Javascript must be enabled to continue!
Makna Tanda Kekerasan Seksual terhadap Perempuan
View through CrossRef
Abstract. Cases of sexual violence in Indonesia occupy the highest position with a total of 11,236 cases recorded, in which the majority of victims are women with various statuses. Film is a form of mass communication that is considered easy in disseminating information to the public, especially regarding the issue of sexual violence. One of the films that discusses the issue of sexual violence is the film Photocopier by Wregas Bhanuteja. The meaning of signs of sexual violence against women can be found through scenes and dialogues from the film Photocopier in 12 scenes. In this film, it is told that there is a female student named Suryani or Sur who has been a victim of sexual violence which resulted in her scholarship being revoked. This film is the only Indonesian film and the most watched non-English film in the world and has been watched for 6.92 million hours globally in one week. The purpose of this research is to see the meaning of the sign of sexual violence against women contained in the film, which will then take some of the necessary scene cuts. This study was compiled using qualitative methods with Roland Barthes' semiotic analysis which focuses on three levels of meaning. First, the meaning of the denotation which shows the meaning of the sign of sexual violence against women, namely when Amin was found to have traded female student content that was sexual in nature. Second, the connotative meaning which explains that acts of sexual violence experienced by women are not a serious matter and are instead taken for granted. Finally, the meaning of the myth that emerges from this film is that women who wear revealing clothes are more vulnerable to becoming victims of sexual violence than other people around them.
Abstrak. Kasus kekerasan seksual di Indonesia menempati posisi tertinggi dengan total 11.236 kasus yang tercatat, di mana sebagian besar korbannya adalah seorang perempuan dengan berbagai status. Film merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang dianggap mudah dalam menyebarkan informasi kepada khalayak, khususnya mengenai isu kekerasan seksual. Salah satu film yang membahas mengenai isu kekerasan seksual adalah film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan dapat ditemukan melalui scene-scene maupun dialog dari film Penyalin Cahaya sebanyak 12 scene. Dalam film ini, diceritakan ada salah seorang mahasiswi bernama Suryani atau Sur yang telah menjadi korban kekerasan seksual sehingga mengakibatkan beasiswanya dicabut. Film ini menjadi satu-satunya film Indonesia dan film nonInggris yang paling banyak ditonton di dunia dan telah ditonton selama 6,92 juta jam secara global dalam jangka waktu satu minggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan yang terkandung dalam film yang kemudian akan diambil beberapa potongan adegan yang dibutuhkan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang berfokus pada tiga level pemaknaan. Pertama, makna denotasi yang memperlihatkan makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan yaitu ketika Amin yang didapati telah memperjualbelikan konten mahasiswi yang berbau seksual. Kedua, makna konotasi yang menjelaskan bahwa tindak kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan bukanlah suatu hal yang serius dan justru dianggap remeh. Terakhir, makna mitos yang muncul dari film ini yaitu mengenai perempuan yang mengenakan pakaian terbuka lebih rentan menjadi korban tindak kekerasan seksual dari orang lain disekitarnya.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Makna Tanda Kekerasan Seksual terhadap Perempuan
Description:
Abstract.
Cases of sexual violence in Indonesia occupy the highest position with a total of 11,236 cases recorded, in which the majority of victims are women with various statuses.
Film is a form of mass communication that is considered easy in disseminating information to the public, especially regarding the issue of sexual violence.
One of the films that discusses the issue of sexual violence is the film Photocopier by Wregas Bhanuteja.
The meaning of signs of sexual violence against women can be found through scenes and dialogues from the film Photocopier in 12 scenes.
In this film, it is told that there is a female student named Suryani or Sur who has been a victim of sexual violence which resulted in her scholarship being revoked.
This film is the only Indonesian film and the most watched non-English film in the world and has been watched for 6.
92 million hours globally in one week.
The purpose of this research is to see the meaning of the sign of sexual violence against women contained in the film, which will then take some of the necessary scene cuts.
This study was compiled using qualitative methods with Roland Barthes' semiotic analysis which focuses on three levels of meaning.
First, the meaning of the denotation which shows the meaning of the sign of sexual violence against women, namely when Amin was found to have traded female student content that was sexual in nature.
Second, the connotative meaning which explains that acts of sexual violence experienced by women are not a serious matter and are instead taken for granted.
Finally, the meaning of the myth that emerges from this film is that women who wear revealing clothes are more vulnerable to becoming victims of sexual violence than other people around them.
Abstrak.
Kasus kekerasan seksual di Indonesia menempati posisi tertinggi dengan total 11.
236 kasus yang tercatat, di mana sebagian besar korbannya adalah seorang perempuan dengan berbagai status.
Film merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang dianggap mudah dalam menyebarkan informasi kepada khalayak, khususnya mengenai isu kekerasan seksual.
Salah satu film yang membahas mengenai isu kekerasan seksual adalah film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja.
Makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan dapat ditemukan melalui scene-scene maupun dialog dari film Penyalin Cahaya sebanyak 12 scene.
Dalam film ini, diceritakan ada salah seorang mahasiswi bernama Suryani atau Sur yang telah menjadi korban kekerasan seksual sehingga mengakibatkan beasiswanya dicabut.
Film ini menjadi satu-satunya film Indonesia dan film nonInggris yang paling banyak ditonton di dunia dan telah ditonton selama 6,92 juta jam secara global dalam jangka waktu satu minggu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan yang terkandung dalam film yang kemudian akan diambil beberapa potongan adegan yang dibutuhkan.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang berfokus pada tiga level pemaknaan.
Pertama, makna denotasi yang memperlihatkan makna tanda kekerasan seksual terhadap perempuan yaitu ketika Amin yang didapati telah memperjualbelikan konten mahasiswi yang berbau seksual.
Kedua, makna konotasi yang menjelaskan bahwa tindak kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan bukanlah suatu hal yang serius dan justru dianggap remeh.
Terakhir, makna mitos yang muncul dari film ini yaitu mengenai perempuan yang mengenakan pakaian terbuka lebih rentan menjadi korban tindak kekerasan seksual dari orang lain disekitarnya.
Related Results
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS) merupakan momentum bagi negara untuk hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi korban kejahatan kekerasan sek...
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak. Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun ...
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual se...
Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
ABSTRACT-The phenomenon of violence that occurs in children in Indonesia is increasing, especially acts of sexual violence. Many acts of sexual violence that occur in children occu...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN PELAJAR
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN PELAJAR
Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh pelajar. Bentuk kekerasan seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, atau eksploitasi seksual. Dampaknya meli...
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK USIA DINI
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK USIA DINI
Maraknya pemberitaan di media massa mengenai kekerasan seksual terhadap anak cukup membuat masyarakat terkejut. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung ...

