Javascript must be enabled to continue!
MODEL INTERAKSI NARAPIDANA KELAS II A PALANGKA RAYA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya. (2) Ingin mengetahui Faktor-faktor terjadinya pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya
Metode penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Proses interaksi sosial antar warga binaan yang ada pada rutan kelas II A Palangka Raya disebabkan karena adanya kontak sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan symbol-simbol bahasa, dan tanda-tanda akibat dari interaksionis simbolik. Kesempatan kontak individu tercipta dalam suasana rutinitas sesuai dengan program pembinaan warga binaan yaitu bidang pertanian, pendidikan dan agama serta kesempatan meningkatkan keterampilan berupa pencucian kendaraan bermotor. 2) Pola interaksi asosiatif yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A terjadi pada : a) melalui kerjasama relative dapat terlaksana dengan baik dengan adanya saling pengertian dalam kebersihan ruang tahanan. b) Dalam interaksi asosiatif berupa Akomodasi, sudah ada mekanisme dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan aturan dan sangsi, ketaatan terhadap aturan menghasilkan reward berupa remisi sedangkan pelanggaran terhadapnya .berupa pengasingan dalam straff sel dan tidak diberikan remisi. Umumnya konflik terjadi karena berkurangnya kepercayaan karena keterlambatan membayar hutang sehingga terjadi disharmoni antar warga binaan. c) Untuk interaksi Asosiatif asimilasi , ditandai dengan terjadinya penerimaan budaya mengenai bahasa yang digunakan bagi kelompok minoritas mengikuti kelompok mayoritas. d) Disisi lain nya perilaku laten dalam penggunaan alat komunikasi handphone untuk mengakses pesan dari luar dapat berdampak kepada terjadinya penyimpangan norma yang telah digariskan oleh pihak Lapas.
Title: MODEL INTERAKSI NARAPIDANA KELAS II A PALANGKA RAYA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya.
(2) Ingin mengetahui Faktor-faktor terjadinya pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya
Metode penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Proses interaksi sosial antar warga binaan yang ada pada rutan kelas II A Palangka Raya disebabkan karena adanya kontak sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan symbol-simbol bahasa, dan tanda-tanda akibat dari interaksionis simbolik.
Kesempatan kontak individu tercipta dalam suasana rutinitas sesuai dengan program pembinaan warga binaan yaitu bidang pertanian, pendidikan dan agama serta kesempatan meningkatkan keterampilan berupa pencucian kendaraan bermotor.
2) Pola interaksi asosiatif yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.
A terjadi pada : a) melalui kerjasama relative dapat terlaksana dengan baik dengan adanya saling pengertian dalam kebersihan ruang tahanan.
b) Dalam interaksi asosiatif berupa Akomodasi, sudah ada mekanisme dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan aturan dan sangsi, ketaatan terhadap aturan menghasilkan reward berupa remisi sedangkan pelanggaran terhadapnya .
berupa pengasingan dalam straff sel dan tidak diberikan remisi.
Umumnya konflik terjadi karena berkurangnya kepercayaan karena keterlambatan membayar hutang sehingga terjadi disharmoni antar warga binaan.
c) Untuk interaksi Asosiatif asimilasi , ditandai dengan terjadinya penerimaan budaya mengenai bahasa yang digunakan bagi kelompok minoritas mengikuti kelompok mayoritas.
d) Disisi lain nya perilaku laten dalam penggunaan alat komunikasi handphone untuk mengakses pesan dari luar dapat berdampak kepada terjadinya penyimpangan norma yang telah digariskan oleh pihak Lapas.
Related Results
REFORMASI PENOLOGI: URGENSI PENEMPATAN DAN PEMBINAAN BAGI NARAPIDANA TRANSGENDER DI INDONESIA
REFORMASI PENOLOGI: URGENSI PENEMPATAN DAN PEMBINAAN BAGI NARAPIDANA TRANSGENDER DI INDONESIA
Abstract
The emergence of the phenomenon of transgender people in Indonesia as a criminal subject raises the question of how to treat the law enforcement process until a transgend...
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PEMBINAAN BAGI PARA NARAPIDANA
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PEMBINAAN BAGI PARA NARAPIDANA
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur bahwa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan dilakukan terhadap semua narapidana, termasuk narapidana tindak pidana k...
Role Rattan Industry Subsector analysis of the Economy of Palangka Raya City
Role Rattan Industry Subsector analysis of the Economy of Palangka Raya City
The purpose of this study was to analyze the basic sectors in Palangka Raya City, to analyze the role of the rattan handicraft industry on the economy of Palangka Raya City, and to...
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK BASUNG
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK BASUNG
Lapas sebagai tempat berproses dan memperbaiki para pelanggar hukum yang disebut sebagai “penjahat”, pelaksanaan pembinaan pada narapidana dalam upaya mengembalikan narapidana menj...
Hubungan Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik Kelas XI IPS II
Hubungan Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik Kelas XI IPS II
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan gaya belajar peserta didik dengan hasil belajar ekonomi pada kelas XI IPS II di SMA Negeri 1 Palangka Raya, 2) Hubungan moti...
Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika
Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika
Skripsi ini berjudul: Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika Di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini dari permasa...
IMPLEMENTASI PASAL 38 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN TERHADAP NARAPIDANA RESIDIVIS PENCURIAN DI LAPAS KELAS II B TABANAN
IMPLEMENTASI PASAL 38 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN TERHADAP NARAPIDANA RESIDIVIS PENCURIAN DI LAPAS KELAS II B TABANAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisa Implementasi Pasal 38 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan terhadap narapidana residivis pencurian...
PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SINGARAJA BAGI NARAPIDANA YANG DIJATUHI HUKUMAN PIDANA RINGAN
PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SINGARAJA BAGI NARAPIDANA YANG DIJATUHI HUKUMAN PIDANA RINGAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja bagi narapidana yang dijatuhi hukuman pidana ringan, serta untuk...

