Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA

View through CrossRef
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki) yang berpartisipasi aktif dalam upacara adat. Upacara adat biasanya didahului oleh makan bersama kemudian dilanjutkan dengan acara marhata (bicara adat). Kesantunan berbahasa yang digunakan oleh pihak hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki) adalah berbeda sesuai dengan posisinya pada acara tersebut. Dalam penelitian ini dibahas mengenai kesantunan berbahasa yang digunakan hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki), jenis dan fungsi kesantunan berbahasa masing-masing unsur, dan bagaimana pembentukan kesantunan berbahasa masing-masing unsur dalam upacara perkawinan masyarakat Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana akan dibuat deskripsi yang sistematis dan akurat mengenai data yang diteliti. Metode deskriptif dipilih karena penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas tentang objek yang diteliti secara alamiah. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kesantunan berbahasa dalam upacara perkawinan masyarakat Batak Toba berbeda dengan kesantunan berbahasa yang digunakan masing-masing unsur di luar acara perkawinan. Penulis menggunakan 13 jenis tindak tutur yaitu tindak tutur bersalam, memberkati, memohon, memuji, meminta, berjanji, menyarankan, memperingatkan, mengesahkan, berterima kasih, menjawab, menjelaskan, dan bertanya untuk melihat bagaimana kesantunan berbahasa yang digunakan masing-masing unsur dalam upacara perkawinan. Kesantunan berbahasa dalam acara marhata di pesta marunjuk (adat penuh) sangat berbeda dengan kesantunan berbahasa yang diucapkan dengan bahasa sehari-hari dalam masyarakat Batak Toba.   Kata Kunci : Batak Toba, Upacara, Berbahasa, Perkawinan
Title: KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Description:
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki) yang berpartisipasi aktif dalam upacara adat.
Upacara adat biasanya didahului oleh makan bersama kemudian dilanjutkan dengan acara marhata (bicara adat).
Kesantunan berbahasa yang digunakan oleh pihak hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki) adalah berbeda sesuai dengan posisinya pada acara tersebut.
Dalam penelitian ini dibahas mengenai kesantunan berbahasa yang digunakan hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-laki), jenis dan fungsi kesantunan berbahasa masing-masing unsur, dan bagaimana pembentukan kesantunan berbahasa masing-masing unsur dalam upacara perkawinan masyarakat Batak Toba.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana akan dibuat deskripsi yang sistematis dan akurat mengenai data yang diteliti.
Metode deskriptif dipilih karena penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas tentang objek yang diteliti secara alamiah.
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kesantunan berbahasa dalam upacara perkawinan masyarakat Batak Toba berbeda dengan kesantunan berbahasa yang digunakan masing-masing unsur di luar acara perkawinan.
Penulis menggunakan 13 jenis tindak tutur yaitu tindak tutur bersalam, memberkati, memohon, memuji, meminta, berjanji, menyarankan, memperingatkan, mengesahkan, berterima kasih, menjawab, menjelaskan, dan bertanya untuk melihat bagaimana kesantunan berbahasa yang digunakan masing-masing unsur dalam upacara perkawinan.
Kesantunan berbahasa dalam acara marhata di pesta marunjuk (adat penuh) sangat berbeda dengan kesantunan berbahasa yang diucapkan dengan bahasa sehari-hari dalam masyarakat Batak Toba.
  Kata Kunci : Batak Toba, Upacara, Berbahasa, Perkawinan.

Related Results

Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
This creation research formulates the struggle of Boru Lopian son of Sisingamangaraja XII against Dutch colonialism. In addition to seeing as the figure of the son of King Sisingam...
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
Ulos is a traditional Batak clothing that we can find in traditional events; birth, marriage, death and other Batak traditional ceremonies such as: Mandailing, Pakpak, Dairi, Sipir...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
EKSISTENSI BAHASA BATAK TOBA DI KOTA MEDAN
EKSISTENSI BAHASA BATAK TOBA DI KOTA MEDAN
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi serta identitas suatu masyarakat harus terus dijaga. Namun ada sekitar 145 bahasa terus mengalami kemunduran. Bahasa yang berangsur-angsur ...
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
Abstrak—Bahasa Proto Austronesia merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang mendiami wilayah daratan Asia Tenggara. Bahasa Batak merupakan bahasa yang digunakan oleh penutur asli bah...
Cephalometry Variation of Bataknese
Cephalometry Variation of Bataknese
Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan suku bangsa, salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia adalah suku Batak. Suku Batak terbag...

Back to Top