Javascript must be enabled to continue!
Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
View through CrossRef
Sampah merupakan sisa aktivitas manusia dan/atau proses alam dengan timbulan sampah berbentuk padat sehingga perlu dikelola lebih lanjut. Laju timbulan sampah terus meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat namun berbanding terbalik dengan pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah oleh masyarakat masih belum optimal. Dimana sampah dipandang sebagai bahan buangan atau limbah yang bisa langsung dibuang tanpa perlu dikelola. Masyarakat memandang sampah adalah sesuatu yang kotor dan harus segera dibuang. Mengelola sampah dipandang sangat merepotkan sehingga pengelolaan sederhanapun masih jarang ditemui di rumah tangga. Pengelolaan tersebut adalah dengan memisahkan jenis sampah menjadi organik dan anorganik. Kebiasaan dalam penanganan sampah oleh masyarakat yaitu dibakar, di buang ke selokan, lahan kosong, atau sungai. Prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yaitu mengurangi timbulan sampah, memanfaatkan kembali sampah serta mendaur ulang sampah belum dipraktekkan. Desa Jelegong merupakan salah satu Desa di Kecamatan Rancaekek dengan182.539 penduduk. Kecamatan Rancaekek berpenduduk terbesar kedua berbanding lurus dengan timbulan sampah yang dihasilkan per hari yaitu sebesar 73015,6 kg/hari setelah Kecamatan Baleendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Jelegong. Penelitian menggunakan Metode deskriptif analitis dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 63 KK sebagai sampel penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan pengumpulan data melalui instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendapatan p-value (0,000), pengetahuan p-value (0,000), sikap p-value (0,000), dan pekerjaan p-value (0,011) dengan perilaku pengelolaan sampah. Perlu upaya menyeluruh dan berkesinambungan melalui kemitraan dalam pengelolaan sampah terutama dengan prinsip 3R.
Title: Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
Description:
Sampah merupakan sisa aktivitas manusia dan/atau proses alam dengan timbulan sampah berbentuk padat sehingga perlu dikelola lebih lanjut.
Laju timbulan sampah terus meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat namun berbanding terbalik dengan pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah oleh masyarakat masih belum optimal.
Dimana sampah dipandang sebagai bahan buangan atau limbah yang bisa langsung dibuang tanpa perlu dikelola.
Masyarakat memandang sampah adalah sesuatu yang kotor dan harus segera dibuang.
Mengelola sampah dipandang sangat merepotkan sehingga pengelolaan sederhanapun masih jarang ditemui di rumah tangga.
Pengelolaan tersebut adalah dengan memisahkan jenis sampah menjadi organik dan anorganik.
Kebiasaan dalam penanganan sampah oleh masyarakat yaitu dibakar, di buang ke selokan, lahan kosong, atau sungai.
Prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yaitu mengurangi timbulan sampah, memanfaatkan kembali sampah serta mendaur ulang sampah belum dipraktekkan.
Desa Jelegong merupakan salah satu Desa di Kecamatan Rancaekek dengan182.
539 penduduk.
Kecamatan Rancaekek berpenduduk terbesar kedua berbanding lurus dengan timbulan sampah yang dihasilkan per hari yaitu sebesar 73015,6 kg/hari setelah Kecamatan Baleendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Jelegong.
Penelitian menggunakan Metode deskriptif analitis dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 63 KK sebagai sampel penelitian.
Penentuan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan pengumpulan data melalui instrumen kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendapatan p-value (0,000), pengetahuan p-value (0,000), sikap p-value (0,000), dan pekerjaan p-value (0,011) dengan perilaku pengelolaan sampah.
Perlu upaya menyeluruh dan berkesinambungan melalui kemitraan dalam pengelolaan sampah terutama dengan prinsip 3R.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
Pertumbuhan jumlah penduduk membuat aktivitas rumah tangga semakin tinggi yang berdampak pada jumlah timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan salah satunya adalah sampah B3 ru...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Sampah di Indonesia merupakan masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Timbulan sampah dari waktu ke waktu masih fluktuatif jumlahnya. Pembuangan sampah rumah tangga sembarangan j...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak. Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...

