesia.
Sebagai makanan pokok beras mengandung karbohidrat, protein, dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia.
Tingkat konsumsi beras di Indonesia tergolong tinggi sehingga harus diimbangi dengan peningkatan produksi.
Salah satu cara meningkatkan hasil panen adalah penggunaan benih yang berkualitas.
Benih padi yang beredar di pasaran seringkali sudah melewati masa batas edar (tua), menyebabkan penurunan viabilitas benih sehingga berakibat pada pertumbuhan tanaman.
Perlu dilakukan upaya perbaikan pada benih yang telah melewati masa simpan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek paparan medan magnet dengan intensitas 0,2 mT pada benih padi tua varietas Inpari 32 HDB terhadap pertumbuhan vegetatifnya.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani Universitas Lampung dan Desa Lumbirejo, Kabupaten Pesawaran, dari Juli hingga September 2024.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan paparan medan magnet, yaitu 3 menit 54 detik, 7 menit 48 detik, 11 menit 42 detik, serta kontrol tanpa paparan.
Pengamatan berlangsung selama 8 MST (minggu setelah tanam) atau 56 hari setelah penanaman dan diamati setiap dua minggu sekali.
Parameter yang diamati meliputi luas daun, jumlah daun, tinggi rumpun padi, jumlah anakan per rumpun, serta berat basah dan berat kering tajuk dan akar.
Hasil penelitian menunjukkan paparan medan magnet 0,2 mT hanya menimbulkan pengaruh pada fase awal pertumbuhan (2 MST) pada beberapa parameter seperti jumlah daun, tinggi tanaman, dan jumlah anakan.
Namun, pengaruh tersebut tidak berlanjut pada fase vegetatif berikutnya.
Parameter lain seperti luas daun serta biomassa tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan.
Dengan demikian, medan magnet pada intensitas ini tidak memberikan pengaruh yang stabil terhadap pertumbuhan vegetatif padi.
Related Results
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Abstrak.Tujuan pelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah biaya produksi usahatani padi sawah Varietas MR 219 dapat dianggap berbeda secara signifikan dengan biaya produksi ...
Pengujian Periode After-Ripening pada Beberapa Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul
Pengujian Periode After-Ripening pada Beberapa Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul
Padi (Oryza sativa L.) berperan penting bagi pangan Indonesia. Penggunaan benih berkualitas menjadi faktor penting untuk meningkatan produktivitas padi. Salah satu aspek yang mempe...
Produktivitas Beberapa Varietas Padi Umur Genjah (Oryza sativa L.) Pada Beberapa Paket Pemupukan Berbasis IOT (Internet of Thing) di Kabupaten Bone
Produktivitas Beberapa Varietas Padi Umur Genjah (Oryza sativa L.) Pada Beberapa Paket Pemupukan Berbasis IOT (Internet of Thing) di Kabupaten Bone
Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara varietas dengan paket pemupukan yang memberikan produktivitas berbasis IoT, mengetahui varietas yang memberikan produktivitas tingg...
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu benih beberapa varietas padi lokal yang diperoleh dari e-commerce...
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi...

