Javascript must be enabled to continue!
pariwisata
View through CrossRef
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsinya bagi pelayaran( subiyakto 2005). Sungai tersebut sebagai sarana penghubung banjarmasin dengan daerah lainnya di kalimantan selatan dan kalimantan tengah.selain sungai barito dan sungai martapura, di wilayah kota banjarmasin mengalir beberapa sungai yang ukuran sedang yakni sungai andai, sungai kuin, sungai alalak, sungai tatas, sungai kalayan, serta sungai pekapuran. ( subiyakto 2005 ). Selebihnya tidak terhitung untuk anak-anak sungai karena banjarmasin di juluki kota seribu sungai.Penelitian tentang teori konsep masyarakat tepain sungai dalam menjaga kebelanjutan sungai banjarmasin, yang ada di kalimantan, masyarakat banjar dilihat dari berkembang pendapatannya, sungai merupakan unsur terpenting, yakni fakta menujukkan masyrakat banjar adalah masyarakat yang tempat tinggalnya di dekat bantaran tepian sungai. Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak sungai sebagai salah satu sumber daya alamnya. Sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Selatan adalah Sungai Barito, yang mata airnya berasal dari pedalaman Kalimantan Tengah dan bermuara ke Laut Jawa. Sungai Barito mempunyai banyak anak sungai, dan wilayah di sepanjang aliran sungai ini sejak jaman dulu telah menjadi tempat konsentrasi pemukiman penduduk. Oleh karena itu, sejak dulu lokasi kota-kota banyak yang berada di sekitar muara sungai atau tepi pantai. Banjarmasin adalah kota seribu sungai dengan julukannya itu Banjarmasin sangat terkenal dengan sungai-sungainya, masyarakat di Banjarmasin yang sangat bergantung pada sungai seperti melakukan kegiatan mandi, mencuci, bahkan untuk melakukan perdagangan dilakukan di sungai, seperti pasar terapung yang masih ada sampai kini. Ciri khas Banjarmasin sebagai kota sungai tergambar dari permukiman vernakular dengan karakter arsitektur tepian sungainya. Secara fisik identitas keruangan arsitektur tepian sungai di Banjarmasin terdiri dari komponen rumah lanting, rumah bantaran sungai, rumah tepi sungai, titian, batang, dermaga, dan jamban. Identitas non fisik terlihat pada budaya kehidupan sungai dengan aktivitas masyarakatnya yang masih memiliki keterikatan dengan fungsi sungai.
Title: pariwisata
Description:
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai.
Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsinya bagi pelayaran( subiyakto 2005).
Sungai tersebut sebagai sarana penghubung banjarmasin dengan daerah lainnya di kalimantan selatan dan kalimantan tengah.
selain sungai barito dan sungai martapura, di wilayah kota banjarmasin mengalir beberapa sungai yang ukuran sedang yakni sungai andai, sungai kuin, sungai alalak, sungai tatas, sungai kalayan, serta sungai pekapuran.
( subiyakto 2005 ).
Selebihnya tidak terhitung untuk anak-anak sungai karena banjarmasin di juluki kota seribu sungai.
Penelitian tentang teori konsep masyarakat tepain sungai dalam menjaga kebelanjutan sungai banjarmasin, yang ada di kalimantan, masyarakat banjar dilihat dari berkembang pendapatannya, sungai merupakan unsur terpenting, yakni fakta menujukkan masyrakat banjar adalah masyarakat yang tempat tinggalnya di dekat bantaran tepian sungai.
Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak sungai sebagai salah satu sumber daya alamnya.
Sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Selatan adalah Sungai Barito, yang mata airnya berasal dari pedalaman Kalimantan Tengah dan bermuara ke Laut Jawa.
Sungai Barito mempunyai banyak anak sungai, dan wilayah di sepanjang aliran sungai ini sejak jaman dulu telah menjadi tempat konsentrasi pemukiman penduduk.
Oleh karena itu, sejak dulu lokasi kota-kota banyak yang berada di sekitar muara sungai atau tepi pantai.
Banjarmasin adalah kota seribu sungai dengan julukannya itu Banjarmasin sangat terkenal dengan sungai-sungainya, masyarakat di Banjarmasin yang sangat bergantung pada sungai seperti melakukan kegiatan mandi, mencuci, bahkan untuk melakukan perdagangan dilakukan di sungai, seperti pasar terapung yang masih ada sampai kini.
Ciri khas Banjarmasin sebagai kota sungai tergambar dari permukiman vernakular dengan karakter arsitektur tepian sungainya.
Secara fisik identitas keruangan arsitektur tepian sungai di Banjarmasin terdiri dari komponen rumah lanting, rumah bantaran sungai, rumah tepi sungai, titian, batang, dermaga, dan jamban.
Identitas non fisik terlihat pada budaya kehidupan sungai dengan aktivitas masyarakatnya yang masih memiliki keterikatan dengan fungsi sungai.
Related Results
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kabupaten Simalungun merupakan salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara yang memiliki pemasukan daerah berupa sektor pariwisata danau toba. Sebelum pandemi covid19, Kabupate...
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
Seiring dengan potensi ekonomi pariwisata syariah global maka para pemangku kepentingan di Indonesia mengembangkan regulasi, destinasi, fasilitas pendukung, dan akomodasi pariwisat...
OPTIMALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM UPAYA PEMULIHAN PARIWISATA MENUJU ENDEMI COVID-19 DI PROVINSI BALI
OPTIMALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM UPAYA PEMULIHAN PARIWISATA MENUJU ENDEMI COVID-19 DI PROVINSI BALI
Pemberhentian kegiatan operasional jasa wisata berdampak langsung kepada industri pariwisata di Bali. mengingat Bali merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat diminati di Indo...
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Penelitian ini berjudul “Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)”. Rumusan masalah dalam penelitian...
Dampak Covid-19 terhadap Pariwisata Bali Ditinjau dari Sektor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan (Sebuah Tinjauan Pustaka)
Dampak Covid-19 terhadap Pariwisata Bali Ditinjau dari Sektor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan (Sebuah Tinjauan Pustaka)
Dampak covid-19 sangat berpengaruh besar dalam berbagai sektor, khususnya bagi pelaku dan usaha pariwisata, apalagi Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata. Dalam tulisan berupa...
BUDAYA, PARIWISATA DAN ETHNO-ECOTOURISM: KAJIAN ANTROPOLOGI PARIWISATA DI PROVINSI LAMPUNG
BUDAYA, PARIWISATA DAN ETHNO-ECOTOURISM: KAJIAN ANTROPOLOGI PARIWISATA DI PROVINSI LAMPUNG
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji antropologi pariwisata dan membangun sebuah model ethno-ecotourism yang berbasiskan pada potensi kearifan lokal untuk pengembangan pariwisata b...
Analisis Potensi Budaya Lokal sebagai Atraksi Wisata Dusun Segunung
Analisis Potensi Budaya Lokal sebagai Atraksi Wisata Dusun Segunung
Potensi budaya sebagai atraksi wisata dianggap sebagai salah satu faktor terbesar dalam menarik wisatawan. Destinasi pariwisata rintisan yang mengusung kearifan lokal menjadi poten...
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA SEKTOR PARIWISATA PASCA DISAHKANNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA SEKTOR PARIWISATA PASCA DISAHKANNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA
Salah satu sektor yang membantu pemulihan ekonomi nasional adalah sektor pariwisata. Bahkan, banyak negara menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar dalam menghasilkan devisa. Pen...

