Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
View through CrossRef
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pembangunan nasional dan pendidikan, sudah sepatutnya dalam pembangunan taman menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan membahas bagaimana penggunaan bahasa untuk papan penanda yang ada di Tebet Ecopark dilihat dari sudut pandang informasi yang tersaji dan makna simbolik di dalamnya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lanskap linguistik menggunakan teori Spolsky dan Coper (1997) dan Landry dan Bourhis (1991). Hasil penelitiannya adalah dilihat dari jumlah bahasa yang digunakan, papan peresmian adalah satu-satunya papan penanda yang menggunakan bahasa Indonesia. Untuk papan penanda jalan dan wahana, digunakan pula dua bahasa model komplementasi, yaitu dua jenis kalimat berbeda dan saling melengkapi. Penamaan area taman menggunakan bahasa Inggris sementara papan aturan di area menggunakan berbahasa Indonesia dengan munculnya beberapa kata bahasa Inggris. Akan tetapi, untuk papan tanda kewaspadaan, pembuat papan tanda menggunakan bahasa Indonesia secara dominan dan hanya ada satu kata berbahasa Inggris yaitu orange. Dari aspek jumlah bahasa dan bilingualitas yang muncul di setiap papan penanda, dapat dilihat makna simbolik. Peminggiran bahasa terjadi di dalam papan penanda peraturan dan petunjuk jalan. Penggunaan istilah bahasa Inggris pada nama jalan juga termasuk peminggiran bahasa Indonesia. Makna simbolik dari papan peresmian dan papan penanda kewaspadaan lebih menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Seharusnya, pembuat bahasa papan penanda ini menyadari bahwa bahasa Indonesia sangat penting seperti dalam keadaan darurat dan papan peresmian agar para pengunjung paham apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat. Papan penanda lainnya pun harus berfokus kepada penggunaan bahasa Indonesia. Barulah ketika Bahasa Indonesia sudah dominan di setiap papan penanda, bahasa lain diperbolehkan sebagai bahasa kedua dengan ukuran yang lebih kecil tetapi dengan model duplikasi, mengulang maksud yang sama agar tidak terjadi peminggiran bahasa Indonesia.
Atma Jaya Catholic University of Indonesia
Title: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Description:
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dari kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pembangunan nasional dan pendidikan, sudah sepatutnya dalam pembangunan taman menggunakan bahasa Indonesia.
Penelitian ini bertujuan membahas bagaimana penggunaan bahasa untuk papan penanda yang ada di Tebet Ecopark dilihat dari sudut pandang informasi yang tersaji dan makna simbolik di dalamnya.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lanskap linguistik menggunakan teori Spolsky dan Coper (1997) dan Landry dan Bourhis (1991).
Hasil penelitiannya adalah dilihat dari jumlah bahasa yang digunakan, papan peresmian adalah satu-satunya papan penanda yang menggunakan bahasa Indonesia.
Untuk papan penanda jalan dan wahana, digunakan pula dua bahasa model komplementasi, yaitu dua jenis kalimat berbeda dan saling melengkapi.
Penamaan area taman menggunakan bahasa Inggris sementara papan aturan di area menggunakan berbahasa Indonesia dengan munculnya beberapa kata bahasa Inggris.
Akan tetapi, untuk papan tanda kewaspadaan, pembuat papan tanda menggunakan bahasa Indonesia secara dominan dan hanya ada satu kata berbahasa Inggris yaitu orange.
Dari aspek jumlah bahasa dan bilingualitas yang muncul di setiap papan penanda, dapat dilihat makna simbolik.
Peminggiran bahasa terjadi di dalam papan penanda peraturan dan petunjuk jalan.
Penggunaan istilah bahasa Inggris pada nama jalan juga termasuk peminggiran bahasa Indonesia.
Makna simbolik dari papan peresmian dan papan penanda kewaspadaan lebih menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Seharusnya, pembuat bahasa papan penanda ini menyadari bahwa bahasa Indonesia sangat penting seperti dalam keadaan darurat dan papan peresmian agar para pengunjung paham apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
Papan penanda lainnya pun harus berfokus kepada penggunaan bahasa Indonesia.
Barulah ketika Bahasa Indonesia sudah dominan di setiap papan penanda, bahasa lain diperbolehkan sebagai bahasa kedua dengan ukuran yang lebih kecil tetapi dengan model duplikasi, mengulang maksud yang sama agar tidak terjadi peminggiran bahasa Indonesia.
Related Results
lanskap Linguistik WUJUD PERTARUNGAN MULTILINGUAL: Kajian Lanskap Linguistik
lanskap Linguistik WUJUD PERTARUNGAN MULTILINGUAL: Kajian Lanskap Linguistik
Bentangan linguistic yang tersaji di ruang publik selalu menarik perhatian. Banyak peristiwa yang dapat diungkap di balik penggunaan bahasa tersebut. Lanskap linguistik sebagai sal...
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata. Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tert...
EVALUASI FUNGSI REKREASI, EDUKASI, EKOLOGI DAN ESTETIKA PADA ECOPARK ANCOL JAKARTA UTARA
EVALUASI FUNGSI REKREASI, EDUKASI, EKOLOGI DAN ESTETIKA PADA ECOPARK ANCOL JAKARTA UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Ecopark Ancol, Jakarta Utara, berdasarkan kriteria Ecopark yang fokus pada keberlimpahan lingkungan. Penelitian ini mengguna...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kehadiran linguistik korpus telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai penelitian yang mengkaji bahasa, tak terkecuali kajian penerjemahan. Dampak dari linguistik ko...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Serat bahan alam dapat dijadikan pengganti material komposit yang ramah lingkungan. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu serat alam hasil pengolahan industr...
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
Bahasa merupakan sekumpulan tanda-tanda yang menggiring pada suatu makna tertentu. Strukturalisme Ferdinand de Saussure beranggapan penanda (signifier) berkaitan erat dengan petand...

