Javascript must be enabled to continue!
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
View through CrossRef
Abstrak Sebagai Institusi Perguruan Tinggi, Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa reguler maupun nonreguler, dosen tetap dan dosen tidak tetap, serta pegawai administrasi di setiap fakultas yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan tersebut dipastikan akan mengakibatkan peningkatan terhadap jumlah sampah. Sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di setiap fakultas akan menghasilkan jenis sampah yang beragam pula. Penanganan sampah tiap hari di tiap fakultas untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke suatu tempat pengumpulan sementara (semacam TPS) lalu dibakar. Tujuan perencanaan ini yaitu untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah paradigma baru dengan menerapkan prinsip 3R di kawasan Selatan UNTAN. Lokasi perencanaan terletak di kawasan UNTAN dengan luas wilayah 119,3 hektar. Perencanaan sistem pengelolaan sampah di kawasan Selatan UNTAN meliputi perencanaan aspek teknis operasional pengelolaan sampah, yaitu perencanaan pewadahan sampah di sumber, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pengolahan sampah di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) UNTAN. Untuk mendapatkan jumlah sampah yang dihasilkan tiap fakultas dilakukan sampling dari tiga fakultas. Pengambilan sampah dilakukan selama 5 hari pada pukul 8.00 di setiap sumber sampah yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa volume timbulan sampah di kawasan Selatan UNTAN adalah sebanyak 14,73 m/hari sampah organik dan 14,51 m/hari sampah anorganik. Jumlah pewadahan yang dibutuhkan untuk tiap sumber sampah UNTAN Selatan yaitu sebanyak 149 pasang tong sampah ukuran 30 liter dan sebanyak 42 pasang tong sampah ukuran 60 liter. Jumlah alat angkut sampah yang dibutuhkan untuk kawasan UNTAN Selatan adalah sebanyak 10 unit gerobak motor dan 1 unit pickup. Jumlah lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST UNTAN Selatan adalah seluas 75,25 m. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 1.066.775.000,-. Biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp 20.807.333,-/tahun. Kata-kata kunci: sistem pengelolaan sampah, prinsip 3R, TPST
Title: PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Description:
Abstrak Sebagai Institusi Perguruan Tinggi, Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa reguler maupun nonreguler, dosen tetap dan dosen tidak tetap, serta pegawai administrasi di setiap fakultas yang terus meningkat setiap tahunnya.
Peningkatan tersebut dipastikan akan mengakibatkan peningkatan terhadap jumlah sampah.
Sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di setiap fakultas akan menghasilkan jenis sampah yang beragam pula.
Penanganan sampah tiap hari di tiap fakultas untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke suatu tempat pengumpulan sementara (semacam TPS) lalu dibakar.
Tujuan perencanaan ini yaitu untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah paradigma baru dengan menerapkan prinsip 3R di kawasan Selatan UNTAN.
Lokasi perencanaan terletak di kawasan UNTAN dengan luas wilayah 119,3 hektar.
Perencanaan sistem pengelolaan sampah di kawasan Selatan UNTAN meliputi perencanaan aspek teknis operasional pengelolaan sampah, yaitu perencanaan pewadahan sampah di sumber, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pengolahan sampah di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) UNTAN.
Untuk mendapatkan jumlah sampah yang dihasilkan tiap fakultas dilakukan sampling dari tiga fakultas.
Pengambilan sampah dilakukan selama 5 hari pada pukul 8.
00 di setiap sumber sampah yang telah ditentukan.
Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa volume timbulan sampah di kawasan Selatan UNTAN adalah sebanyak 14,73 m/hari sampah organik dan 14,51 m/hari sampah anorganik.
Jumlah pewadahan yang dibutuhkan untuk tiap sumber sampah UNTAN Selatan yaitu sebanyak 149 pasang tong sampah ukuran 30 liter dan sebanyak 42 pasang tong sampah ukuran 60 liter.
Jumlah alat angkut sampah yang dibutuhkan untuk kawasan UNTAN Selatan adalah sebanyak 10 unit gerobak motor dan 1 unit pickup.
Jumlah lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST UNTAN Selatan adalah seluas 75,25 m.
Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 1.
066.
775.
000,-.
Biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp 20.
807.
333,-/tahun.
Kata-kata kunci: sistem pengelolaan sampah, prinsip 3R, TPST.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adan...
SOSIALISASI INOVASI MENGUBAH SAMPAH MENJADI BERKAH DI DESA CIKAKAK
SOSIALISASI INOVASI MENGUBAH SAMPAH MENJADI BERKAH DI DESA CIKAKAK
Sampah merupakan hal yang selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari hampir semua aktivitas yang dilakukan akan menghasilkan sampah. Begitu pula yang terjadi di di desa Cikakak ...
DESAIN REVITALISASI RUMAH SAMPAH DI DESA TRANGSAN KECAMATAN GATAK GUNA OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
DESAIN REVITALISASI RUMAH SAMPAH DI DESA TRANGSAN KECAMATAN GATAK GUNA OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
ABSTRAK
Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, merupakan salah satu sentra pengrajin mebel rotan di Kabupaten Sukoharjo yang menghasilkan limbah organik dan anorganik dalam jumlah signif...
Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
Sampah merupakan sisa aktivitas manusia dan/atau proses alam dengan timbulan sampah berbentuk padat sehingga perlu dikelola lebih lanjut. Laju timbulan sampah terus meningkat seiri...
Pengembangan Kapasitas Bank Sampah untuk Mereduksi Sampah di Kota Tanjungpinang
Pengembangan Kapasitas Bank Sampah untuk Mereduksi Sampah di Kota Tanjungpinang
Tingginya tingkat perkembangan penduduk dan pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan semakin banyaknya sampah yang dihasilkan yang bersumber dari sumber timbulan sampah yaitu samp...

