Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam

View through CrossRef
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi negara. Produksi nilam secara nasional masih mengalami fluktuasi dan produktivitas minyak nilam juga masih tergolong rendah. Sehingga diperlukan teknik budidaya tanaman nilam yang tepat. Jarak tanam merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Selain itu, penggunaan varietas unggul juga merupakan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, rendemen dan mutu minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui interaksi dan menganalisa pertumbuhan serta hasil tiga varietas tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Maret 2022 di Kebun Percobaan Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kromengan, Malang, Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu traktor, oven, LAM, timbangan, selang, alfaboard, polybag, alat tulis, kamera, bibit nilam varietas Sidikalang, varietas Patchoulina 1, varietas Patchoulina 2, media tanam, data curah hujan, pupuk kandang, pupuk Urea, pupuk KCL, pupuk SP36, tali rafia dan air. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RAK yang disusun secara faktorial terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: V1J1: Varietas Sidikalang + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V1J2: Varietas Sidikalang + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm; V2J1: Varietas Patchoulina 1 + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V2J2: Varietas Patchoulina 1 + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm; V3J1: Varietas Patchoulina 2 + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V3J2: Varietas Patchoulina 2 + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman nilam. Sedangkan komponen hasil tanaman nilam menunjukkan interaksi antara varietas dan jarak tanam. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan jarak tanam terhadap peningkatan bobot segar total, bobot kering total dan produktivitas tanaman nilam. Varietas Sidikalang dengan jarak tanam 60 × 50 cm memiliki hasil dan kualitas minyak yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Varietas Sidikalang juga memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas Patchoulina 1 dan varietas Patchoulina 2. Begitu pula dengan perlakuan jarak tanam 60 cm x 50 cm memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm.
Title: Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Description:
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.
) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi negara.
Produksi nilam secara nasional masih mengalami fluktuasi dan produktivitas minyak nilam juga masih tergolong rendah.
Sehingga diperlukan teknik budidaya tanaman nilam yang tepat.
Jarak tanam merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas hasil produksi.
Selain itu, penggunaan varietas unggul juga merupakan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, rendemen dan mutu minyak nilam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui interaksi dan menganalisa pertumbuhan serta hasil tiga varietas tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.
) pada jarak tanam yang berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Maret 2022 di Kebun Percobaan Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kromengan, Malang, Jawa Timur.
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu traktor, oven, LAM, timbangan, selang, alfaboard, polybag, alat tulis, kamera, bibit nilam varietas Sidikalang, varietas Patchoulina 1, varietas Patchoulina 2, media tanam, data curah hujan, pupuk kandang, pupuk Urea, pupuk KCL, pupuk SP36, tali rafia dan air.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RAK yang disusun secara faktorial terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: V1J1: Varietas Sidikalang + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V1J2: Varietas Sidikalang + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm; V2J1: Varietas Patchoulina 1 + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V2J2: Varietas Patchoulina 1 + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm; V3J1: Varietas Patchoulina 2 + Jarak Tanam 75 cm x 40 cm; V3J2: Varietas Patchoulina 2 + Jarak Tanam 60 cm x 50 cm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman nilam.
Sedangkan komponen hasil tanaman nilam menunjukkan interaksi antara varietas dan jarak tanam.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan jarak tanam terhadap peningkatan bobot segar total, bobot kering total dan produktivitas tanaman nilam.
Varietas Sidikalang dengan jarak tanam 60 × 50 cm memiliki hasil dan kualitas minyak yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Varietas Sidikalang juga memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas Patchoulina 1 dan varietas Patchoulina 2.
Begitu pula dengan perlakuan jarak tanam 60 cm x 50 cm memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm.

Related Results

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
Dalam rangka meningkatkan produktivitas, mutu minyak nilam dan meningkatkan pendapatan petani, maka pada tahun anggaran 2009 pengembangan tanaman nilam dilaksanakan di 5 kabupaten...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
Undang-Undang Perlindungan Varietas Tanaman memberikan perlindungan hukum bagi pemulia tanaman atas karya mereka dalam mengembangkan varietas unggul. Namun keberadaan lembaga perli...
Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth)
Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth)
Abstract. Patchouli is one of the natural ingredients that can be utilized in the health sector, one of which is as an antimicrobial. Essential oil contained in patchouli plants (P...
<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
Penelitian ini telah mengkaji pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L) dan bayam hijau (Amaranthus viridis). Berda...
Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill,)
Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill,)
Abstrak. Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) mengandung vitamin C, A dan Fe serta potasium yang dapat membantu penyerapan makanan dalam pencernaan dan menurunkan tekanan darah ti...

Back to Top