Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan dam pengalaman yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya saat kuliah diluar daerah asal mereka khususnya di Bengkulu yang memiki banyak suku antaranya suku Rejang, Serawai, Pasemah, Lembak dan Pekal. Gegar budaya adalah fenomena sosial yang dirasakan oleh perantau saat mereka pindah dan tinggal di daerah dengan budaya yang berbeda. Gegar budaya terjadi karena adanya perbedaan persepsi antara budaya asli dengan budaya yang baru. Penelitian ini menggunakan mahasiswa perantau etnis Minangkabau sebagai objek penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendalami pengalaman dan cara berkomunikasi mahasiswa etnis Minangkabau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan beberapa kesimpulan. Pertama, mahasiswa etnis Minangkabau memiliki kendala dalam bahasa yang digunakan hal ini mngindikasikan bahwa perbedaan bahasa menjadi salah satu hambatan utama dalam berkomunikasi dengan lingkungan baru. Kedua, terdapat perbedaan pola prilaku kultural antar mahasiswa minagkabau dan budaya setempat. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tetntang hambatan dan pengalaman mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi dan program pendukung yang memfasilitasi adaptasi dan integrasi mahasiswa perantau dalam lingkungan yang baru.   Kata Kunci:  Mahasiswa Etnis Minangkabau, Komunikasi Antar Budaya, Gegar Budaya
Title: MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan dam pengalaman yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya saat kuliah diluar daerah asal mereka khususnya di Bengkulu yang memiki banyak suku antaranya suku Rejang, Serawai, Pasemah, Lembak dan Pekal.
Gegar budaya adalah fenomena sosial yang dirasakan oleh perantau saat mereka pindah dan tinggal di daerah dengan budaya yang berbeda.
Gegar budaya terjadi karena adanya perbedaan persepsi antara budaya asli dengan budaya yang baru.
Penelitian ini menggunakan mahasiswa perantau etnis Minangkabau sebagai objek penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Penelitian ini mendalami pengalaman dan cara berkomunikasi mahasiswa etnis Minangkabau.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukan beberapa kesimpulan.
Pertama, mahasiswa etnis Minangkabau memiliki kendala dalam bahasa yang digunakan hal ini mngindikasikan bahwa perbedaan bahasa menjadi salah satu hambatan utama dalam berkomunikasi dengan lingkungan baru.
Kedua, terdapat perbedaan pola prilaku kultural antar mahasiswa minagkabau dan budaya setempat.
Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tetntang hambatan dan pengalaman mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya.
Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi dan program pendukung yang memfasilitasi adaptasi dan integrasi mahasiswa perantau dalam lingkungan yang baru.
  Kata Kunci:  Mahasiswa Etnis Minangkabau, Komunikasi Antar Budaya, Gegar Budaya.

Related Results

Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Penelitian yang dilaksanakan di Kampung Nias Tabing, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan untuk mendalami dinamika keberadaan etnis Nias di wilayah Minangkabau, yang m...
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Abstract   This article is a historical study of the Perkampungan Minangkabau Islamic Boarding School 2013-2020. The study, in particular, aims at describing the develo...
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Abstract. Culture shock in an individual occurs because a person enters a new culture to himself which makes him have to adjust to an environment, place, and habits that are differ...
Hubungan Pola Konsumsi Lemak Dan Sodium Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Perempuan Etnis Minangkabau
Hubungan Pola Konsumsi Lemak Dan Sodium Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Perempuan Etnis Minangkabau
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi lemak dan sodium terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau. Metoda: Je...

Back to Top