Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Menggunakan Metode Simple Addictive Weighting (Saw)

View through CrossRef
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain. Permasalahan sampah menjadi keluhan seluruh masyarakat desa maupun kota, oleh karena itu perlu ditangani agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan. Terdapat beberapa permasalahan yang sudah timbul terkait dengan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu pertumbuhan penyakit, pencemaran udara, asap pembakaran, gangguan kebisingan dan dampak sosial terhadap warga sekitar lokasi TPA. Banyak cara mengatasi permasalahan sampah tersebut salah satunya dengan mengadakan lokasi TPA sampah. TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahapterakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Banten. Dalam setiap unit kerja yang ada pada Dinas Kabupaten Pandeglang, terdapat salah satu Dinas yang bertugas mengelola kebersihan yaitu Dinas Cipta Karya, Penataan Ruang dan Kebersihan. . Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya Dinas Cipta Karya Kabupaten Pandeglang dengan adanya sistem pendukung keputusan akan sangat membantu Dinas Cipta Karya dalam menentukan lokasi TPA sampah. Dengan SPK ini pemerintah Kabupaten Pandeglang akan lebih mudah dalam menentukan lokasi TPA. Metode yang di pakai dalam sistem ini adalah metode Simple Addictive Weighting (SAW) yang merupakan suatu model pendukung keputusan yang seringjuga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW ini cukup efektif dalam menyederhanakan dan mempercepat proses serta hasil pengambilan keputusan yang merupakan metode yang cukup fleksibel dan dapat membuat keputusan yang terbaik dan tepat untuk menentukan lokasi TPA sampah rekomendasi di Kabupaten Pandeglang
Title: Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Menggunakan Metode Simple Addictive Weighting (Saw)
Description:
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain.
Permasalahan sampah menjadi keluhan seluruh masyarakat desa maupun kota, oleh karena itu perlu ditangani agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan.
Terdapat beberapa permasalahan yang sudah timbul terkait dengan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu pertumbuhan penyakit, pencemaran udara, asap pembakaran, gangguan kebisingan dan dampak sosial terhadap warga sekitar lokasi TPA.
Banyak cara mengatasi permasalahan sampah tersebut salah satunya dengan mengadakan lokasi TPA sampah.
TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahapterakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.
TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya.
Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Banten.
Dalam setiap unit kerja yang ada pada Dinas Kabupaten Pandeglang, terdapat salah satu Dinas yang bertugas mengelola kebersihan yaitu Dinas Cipta Karya, Penataan Ruang dan Kebersihan.
.
Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya Dinas Cipta Karya Kabupaten Pandeglang dengan adanya sistem pendukung keputusan akan sangat membantu Dinas Cipta Karya dalam menentukan lokasi TPA sampah.
Dengan SPK ini pemerintah Kabupaten Pandeglang akan lebih mudah dalam menentukan lokasi TPA.
Metode yang di pakai dalam sistem ini adalah metode Simple Addictive Weighting (SAW) yang merupakan suatu model pendukung keputusan yang seringjuga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut.
Metode SAW ini cukup efektif dalam menyederhanakan dan mempercepat proses serta hasil pengambilan keputusan yang merupakan metode yang cukup fleksibel dan dapat membuat keputusan yang terbaik dan tepat untuk menentukan lokasi TPA sampah rekomendasi di Kabupaten Pandeglang.

Related Results

Prototipe Sistem Pengukur Ketinggian Permukaan Sampah Pada Tempat Pembuangan Sementara Menggunakan Arduino Dan Web Gis
Prototipe Sistem Pengukur Ketinggian Permukaan Sampah Pada Tempat Pembuangan Sementara Menggunakan Arduino Dan Web Gis
Sampah adalah limbah yang tidak digunakan lagi bisa dalam bentuk padat, cair, atau gas. Sampah membuat lingkungan tidak nyaman karena menyebabkan bau busuk. Masalah sampah menjadi ...
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Kajian Kelayakan Teknis Dan Lingkungan Pemilihan Dan Penetapan Tpa Regional Provinsi Bengkulu
Kajian Kelayakan Teknis Dan Lingkungan Pemilihan Dan Penetapan Tpa Regional Provinsi Bengkulu
Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) merupakan suatu paradigma pengelolaan lingkungan hidup yang dijadikan dasar dalam pemanfaatan sumber daya alam dan lingku...
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Sampah di Indonesia merupakan masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Timbulan sampah dari waktu ke waktu masih fluktuatif jumlahnya. Pembuangan sampah rumah tangga sembarangan j...
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Perumahan Karanglo Indah, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur adalah salah satu perumahan menengah dengan beberapa masalah terkait dengan layanan sampah ...
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Abstrak Sebagai Institusi Perguruan Tinggi, Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa reguler maupun nonreguler, dosen tetap dan dosen tidak tetap, serta pegawai administrasi di s...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...

Back to Top