Javascript must be enabled to continue!
KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN MELALUI MEDIA SOSIAL “WHAT’S UP”
View through CrossRef
Kesantunan berbahasa sangat diperlukan dalam melakukan komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Dengan memiliki Bahasa yang santun selain hubungan seseorang bisa menjadi semakin baik, hati seseorang juga tidak akan tersakiti dengan mendengarkan ujaran yang dituturkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1. Seperti apa ujaran dalam percakapan antara mahasiswa dan dosen melalui media sosial what’s up tersebut? 2. Sejauh manakah ujaran tersebut termasuk pada kesantunan positif dan kesantunan negatif? Penelitian ini bertujuan untuk; 1. Mengetahui seperti apa ujaran dalam percakapan antara mahasiswa dan dosen melalui media sosial what’s up tersebut? 2.Mengetahui sejauh manakah ujaran tersebut termasuk kepada kesantunan positif dan kesantunan negatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kesantunan dari Brown dan Levinson. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi dan menggunakan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini dari media sosial What’s up, percakapan yang diambil dimulai dari bulan Mei sampai bulan Agustus 2017. Dari penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata mahasiswa tidak pandai menempatkan mana ujaran yang harus dituturkan dengan dosen dan mana ujaran yang harus dituturkan dengan teman. Disamping itu ada juga ditemukan bahwa terkadang mahasiswa ada yang seolah-olah mendikte atau yang mengatur jadwal si dosen. Hal ini tentunya sangat tidak santun dilakukan apalagi bila berada di lingkungan akademik. Meskipun begitu, ada juga ujaran mahasiswa lainnya yang bersifat santun Dalam penelitian ini, lebih banyak ditemukan kesantunan negatif daripada kesantunan positif.Kata Kunci: kesantunan, tindak tutur, media sosial, What’s Up
Title: KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN MELALUI MEDIA SOSIAL “WHAT’S UP”
Description:
Kesantunan berbahasa sangat diperlukan dalam melakukan komunikasi antara satu dengan yang lainnya.
Dengan memiliki Bahasa yang santun selain hubungan seseorang bisa menjadi semakin baik, hati seseorang juga tidak akan tersakiti dengan mendengarkan ujaran yang dituturkan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1.
Seperti apa ujaran dalam percakapan antara mahasiswa dan dosen melalui media sosial what’s up tersebut? 2.
Sejauh manakah ujaran tersebut termasuk pada kesantunan positif dan kesantunan negatif? Penelitian ini bertujuan untuk; 1.
Mengetahui seperti apa ujaran dalam percakapan antara mahasiswa dan dosen melalui media sosial what’s up tersebut? 2.
Mengetahui sejauh manakah ujaran tersebut termasuk kepada kesantunan positif dan kesantunan negatif.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kesantunan dari Brown dan Levinson.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif.
Metode yang digunakan adalah observasi dan menggunakan teknik catat.
Sumber data dalam penelitian ini dari media sosial What’s up, percakapan yang diambil dimulai dari bulan Mei sampai bulan Agustus 2017.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata mahasiswa tidak pandai menempatkan mana ujaran yang harus dituturkan dengan dosen dan mana ujaran yang harus dituturkan dengan teman.
Disamping itu ada juga ditemukan bahwa terkadang mahasiswa ada yang seolah-olah mendikte atau yang mengatur jadwal si dosen.
Hal ini tentunya sangat tidak santun dilakukan apalagi bila berada di lingkungan akademik.
Meskipun begitu, ada juga ujaran mahasiswa lainnya yang bersifat santun Dalam penelitian ini, lebih banyak ditemukan kesantunan negatif daripada kesantunan positif.
Kata Kunci: kesantunan, tindak tutur, media sosial, What’s Up.
Related Results
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital
Realitas Kesantunan Berbahasa Gen-Z di Era Digital
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukan banyaknya ketidaksantunan berbahasa Gen Z (mahasiswa) ketika berkomunikasi dengan dosen. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
Kesantunan Direktif dan Ekspressif dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo. Kesantunan pada zamansekarang semakin berkurang, hal ini dapat disebabkan zaman yang semakin modern, kesantuna...
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Penelitian ...
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female stu...
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
AbstractLanguage Politeness of Military Families. This research was conducted in military families due to politeness in military families is closely related to the discipline, firm...
REPRESENTATIF KESANTUNAN TOKOH-TOKOH DALAM FILM THE FABULOUS UDIN KARYA RONS IRAWAN (REPRESENTATIVE CHARACTERISTICS OF CHARACTER IN THE FABULOUS UDIN FILM BY RONS IRAWAN)
REPRESENTATIF KESANTUNAN TOKOH-TOKOH DALAM FILM THE FABULOUS UDIN KARYA RONS IRAWAN (REPRESENTATIVE CHARACTERISTICS OF CHARACTER IN THE FABULOUS UDIN FILM BY RONS IRAWAN)
AbstractRepresentative Characteristics of Character in the Fabulous Udin Film by Rons Irawan. This research aims to find out and understand politeness in language speech acts from ...

