Javascript must be enabled to continue!
Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
View through CrossRef
Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan transportasi memberikan peluang dan ruang yang lebih besar bagi masyarakat pengguna bahasa daerah yang berbeda di Indonesia untuk saling berinteraksi. Sekalipun keberadaan bahasa Indonesia diakui secara sadar sebagai bahasa persatuan, dalam komunikasi antara pengguna bahasa daerah yang berbeda masih sering muncul ungkapan-ungkapan khas daerah masing-masing. Kemunculannya sering dilakukan secara alami dan spontan sebagai perwujudan dari skemata pengetahuannya yang masih banyak dipengaruhi oleh referensi bahasa daerah. Hal itu sering menimbulkan peristiwa yang aneh dan lucu bagi pendengar yang memahami konteks sebenarnya. Akan tetapi, bagi pelaku yang sedang berkomunikasi, hal itu tidak jarang menimbulkan gegar wacana, yaitu kegagalan membentuk wacana karena pemahaman konteks wacana dan referensi ungkapan yang berbeda dari mitra tutur. Akibatnya, reaksi yang muncul pun berbeda dari yang diharapkan mitra tuturnya. Reaksi itu sering menimbulkan kebingungan atau kemarahan bagi mitra tuturnya.Gegar wacana merupakan peristiwa bahasa yang sangat berkaitan dengan sosial budaya di masyarakat multietnis. Banyak faktor yang memengaruhi munculnya gegar wacana, di antaranya penguasaan yang kurang seimbang antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Gegar wacana dapat berawal dari peristiwa bahasa alih kode, campur kode, atau inferensi yang dilakukan seseorang tanpa kesepakatan dan kesadaran dari mitra tuturnya.Kemunculan peristiwa bahasa berupa gegar wacana dalam masyarakat multietnis dan multibahasa yang memiliki bahasa daerah sebanyak 742 buah seperti di Indonesia (SIL, 2006) peluangnya sangat besar. Bagaimana latar belakang, proses, keunikan, dan pengaruh gegar wacana dalam kehidupan masyarakat dan dalam dunia pendidikan sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Title: Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah
Description:
Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan transportasi memberikan peluang dan ruang yang lebih besar bagi masyarakat pengguna bahasa daerah yang berbeda di Indonesia untuk saling berinteraksi.
Sekalipun keberadaan bahasa Indonesia diakui secara sadar sebagai bahasa persatuan, dalam komunikasi antara pengguna bahasa daerah yang berbeda masih sering muncul ungkapan-ungkapan khas daerah masing-masing.
Kemunculannya sering dilakukan secara alami dan spontan sebagai perwujudan dari skemata pengetahuannya yang masih banyak dipengaruhi oleh referensi bahasa daerah.
Hal itu sering menimbulkan peristiwa yang aneh dan lucu bagi pendengar yang memahami konteks sebenarnya.
Akan tetapi, bagi pelaku yang sedang berkomunikasi, hal itu tidak jarang menimbulkan gegar wacana, yaitu kegagalan membentuk wacana karena pemahaman konteks wacana dan referensi ungkapan yang berbeda dari mitra tutur.
Akibatnya, reaksi yang muncul pun berbeda dari yang diharapkan mitra tuturnya.
Reaksi itu sering menimbulkan kebingungan atau kemarahan bagi mitra tuturnya.
Gegar wacana merupakan peristiwa bahasa yang sangat berkaitan dengan sosial budaya di masyarakat multietnis.
Banyak faktor yang memengaruhi munculnya gegar wacana, di antaranya penguasaan yang kurang seimbang antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Gegar wacana dapat berawal dari peristiwa bahasa alih kode, campur kode, atau inferensi yang dilakukan seseorang tanpa kesepakatan dan kesadaran dari mitra tuturnya.
Kemunculan peristiwa bahasa berupa gegar wacana dalam masyarakat multietnis dan multibahasa yang memiliki bahasa daerah sebanyak 742 buah seperti di Indonesia (SIL, 2006) peluangnya sangat besar.
Bagaimana latar belakang, proses, keunikan, dan pengaruh gegar wacana dalam kehidupan masyarakat dan dalam dunia pendidikan sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Related Results
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery
Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yangberbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerahmenandakan identitas...
Komunikasi Ekspresif Konten Dharma Wacana Pada Media Youtube
Komunikasi Ekspresif Konten Dharma Wacana Pada Media Youtube
Dunia komunikasi pada saat ini terus mengalami perkembangan, hal ini dapat dilihat dari proses komunikasi yang dapat terjadi secara langsung maupun secara virtual. Era digitalisasi...
MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DI BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan dam pengalaman yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau yang mengalami gegar budaya saat kuliah diluar daerah asal mereka khusus...
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang...
Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Identitas Sosial Di Masyarakat Multikultural
Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Identitas Sosial Di Masyarakat Multikultural
Bahasa adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam membentuk identitas sosial individu dan kelompok dalam masyarakat. Dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia...
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Proses Adaptasi Mahasiswa Perantau Pasca Pembelajaran Daring ke Luring
Abstract. Culture shock in an individual occurs because a person enters a new culture to himself which makes him have to adjust to an environment, place, and habits that are differ...
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
Di dunia saat ini, terdapat tidak kurang dari 6000 bahasa. Separuh dari bahasa-bahasa tersebut terancam punah. Dari jumlah 6000 bahasa tersebut, sebanyak 746 bahasa berada di Indon...

