Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (TINJAUAN KRIMINOLOGI – VIKTIMOLOGI DI WILAYAH HUKUM POLDA BALI

View through CrossRef
Perkembangan masyarakat merupakan suatu gejala sosial yang biasa dan bersifat umum serta merupakan proses penyesuaian masyarakat terhadap kemajuan jaman.Kejahatan atau Tindak pidana merupakan persoalan yang dialami manusia dari waktu ke waktu. Kasus Persetubuhan dalam kehidupan dewasa ini merupakan wujud penindasan dan kejahatan yang dilakukan seseorang kepada orang lain, kelompok tertentu kepada kelompok lain, orang dewasa kepada anak-anak. Tindak pidana persetubuhan merupakan suatu jenis tindak pidana yang berkaitan dengan aktifitas seksual seseorang dengan orang lain yang tidak berdaya, seperti anak-anak atau perempuan. Faktor yang menjadi penyabab terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak ditinjau dari aspek kriminlogi dan viktimologi. Dalam wilayah hukum polda bali penanggulangan tindak pidana persetubuhan terhadap anak ditinjau dari aspek kriminologi dan viktimologi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, beranjak dari adanya kesenjangan antara teori dan realita. Metode-metode pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kriminologis, pendekatan viktimologis, pendekatan kasus, dan pendekatan fakta. Menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara wawancara dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif dimana data yang diperoleh tersebut diolah menjadi rangkaian kata-kata yang bersifat monografis atau berwujud kasus-kasus tidak disusun kedalam struktur klasifikasi untuk memperoleh gambaran tentang objek penelitian. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak di Wilayah Hukum Polda bali disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal disebabkan karena lemah jiwa sedangkan faktor eksternal disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak, faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor teknologi, faktor minuman beralkohol. Upaya penanggulangan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di wilayah hukum Polda bali dilakukan melalui upaya penanggulangan preventif dan upaya penanggulangan represif.   The development of society is an ordinary and general social phenomenon and is a process of adapting society to the progress of the times.Crime is a problem experienced by humans from time to time. Cases of sexual intercourse in today's life are a form of oppression and crimes committed by one person to another, certain groups to other groups, adults to children.The crime of sexual intercourse is a type of crime related to a person's sexual activity with another person who is vulnerable, like children or women. The factors that cause the occurrence of criminal acts of sexual intercourse against children are taken from the aspects of criminology and victimology. In Polda Bali juristic, the prevention of the crime of sexual intercourse with children is taken from the aspect of criminology and victimology. The research takes an empirical legal perspective. Departs from the gap between theory and reality. The theoretical approach used are criminological approach, the victimological approach, the case approach, and the facts approach. Using primary and secondary data obtained by interview and document study.The collected data are processed and analyzed qualitatively where the data obtained are compiled into monographic words or in the form of cases that are not arranged into a classification structure to obtain an overview of the research object. Factors causing the occurrence of criminal acts of sexual intercourse against children in the In Polda Bali juristic are caused by internal factors and external factors. Internal factors are caused by mental weakness while external factors are caused by lack of attention from parents to children, economic factors, environmental factors, technological factors, alcoholic factor. Efforts to overcome the crime of sexual intercourse against children in Polda Bali are carried out through preventive and repressive efforts.
Title: TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (TINJAUAN KRIMINOLOGI – VIKTIMOLOGI DI WILAYAH HUKUM POLDA BALI
Description:
Perkembangan masyarakat merupakan suatu gejala sosial yang biasa dan bersifat umum serta merupakan proses penyesuaian masyarakat terhadap kemajuan jaman.
Kejahatan atau Tindak pidana merupakan persoalan yang dialami manusia dari waktu ke waktu.
Kasus Persetubuhan dalam kehidupan dewasa ini merupakan wujud penindasan dan kejahatan yang dilakukan seseorang kepada orang lain, kelompok tertentu kepada kelompok lain, orang dewasa kepada anak-anak.
Tindak pidana persetubuhan merupakan suatu jenis tindak pidana yang berkaitan dengan aktifitas seksual seseorang dengan orang lain yang tidak berdaya, seperti anak-anak atau perempuan.
Faktor yang menjadi penyabab terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak ditinjau dari aspek kriminlogi dan viktimologi.
Dalam wilayah hukum polda bali penanggulangan tindak pidana persetubuhan terhadap anak ditinjau dari aspek kriminologi dan viktimologi.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, beranjak dari adanya kesenjangan antara teori dan realita.
Metode-metode pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kriminologis, pendekatan viktimologis, pendekatan kasus, dan pendekatan fakta.
Menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara wawancara dan studi dokumen.
Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif dimana data yang diperoleh tersebut diolah menjadi rangkaian kata-kata yang bersifat monografis atau berwujud kasus-kasus tidak disusun kedalam struktur klasifikasi untuk memperoleh gambaran tentang objek penelitian.
Faktor penyebab terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak di Wilayah Hukum Polda bali disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal disebabkan karena lemah jiwa sedangkan faktor eksternal disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak, faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor teknologi, faktor minuman beralkohol.
Upaya penanggulangan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di wilayah hukum Polda bali dilakukan melalui upaya penanggulangan preventif dan upaya penanggulangan represif.
  The development of society is an ordinary and general social phenomenon and is a process of adapting society to the progress of the times.
Crime is a problem experienced by humans from time to time.
Cases of sexual intercourse in today's life are a form of oppression and crimes committed by one person to another, certain groups to other groups, adults to children.
The crime of sexual intercourse is a type of crime related to a person's sexual activity with another person who is vulnerable, like children or women.
The factors that cause the occurrence of criminal acts of sexual intercourse against children are taken from the aspects of criminology and victimology.
In Polda Bali juristic, the prevention of the crime of sexual intercourse with children is taken from the aspect of criminology and victimology.
The research takes an empirical legal perspective.
Departs from the gap between theory and reality.
The theoretical approach used are criminological approach, the victimological approach, the case approach, and the facts approach.
Using primary and secondary data obtained by interview and document study.
The collected data are processed and analyzed qualitatively where the data obtained are compiled into monographic words or in the form of cases that are not arranged into a classification structure to obtain an overview of the research object.
Factors causing the occurrence of criminal acts of sexual intercourse against children in the In Polda Bali juristic are caused by internal factors and external factors.
Internal factors are caused by mental weakness while external factors are caused by lack of attention from parents to children, economic factors, environmental factors, technological factors, alcoholic factor.
Efforts to overcome the crime of sexual intercourse against children in Polda Bali are carried out through preventive and repressive efforts.

Related Results

PENEGAKAN HUKUM KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES BULELENG
PENEGAKAN HUKUM KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES BULELENG
Tindak pidana persetubuhan merupakan problema manusia, yang mana terjadi pada seorang yang tidak menggunakan akal serta ditambah dengan dorongan hawa nafsu dalam bertindak. Terdapa...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA
Penelitian yang berjudul “Perlindungan Hukum bagi Anak yang melakukan Tindak Pidana” ini bertujuan ntk menganalisis terhadap faktor penyebab anak melakukan tindak pidana dan mengan...
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HUKUM PIDANA ANAK
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HUKUM PIDANA ANAK
Hukum pidana anak penting dalam melindungi dan membimbing anak-anak yang terlibat dalam tindak pidana. Penelitian ini menyelidiki perkembangan hukum pidana anak di Indonesia dari m...
KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
Tindak pidana yang dalam Bahasa Belanda disebut strafbaar feit, terdiri atas tiga suku kata, yaitu straf yang diartikan sebagai pidana dan hukum, baar diartikan sebagai dapat dan b...
Penanggulangan Tindak Pidana Penyebaran Kebencian Melalui Media Sosial
Penanggulangan Tindak Pidana Penyebaran Kebencian Melalui Media Sosial
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahu dan menganalisis penanggulangan tindak pidana penyebaran kebencian melalui media sosial di wilayah hukum Polda NTB dan Untuk mengetahu ...
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Dalam kaitannya korporasi sebagai subjek hukum pada tindak...
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Perlindungan anak terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, sebagai bagian utama peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, karena anak adalah kelompok strategis berkelanjutan...
Penegakan Hukum atas Hak-Hak Anak Hasil Tindak Pidana Perkosaan Berdasarkan Perspektif Viktimologi
Penegakan Hukum atas Hak-Hak Anak Hasil Tindak Pidana Perkosaan Berdasarkan Perspektif Viktimologi
Artikel ini bertujuan untuk mendalami penegakan hukum atas hak-hak anak yang dilahirkan hasil dari tindak pidana perkosaan. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan metod...

Back to Top