Javascript must be enabled to continue!
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pondok Pesantren: Membentuk Generasi Sadar dan Berani Melapor
View through CrossRef
Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, telah menjadi isu yang mengkhawatirkan belakangan ini. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama diharapkan mampu mencegah terjadinya kekerasan seksual melalui internalisasi nilai moral dan agama. Namun, fakta menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual tetap dapat terjadi di kalangan santri, terutama anak di bawah umur, yang seringkali enggan melapor. Artikel ini memaparkan hasil program sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah. Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah: (1) memperkuat pemahaman hukum pengelola dan pendidik pondok pesantren mengenai kekerasan seksual serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan seksual; (2) meningkatkan kesadaran dan keberanian siswa-siswi pondok pesantren untuk melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialami atau disaksikan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum dan edukasi interaktif mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta langkah pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi dan jenis kekerasan seksual, serta tumbuhnya keberanian di kalangan siswa untuk berbicara dan melapor. Kegiatan ini berdampak positif dalam membentuk generasi santri yang lebih sadar akan bahaya kekerasan seksual dan berani mengambil tindakan jika menghadapi kasus tersebut. Implikasi: Program sosialisasi semacam ini efektif meningkatkan kesadaran dan perlu dilanjutkan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman dan bebas kekerasan seksual.
Title: Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pondok Pesantren: Membentuk Generasi Sadar dan Berani Melapor
Description:
Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, telah menjadi isu yang mengkhawatirkan belakangan ini.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama diharapkan mampu mencegah terjadinya kekerasan seksual melalui internalisasi nilai moral dan agama.
Namun, fakta menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual tetap dapat terjadi di kalangan santri, terutama anak di bawah umur, yang seringkali enggan melapor.
Artikel ini memaparkan hasil program sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah.
Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah: (1) memperkuat pemahaman hukum pengelola dan pendidik pondok pesantren mengenai kekerasan seksual serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan seksual; (2) meningkatkan kesadaran dan keberanian siswa-siswi pondok pesantren untuk melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialami atau disaksikan.
Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum dan edukasi interaktif mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta langkah pencegahannya.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi dan jenis kekerasan seksual, serta tumbuhnya keberanian di kalangan siswa untuk berbicara dan melapor.
Kegiatan ini berdampak positif dalam membentuk generasi santri yang lebih sadar akan bahaya kekerasan seksual dan berani mengambil tindakan jika menghadapi kasus tersebut.
Implikasi: Program sosialisasi semacam ini efektif meningkatkan kesadaran dan perlu dilanjutkan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman dan bebas kekerasan seksual.
Related Results
Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan pendekatan Ilmu Pendidikan Islam dan Fenomenologi dalam mengkaji integrasi model pendidikan pondok pesantren salaf dan khalaf di Pond...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS) merupakan momentum bagi negara untuk hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi korban kejahatan kekerasan sek...
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Manajemen Strategik Pembelajaran Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Generasi yang Berakhlaqul Karimah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pondok pesantren dalam mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen strategi...
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang banyak menapung santri-santri dari berbagai daerah. Berlatar belakang daerah, budaya, bahasa serta kepr...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
BENTUK PELINDUNGAN TERHADAP KORBAN, PENDAMPING KORBAN, DAN SAKSI KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI
BENTUK PELINDUNGAN TERHADAP KORBAN, PENDAMPING KORBAN, DAN SAKSI KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI
Kekerasan seksual banyak terjadi di dunia Pendidikan, salah satunya pada jenjang Pendidikan tinggi. Banyak korban kekerasan seksual di lingkungan pergurusan tinggi tidak berani me...
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Sexual violence is a coercive and harmful sexual activity for the victim. Data shows that sexual violence remains a serious problem in Indonesia and worldwide. Perpetrators of sexu...

