Javascript must be enabled to continue!
Maraknya Permohonan Pengesahan Perkawinan di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
View through CrossRef
Abstract
Banjarmasin as a metropolitan city is characterized by a dense population, development of the city center, economy, education, access to technology and information as well as the availability of various infrastructure and entertainment facilities. Progress on these various sides should be directly proportional to the level of obedience to the law, the one is the obligation to register a marriage officially. However, based on data from 2015 until 2019, that there is an increase in applications for marriage isbat at the Banjarmasin City Religious Court. This means, there are still many unregistered marriages. This study aims to determine how the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin as a metropolitan city and the factors. The method of this study is used empirical/field research, and the approach of this study is used the sociology and anthropology of law. The results of this study was indicated that: 1) the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin is dominated by the lower class with economic problems and low education; 2) The most dominant factor is the legal culture of the community that views religious law (classical fiqh) as sufficient of validity criteria in the marriage. Therefore, they consider that the marriage isbat can be proposed at any time as a solution to their unregistered marriage.
Keywords: phenomenon, marriage isbat, metropolitan
Abstrak
Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan yang ditandai dengan padatnya jumlah penduduk, perkembangan pusat kota, ekonomi, pendidikan, akses teknologi dan informasi serta ketersediaan berbagai infrastruktur dan sarana hiburan. Kemajuan di berbagai sisi tersebut seyogyanya berbanding lurus dengan tingkat ketaatan terhadap hukum, salah satunya kewajiban mencatatkan pernikahan secara resmi. Akan tetapi, berdasarkan data tahun 2015 hingga 2019, terlihat adanya peningkatan pengajuan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Banjarmasin. Ini artinya, masih banyak terdapat pernikahan yang tidak tercatat.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana fenomena isbat nikah yang terjadi di kota Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan dan faktor-faktor yang menyebabkan maraknya hal tersebut. metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris/field research, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) fenomena isbat nikah di kota Banjarmasin didominasi oleh kalangan lower class yang memiliki problematika ekonomi dan renfdahnya pendidikan; 2) faktor paling dominan disebabkan budaya hukum masyarakat yang memandang hukum agama (fikih klasik) sudah cukup memenuhi kriteria keabsahan pernikahan mereka. Akibatnya, mereka menganggap bahwa isbat nikah bisa saja sewaktu-waktu diajukan sebagai solusi pernikahan mereka yang tidak tercatat tersebut.
Kata kunci: fenomena, isbat nikah, metropolitan
Yayasan Pendidikan Al-Amin
Title: Maraknya Permohonan Pengesahan Perkawinan di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
Description:
Abstract
Banjarmasin as a metropolitan city is characterized by a dense population, development of the city center, economy, education, access to technology and information as well as the availability of various infrastructure and entertainment facilities.
Progress on these various sides should be directly proportional to the level of obedience to the law, the one is the obligation to register a marriage officially.
However, based on data from 2015 until 2019, that there is an increase in applications for marriage isbat at the Banjarmasin City Religious Court.
This means, there are still many unregistered marriages.
This study aims to determine how the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin as a metropolitan city and the factors.
The method of this study is used empirical/field research, and the approach of this study is used the sociology and anthropology of law.
The results of this study was indicated that: 1) the phenomenon of marriage isbat in the city of Banjarmasin is dominated by the lower class with economic problems and low education; 2) The most dominant factor is the legal culture of the community that views religious law (classical fiqh) as sufficient of validity criteria in the marriage.
Therefore, they consider that the marriage isbat can be proposed at any time as a solution to their unregistered marriage.
Keywords: phenomenon, marriage isbat, metropolitan
Abstrak
Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan yang ditandai dengan padatnya jumlah penduduk, perkembangan pusat kota, ekonomi, pendidikan, akses teknologi dan informasi serta ketersediaan berbagai infrastruktur dan sarana hiburan.
Kemajuan di berbagai sisi tersebut seyogyanya berbanding lurus dengan tingkat ketaatan terhadap hukum, salah satunya kewajiban mencatatkan pernikahan secara resmi.
Akan tetapi, berdasarkan data tahun 2015 hingga 2019, terlihat adanya peningkatan pengajuan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Banjarmasin.
Ini artinya, masih banyak terdapat pernikahan yang tidak tercatat.
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana fenomena isbat nikah yang terjadi di kota Banjarmasin sebagai salah satu kota metropolitan dan faktor-faktor yang menyebabkan maraknya hal tersebut.
metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris/field research, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) fenomena isbat nikah di kota Banjarmasin didominasi oleh kalangan lower class yang memiliki problematika ekonomi dan renfdahnya pendidikan; 2) faktor paling dominan disebabkan budaya hukum masyarakat yang memandang hukum agama (fikih klasik) sudah cukup memenuhi kriteria keabsahan pernikahan mereka.
Akibatnya, mereka menganggap bahwa isbat nikah bisa saja sewaktu-waktu diajukan sebagai solusi pernikahan mereka yang tidak tercatat tersebut.
Kata kunci: fenomena, isbat nikah, metropolitan
.
Related Results
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
Pencatatan perkawinan merupakan proses yang sangat penting untuk kepastian hukum pada suatu pasangan yang melakukan perkawinan. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang P...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
TINJAUAN HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN
TINJAUAN HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN
Perkawinan Campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarga negaraan...
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
Penelitian ini membahas mengenai dinamika penyelesaian perkara poligamipengadilan agama Parepare, dengan sub masalah:1) Bagaimana proses permohonan Izin perkawinan poligami. 2) Bag...
Keabsahan Perkawinan Via Video Conference
Keabsahan Perkawinan Via Video Conference
This study aims to determine and analyze the validity of marriages and the application of marriage registration via video conference in Indonesia’s positive law which regulates mar...
Penyelundupan Hukum Dalam Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia; Kajian Dalam Perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Perkawinan
Penyelundupan Hukum Dalam Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia; Kajian Dalam Perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Perkawinan
Abstrak: Perkawinan di Indonesia menjadi konsep utama sebelum pasangan suami istri melangsungkan hidup bersama, yang tidak hanya di atur berdasarkan hukum negara, tetapi telah dia...
IMPLEMENTASI KEBIIJAKAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) DI KALIMANTAN SELATAN
IMPLEMENTASI KEBIIJAKAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) DI KALIMANTAN SELATAN
Pendidikan Diniyah formal (PDF) merupakan Lembaga Pendidikan Islam formal yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah. Di satu sisi, Lembaga Pendidikan ini diakui oleh pem...

