Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan dampak culture shock pada mahasiswa perantauan di Universitas Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mendorong mahasiswa untuk merantau adalah: faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor budaya. Kelima key informan memiliki harapan atau ekspektasi ketika akan melakukan perantauan serta motif untuk berkuliah dan menggapai cita-cita, hal ini juga termasuk ke dalam fase kegembiraan. Proses interaksi yang dialami oleh mahasiswa Buton,Bima dan Papua di perantauan diakibatkan adanya fase kekecewaan yang dimana terlihat banyaknya perbedaan antara kampung halaman dan kota perantauan sehingga memicu terjadinya penyesuaian terhadap hal-hal yang baru di perantauan sehingga adanya pertukaran makna, persepsi dan perspektif, sehingga hal ini termasuk ke dalam fase awal resolusi. Untuk mengatasi gegar budaya, ketiga key informan mengisi kegiatan sehari-hari dengan mengikuti organisasi maupun komunitas di dalam dan luar kampus. Kata Kunci : Gegar Budaya, Mahasiswa Perantauan, Universitas Muslim Indonesia
Institut Agama Islam Negeri Kendari
Title: Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan dampak culture shock pada mahasiswa perantauan di Universitas Muslim Indonesia.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mendorong mahasiswa untuk merantau adalah: faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor budaya.
Kelima key informan memiliki harapan atau ekspektasi ketika akan melakukan perantauan serta motif untuk berkuliah dan menggapai cita-cita, hal ini juga termasuk ke dalam fase kegembiraan.
Proses interaksi yang dialami oleh mahasiswa Buton,Bima dan Papua di perantauan diakibatkan adanya fase kekecewaan yang dimana terlihat banyaknya perbedaan antara kampung halaman dan kota perantauan sehingga memicu terjadinya penyesuaian terhadap hal-hal yang baru di perantauan sehingga adanya pertukaran makna, persepsi dan perspektif, sehingga hal ini termasuk ke dalam fase awal resolusi.
Untuk mengatasi gegar budaya, ketiga key informan mengisi kegiatan sehari-hari dengan mengikuti organisasi maupun komunitas di dalam dan luar kampus.
 Kata Kunci : Gegar Budaya, Mahasiswa Perantauan, Universitas Muslim Indonesia.

Related Results

MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan dam pengalaman yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya saat kuliah diluar daerah asal mereka khusus...
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantauan Di UIN Ar-Raniry
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantauan Di UIN Ar-Raniry
Abstract: This study aims to describe the causes behind the process of culture shock among overseas students in Banda Aceh to describe the process of cultural adaptation and its im...
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Abstract. Culture shock in an individual occurs because a person enters a new culture to himself which makes him have to adjust to an environment, place, and habits that are differ...
Gambaran Fenomena Gegar Budaya Mahasisiwa Tahun Pertama
Gambaran Fenomena Gegar Budaya Mahasisiwa Tahun Pertama
This study aims to describe the culture shock phenomenon that occurs in guidance and counseling program at freshmen of Universitas Sriwijaya. The approach used in this research is ...
Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan transportasi memberikan peluang dan ruang yang lebih besar bagi masyarakat pengguna bahasa daerah yang berbeda di Indonesia untuk sal...
Pola Komunikasi Mahasiswa Muslim di Kampus Kristen
Pola Komunikasi Mahasiswa Muslim di Kampus Kristen
Abstract. Researchers are interested in doing this research because of the phenomenon of Muslim students who decide to study at one of the private universities in the city of Bandu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALYTICAL THEORY : GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK)
ANALYTICAL THEORY : GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK)
Pada era globalisasi saat ini mampu mempengaruhi berkembangnya teknologi dengan sangat pesat, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengejar perkembangan tersebut untuk me...

Back to Top