Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK

View through CrossRef
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata. Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tertua di Kabupaten Madiun. Potensi tersebut akan dikembangkan sebagai potensi budaya tradisi dan industri kreatif dengan produk andalannya, yaitu brem. Sejalan dengan itu, Desa Kaliabu sebagai desa wisata tentunya memiliki lanskap linguistik berupa papan nama yang dapat menggambarkan fenomena sosial, makna budaya, serta pengaruh sikap bahasa terhadap lanskap tersebut. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa masyarakat yang terlihat dalam penggunaan bahasa pada lanskap linguistik di Desa Kaliabu. Fokus penelitian ini adalah variasi bahasa yang digunakan pada penamaan toko brem yang ada di Desa Kaliabu dan fungsi lanskap linguistik di Kawasan Wisata Brem, Desa Kaliabu. Kemudian, berdasarkan variasi bahasa dan fungsi lanskap tersebut dapat tergambar sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu. Data yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 19 data berupa foto-foto lanskap nama toko brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Data yang dipilih merupakan lanskap dari usaha menengah dan usaha kecil yang sudah memiliki papan nama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif berdasarkan aspek semantik dan sosiolinguistik. Aspek semantik ditelaah berdasarkan makna kata dan asal bahasanya, sedangkan aspek sosiolinguistik menghubungkan antara penggunaan bahasa dengan sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu. Hasil temuan berupa (1) dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam tingkatan yang sama pada penamaan toko brem di Desa Kaliabu, (2) kode bahasa monolingual terlihat lebih dominan dibandingkan bilingual, (3) pola penamaan didominasi oleh susunan dua kata dengan pola (n) + (n), dan (4) sikap bahasa yang ditunjukkan masyarakat terhadap bahasa Indonesia dan Jawa adalah positif, sedangkan sikap terhadap bahasa asing adalah negatif. Hal itu menunjukkan bahwa melalui lanskap linguistik, masyarakat di desa tersebut masih mempertahankan bahasa lokal dan bahasa nasional dalam kehidupan sosial mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di desa tersebut telah ikut mendorong pelestarian budaya, adat, dan tradisi sesuai dengan manfaat adanya desa wisata.
Title: SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
Description:
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata.
Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tertua di Kabupaten Madiun.
Potensi tersebut akan dikembangkan sebagai potensi budaya tradisi dan industri kreatif dengan produk andalannya, yaitu brem.
Sejalan dengan itu, Desa Kaliabu sebagai desa wisata tentunya memiliki lanskap linguistik berupa papan nama yang dapat menggambarkan fenomena sosial, makna budaya, serta pengaruh sikap bahasa terhadap lanskap tersebut.
Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa masyarakat yang terlihat dalam penggunaan bahasa pada lanskap linguistik di Desa Kaliabu.
Fokus penelitian ini adalah variasi bahasa yang digunakan pada penamaan toko brem yang ada di Desa Kaliabu dan fungsi lanskap linguistik di Kawasan Wisata Brem, Desa Kaliabu.
Kemudian, berdasarkan variasi bahasa dan fungsi lanskap tersebut dapat tergambar sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu.
Data yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 19 data berupa foto-foto lanskap nama toko brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Data yang dipilih merupakan lanskap dari usaha menengah dan usaha kecil yang sudah memiliki papan nama.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif berdasarkan aspek semantik dan sosiolinguistik.
Aspek semantik ditelaah berdasarkan makna kata dan asal bahasanya, sedangkan aspek sosiolinguistik menghubungkan antara penggunaan bahasa dengan sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu.
Hasil temuan berupa (1) dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam tingkatan yang sama pada penamaan toko brem di Desa Kaliabu, (2) kode bahasa monolingual terlihat lebih dominan dibandingkan bilingual, (3) pola penamaan didominasi oleh susunan dua kata dengan pola (n) + (n), dan (4) sikap bahasa yang ditunjukkan masyarakat terhadap bahasa Indonesia dan Jawa adalah positif, sedangkan sikap terhadap bahasa asing adalah negatif.
Hal itu menunjukkan bahwa melalui lanskap linguistik, masyarakat di desa tersebut masih mempertahankan bahasa lokal dan bahasa nasional dalam kehidupan sosial mereka.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di desa tersebut telah ikut mendorong pelestarian budaya, adat, dan tradisi sesuai dengan manfaat adanya desa wisata.

Related Results

PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, adalah salah satu desa yang berpotensi untuk dikembangan menjadi Desa Wisata sebagai Wisata Edukasi. Kekuatan daya tarik yang dim...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
lanskap Linguistik WUJUD PERTARUNGAN MULTILINGUAL: Kajian Lanskap Linguistik
lanskap Linguistik WUJUD PERTARUNGAN MULTILINGUAL: Kajian Lanskap Linguistik
Bentangan linguistic yang tersaji di ruang publik selalu menarik perhatian. Banyak peristiwa yang dapat diungkap di balik penggunaan bahasa tersebut. Lanskap linguistik sebagai sal...
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum masih sering terjadi dan belum dapat ditangani Pengembangan Desa wisata di Desa kerap belum berjalan dengan baik oleh pemerintah Desa di...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik sepertiĀ ...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...

Back to Top