Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DI MEDIA SOSIAL WHATSAPP: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tidar di media sosial WhatsApp sebagai suatu kajian pragmatik. Pentingnya penelitian kesantunan berbahasa ini dilakukan karena mengkaji penggunaan bahasa. Ketika berbahasa, ditemukan pergeseran bahasa santun ke bahasa yang tidak santun. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang terdapat dalam pesan WhatsApp yang dikirim oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tidar kepada dosen yang memuat pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Sumber data dalam penelitian ini berupa pesan di media sosial WhatsApp yang dikumpulkan pada periode Januari 2021 sampai Desember 2021. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi. Analisis terhadap data dilakukan dengan langkah (1) mengumpulkan pesan yang dikirim mahasiswa dalam media sosial WhatsApp, (2) membaca, (3) mengidentifikasi maksim, (4) mengklasifikasikan, (5) menganalisis, dan (6) menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa pada maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. Pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada maksim kebijaksanaan dan pemufakatan.
Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung
Title: KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DI MEDIA SOSIAL WHATSAPP: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tidar di media sosial WhatsApp sebagai suatu kajian pragmatik.
Pentingnya penelitian kesantunan berbahasa ini dilakukan karena mengkaji penggunaan bahasa.
Ketika berbahasa, ditemukan pergeseran bahasa santun ke bahasa yang tidak santun.
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.
Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang terdapat dalam pesan WhatsApp yang dikirim oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tidar kepada dosen yang memuat pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa.
Sumber data dalam penelitian ini berupa pesan di media sosial WhatsApp yang dikumpulkan pada periode Januari 2021 sampai Desember 2021.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi.
Analisis terhadap data dilakukan dengan langkah (1) mengumpulkan pesan yang dikirim mahasiswa dalam media sosial WhatsApp, (2) membaca, (3) mengidentifikasi maksim, (4) mengklasifikasikan, (5) menganalisis, dan (6) menyimpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa pada maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian.
Pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada maksim kebijaksanaan dan pemufakatan.

Related Results

Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital
Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukan banyaknya ketidaksantunan berbahasa Gen Z (mahasiswa) ketika berkomunikasi dengan dosen. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Penelitian ...
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
AbstractLanguage Politeness of Military Families. This research was conducted in military families due to politeness in military families is closely related to the discipline, firm...
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female stu...
KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN MELALUI MEDIA SOSIAL “WHAT’S UP”
KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN MELALUI MEDIA SOSIAL “WHAT’S UP”
Kesantunan berbahasa sangat diperlukan dalam melakukan komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Dengan memiliki Bahasa yang santun selain hubungan seseorang bisa menjadi semakin...

Back to Top