Javascript must be enabled to continue!
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
View through CrossRef
Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang serta mengidentifikasi tantangan dalam mempertahankannya di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa diterapkan melalui penggunaan bahasa hormat, sapaan formal, strategi mitigasi dalam komunikasi, serta penggunaan bahasa yang sopan dalam situasi formal. Kesantunan ini tidak hanya mencerminkan tata krama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di pesantren. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam mempertahankan kesantunan berbahasa, terutama akibat pengaruh media digital. Ketidakseimbangan kekuasaan antara santri dan pengasuh, perbedaan norma komunikasi di pesantren dan di media sosial, serta pengaruh bahasa gaul menjadi faktor yang mempengaruhi praktik kesantunan. Selain itu, kurangnya pengawasan dalam komunikasi digital memungkinkan santri lebih bebas dalam memilih gaya bahasa yang mungkin kurang sesuai dengan norma pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif untuk menjaga kesantunan berbahasa santri, termasuk bimbingan intensif, penguatan nilai-nilai kesopanan dalam kurikulum, serta edukasi literasi digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan bagi pesantren lain dalam menghadapi tantangan komunikasi di era modern tanpa mengabaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa.
Dosen Muslim Indonesia
Title: Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Description:
Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang serta mengidentifikasi tantangan dalam mempertahankannya di era digital.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa diterapkan melalui penggunaan bahasa hormat, sapaan formal, strategi mitigasi dalam komunikasi, serta penggunaan bahasa yang sopan dalam situasi formal.
Kesantunan ini tidak hanya mencerminkan tata krama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di pesantren.
Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam mempertahankan kesantunan berbahasa, terutama akibat pengaruh media digital.
Ketidakseimbangan kekuasaan antara santri dan pengasuh, perbedaan norma komunikasi di pesantren dan di media sosial, serta pengaruh bahasa gaul menjadi faktor yang mempengaruhi praktik kesantunan.
Selain itu, kurangnya pengawasan dalam komunikasi digital memungkinkan santri lebih bebas dalam memilih gaya bahasa yang mungkin kurang sesuai dengan norma pesantren.
Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif untuk menjaga kesantunan berbahasa santri, termasuk bimbingan intensif, penguatan nilai-nilai kesopanan dalam kurikulum, serta edukasi literasi digital.
Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan bagi pesantren lain dalam menghadapi tantangan komunikasi di era modern tanpa mengabaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa.
Related Results
Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Anak Hasil Perjodohan Antara Ustadz Dan Ustadzah Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru
Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Anak Hasil Perjodohan Antara Ustadz Dan Ustadzah Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru
Penelitian ini membahas tentang “Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Islam Pada Anak Hasil Perjodohan Antara Ustadz Dan Ustadzah Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru”. Rumusan ma...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pondok pesantren dalam mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen strategi...
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang banyak menapung santri-santri dari berbagai daerah. Berlatar belakang daerah, budaya, bahasa serta kepr...
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
Kesantunan Direktif dan Ekspressif dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo. Kesantunan pada zamansekarang semakin berkurang, hal ini dapat disebabkan zaman yang semakin modern, kesantuna...
MAKSIM-MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2023/2024
MAKSIM-MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2023/2024
Maksim-maksim Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial Siswa: Analisis Berdasarkan Teori Kesantunan Prinsip Leech. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakulta...
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female stu...

