Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ulasan Singkat Tinjauan Yuridis Pendayagunaan Kekurangan Syarat Subyektif Dan Obyektif Dalam Pembatalan Perjanjian

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa Syarat sah Perjanjian yang termaktub pada Pasal 1320 KUHPerdata. Pihak-pihak dalam perjanjian terkadang gagal memahami hak dan kewajiban mereka, sehingga Ketika muncul kerugian mereka tidak paham langkah apa guna menghapus perjanjian tersebut. Hal ini memunculkan permasalahan: bagaimana upaya maksimal pihak yang merasa dirugikan dalam perjanjian tersebut dan bagaimana langkah pembatalan suatu perjanjian yang dipandang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan data kualitatif yang menitikberatkan data sekunder melalui penerapan norma-norma, kaidah-kaidah dalam hukum positif, serta pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Upaya maksimal pihak yang merasa dirugikan dalam suatu perjanjian adalah memanfaatkan solusi dan mekanisme pembatalan perjanjian dan, langkah pembatalan suatu perjanjian yang dipandang tidak memenuhi syarat subyektif dilakukan melalui pengajuan pembatalan perjanjian ke Pengadilan Negeri maupun mengajukan pembuktian langsung bahwa perjanjian tersebut batal demi hukum secara seketika akibat tidak terpenuhinya persyaratan obyektif. AbstractThis research aims to analyze the Validity Requirements of Agreements as stipulated in Article 1320 of the Civil Code. The parties in the agreement sometimes fail to understand their rights and obligations, so when losses occur, they do not know what steps to take to terminate the agreement. This raises the issue: what are the maximum efforts of the party who feels aggrieved in the agreement and what are the steps to annul an agreement that is deemed not in accordance with the laws and regulations in Indonesia. This research is a normative legal study with qualitative data that emphasizes secondary data through the application of norms and rules in positive law, as well as an approach to legislation. Research results show that: The maximum effort of the aggrieved party in an agreement is to utilize the solutions and mechanisms for canceling the agreement, and the cancellation of an agreement deemed not to meet subjective requirements is carried out by submitting a cancellation of the agreement to the District Court or by directly proving that the agreement is void by law immediately due to the failure to meet objective requirements.
Title: Ulasan Singkat Tinjauan Yuridis Pendayagunaan Kekurangan Syarat Subyektif Dan Obyektif Dalam Pembatalan Perjanjian
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa Syarat sah Perjanjian yang termaktub pada Pasal 1320 KUHPerdata.
Pihak-pihak dalam perjanjian terkadang gagal memahami hak dan kewajiban mereka, sehingga Ketika muncul kerugian mereka tidak paham langkah apa guna menghapus perjanjian tersebut.
Hal ini memunculkan permasalahan: bagaimana upaya maksimal pihak yang merasa dirugikan dalam perjanjian tersebut dan bagaimana langkah pembatalan suatu perjanjian yang dipandang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan data kualitatif yang menitikberatkan data sekunder melalui penerapan norma-norma, kaidah-kaidah dalam hukum positif, serta pendekatan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Upaya maksimal pihak yang merasa dirugikan dalam suatu perjanjian adalah memanfaatkan solusi dan mekanisme pembatalan perjanjian dan, langkah pembatalan suatu perjanjian yang dipandang tidak memenuhi syarat subyektif dilakukan melalui pengajuan pembatalan perjanjian ke Pengadilan Negeri maupun mengajukan pembuktian langsung bahwa perjanjian tersebut batal demi hukum secara seketika akibat tidak terpenuhinya persyaratan obyektif.
 AbstractThis research aims to analyze the Validity Requirements of Agreements as stipulated in Article 1320 of the Civil Code.
The parties in the agreement sometimes fail to understand their rights and obligations, so when losses occur, they do not know what steps to take to terminate the agreement.
This raises the issue: what are the maximum efforts of the party who feels aggrieved in the agreement and what are the steps to annul an agreement that is deemed not in accordance with the laws and regulations in Indonesia.
This research is a normative legal study with qualitative data that emphasizes secondary data through the application of norms and rules in positive law, as well as an approach to legislation.
Research results show that: The maximum effort of the aggrieved party in an agreement is to utilize the solutions and mechanisms for canceling the agreement, and the cancellation of an agreement deemed not to meet subjective requirements is carried out by submitting a cancellation of the agreement to the District Court or by directly proving that the agreement is void by law immediately due to the failure to meet objective requirements.

Related Results

Analisa Daluarsa Gugatan Pembatalan Perjanjian Akibat Adanya Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheiden)
Analisa Daluarsa Gugatan Pembatalan Perjanjian Akibat Adanya Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheiden)
Dalam perkembangannya, dapat dilihat bahwa gugatan pembatalan perjanjian akibat tidak adanya kesepakatan di dalam Syarat pertama Pasal 1320 BW, tidak terbatas hanya di dalam Pasal ...
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia, interaksi tersebut seringkali diwujudkan dengan sebuah perjanjian, pada mulanya perjanjian dibuat secara...
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Perjanjian merupakan kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kebutuhan di bidang ekonomi. Perjanjian termasuk salah satu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk melakuk...
TELAAH FIKIH DAN HUKUM ADAT TERHADAP PEMBATALAN PERTUNANGAN
TELAAH FIKIH DAN HUKUM ADAT TERHADAP PEMBATALAN PERTUNANGAN
Karya ini membahas permasalahan tentang pelaksanaan denda akibat pembatalan pertunangan dan tinjauannya hukum Islam dan hukum adat. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini ...
Kepastian Hukum Perjanjian Lisan Arisan Online dalam Perspektif Hukum Perdata
Kepastian Hukum Perjanjian Lisan Arisan Online dalam Perspektif Hukum Perdata
Perjanjian online secara lisan sangat beresiko terjadinya pelanggaran karena anggota yang ikut bisa saja lupa jumlah uang akan dibayarkan, dan aturan lain yang dibuat secara lisan ...
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Pelaksanaan dalam memproses data yuridis pada program PTSL dilakukan oleh Satgas Yuridis PTSL namun dalam kewenangannya, Satgas Yuridis memiliki hambatan sehingga dapat mengakibatk...
Implementasi UN Model Law dalam Penolakan Pelaksanaan dan Pembatalan Putusan Arbitrase pada Perma 3/2023
Implementasi UN Model Law dalam Penolakan Pelaksanaan dan Pembatalan Putusan Arbitrase pada Perma 3/2023
Abstrak: Dalam UN Model Law terdapat ketentuan mengenai syarat-syarat agar dapat dilakukannya penolakan pelaksanaan dan pembatalan putusan arbitrase. Ketentuan tersebut diatur dala...

Back to Top