Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Fenomena Gegar Budaya Mahasisiwa Tahun Pertama

View through CrossRef
This study aims to describe the culture shock phenomenon that occurs in guidance and counseling program at freshmen of Universitas Sriwijaya. The approach used in this research is quantitative with descriptive method. Data collection by using a questionnaire given via google form. The study population was 2022 fresmen at Sriwijaya University who migrated to Palembangan from outside and inside South Sumatra with a sample of 82 student selected by simple random sampling technique. The instrument used is google form “Inventory Culture Shock” (ICS) with a reliability of 0.74. The findings of the study show that culture shock of students from outside south Sumatra is classified as medium was 56,09% and originating from within South Sumatra is relatively low was 51,22%. Then, there was no difference in culture shock between students from aoutside and in South Sumatra. Guidance and Counseling Program student are categorized as fast in adapting to new enviroments and have made efforts not to experience culture shock by thingking openly and being active in enviromental activity. _____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena gegar budaya yang terjadi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tahun pertama Universitas Sriwijaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar “Iventory Culture Shock” (ICS) dengan reliabilitas 0.74 menggunakan google form. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 di Universitas Sriwijaya yang berasal dari dalam dan luar Sumatera Selatan dengan sampel 82 orang mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gegar budaya yang dialami oleh mahasiswa yang berasal dari luar Sumatera Selatan tergolong sedang yaitu 56,09% dan yang berasal dari dalam Sumatera Selatan tergolong rendah yaitu 51,22%. Kemudian tidak ada perbedaan gegar budaya antara mahasiswa luar dan dalam dari Sumatera Selatan. Mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling dikategorikan cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru serta telah melakukan berpikir terbuka dan aktif dalam kegiatan di lingkungan bentuk upaya untuk mengurangi gegar budaya.
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Title: Gambaran Fenomena Gegar Budaya Mahasisiwa Tahun Pertama
Description:
This study aims to describe the culture shock phenomenon that occurs in guidance and counseling program at freshmen of Universitas Sriwijaya.
The approach used in this research is quantitative with descriptive method.
Data collection by using a questionnaire given via google form.
The study population was 2022 fresmen at Sriwijaya University who migrated to Palembangan from outside and inside South Sumatra with a sample of 82 student selected by simple random sampling technique.
The instrument used is google form “Inventory Culture Shock” (ICS) with a reliability of 0.
74.
The findings of the study show that culture shock of students from outside south Sumatra is classified as medium was 56,09% and originating from within South Sumatra is relatively low was 51,22%.
Then, there was no difference in culture shock between students from aoutside and in South Sumatra.
Guidance and Counseling Program student are categorized as fast in adapting to new enviroments and have made efforts not to experience culture shock by thingking openly and being active in enviromental activity.
 _____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena gegar budaya yang terjadi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tahun pertama Universitas Sriwijaya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar “Iventory Culture Shock” (ICS) dengan reliabilitas 0.
74 menggunakan google form.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 di Universitas Sriwijaya yang berasal dari dalam dan luar Sumatera Selatan dengan sampel 82 orang mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa gegar budaya yang dialami oleh mahasiswa yang berasal dari luar Sumatera Selatan tergolong sedang yaitu 56,09% dan yang berasal dari dalam Sumatera Selatan tergolong rendah yaitu 51,22%.
Kemudian tidak ada perbedaan gegar budaya antara mahasiswa luar dan dalam dari Sumatera Selatan.
Mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling dikategorikan cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru serta telah melakukan berpikir terbuka dan aktif dalam kegiatan di lingkungan bentuk upaya untuk mengurangi gegar budaya.

Related Results

MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan dam pengalaman yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya saat kuliah diluar daerah asal mereka khusus...
Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan transportasi memberikan peluang dan ruang yang lebih besar bagi masyarakat pengguna bahasa daerah yang berbeda di Indonesia untuk sal...
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Abstract. Culture shock in an individual occurs because a person enters a new culture to himself which makes him have to adjust to an environment, place, and habits that are differ...
ANALYTICAL THEORY : GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK)
ANALYTICAL THEORY : GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK)
Pada era globalisasi saat ini mampu mempengaruhi berkembangnya teknologi dengan sangat pesat, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengejar perkembangan tersebut untuk me...
Budaya untuk Kemandirian: Membangun Fondasi Kalurahan Budaya Grogol melalui Pendekatan Culture-Based Rural Development
Budaya untuk Kemandirian: Membangun Fondasi Kalurahan Budaya Grogol melalui Pendekatan Culture-Based Rural Development
Pembangunan desa berbasis budaya menjadi strategi penting dalam mewujudkan kemandirian desa dan penguatan identitas lokal. Kalurahan Grogol terletak di Kapanewon Paliyan, Gunungkid...
Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia
Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia
AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsi...
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga
Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunju...
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI MAJENE
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI MAJENE
Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis dampak budaya organisasi terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Pertama di Majene, Menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja...

Back to Top