Javascript must be enabled to continue!
PANDANGAN WARTAWAN TELEVISI PADA PELIPUTAN KERUSUHAN AKSI 22 MEI
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, pemaknaan serta pengalaman wartawan televisi pada saat peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstuktivis dengan metode studi fenomenologi. Informan dalam penelitian ini merupakan wartawan televisi INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, dan CNN Indonesia. Hasil penelitian menunjukan,bahwa wartawan televisi memahami peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu definisi peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei, etika peliputan kerusuhan dan posisi peliputan wartawan. Wartawan televisi juga memaknai peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu pentingnya peran wartawan televisi dan mendahulukan humanisme. Berdasarkan pengalamannya yaitu adanya hambatan peliputan, intimidasi dan diskriminasi serta keselamatan peliputan.
This study aims to determine the understanding, interpretation, and experience of television reporters during the rioting of the May 22 Action. The theory used is Alfred Schutz's phenomenology theory. This research uses a qualitative approach and uses a constructivist paradigm with phenomenological study methods. The informants in this study were television reporters from INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, and CNN Indonesia. This study concludes that television journalists understand the May 22 riots coverage, namely the definition of May 22 riots coverage, the ethics of riot reporting, and the position of journalists covering. Television reporters also interpreted the reporting of the May 22 riots, namely the importance of the role of television journalists and prioritizing humanism. Based on his experience, there are barriers to coverage, intimidation, and discrimination, as well as safety of coverage.
Title: PANDANGAN WARTAWAN TELEVISI PADA PELIPUTAN KERUSUHAN AKSI 22 MEI
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, pemaknaan serta pengalaman wartawan televisi pada saat peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei.
Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Alfred Schutz.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstuktivis dengan metode studi fenomenologi.
Informan dalam penelitian ini merupakan wartawan televisi INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, dan CNN Indonesia.
Hasil penelitian menunjukan,bahwa wartawan televisi memahami peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu definisi peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei, etika peliputan kerusuhan dan posisi peliputan wartawan.
Wartawan televisi juga memaknai peliputan kerusuhan Aksi 22 Mei yaitu pentingnya peran wartawan televisi dan mendahulukan humanisme.
Berdasarkan pengalamannya yaitu adanya hambatan peliputan, intimidasi dan diskriminasi serta keselamatan peliputan.
This study aims to determine the understanding, interpretation, and experience of television reporters during the rioting of the May 22 Action.
The theory used is Alfred Schutz's phenomenology theory.
This research uses a qualitative approach and uses a constructivist paradigm with phenomenological study methods.
The informants in this study were television reporters from INews TV, Net TV, Kompas TV, RTV, Jawa Pos TV, TVOne, and CNN Indonesia.
This study concludes that television journalists understand the May 22 riots coverage, namely the definition of May 22 riots coverage, the ethics of riot reporting, and the position of journalists covering.
Television reporters also interpreted the reporting of the May 22 riots, namely the importance of the role of television journalists and prioritizing humanism.
Based on his experience, there are barriers to coverage, intimidation, and discrimination, as well as safety of coverage.
Related Results
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wartawan di Provinsi Riau
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wartawan di Provinsi Riau
Salah satu hak wartawan sebagai pekerja yakni untuk mendapatkan pelindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Terutama karena wartawan dalam menjalankan tugas sering kali berad...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
STRATEGI MENGHADAPI WARTAWAN ABAL-ABAL
STRATEGI MENGHADAPI WARTAWAN ABAL-ABAL
Pasca reformasi 1998, pertumbuhan media di Indonesia meningkat pesat, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999. Dimana salah satu isinya menjamin kemer...
Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan
Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan
Perkembangan Dewan Pers sejak era Reformasi telah mengalami perubahan yang signifikan. Pada era orde baru, Dewan Pers dibawah bayang-bayang intervensi pemerintah. Kini Dewan Pers t...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARTAWAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM MELIPUT BERITA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARTAWAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM MELIPUT BERITA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hak dan kewajiban wartawan dalam peliputan pemberitaan serta mengkaji bentuk Perlindungan Hukum Bagi Wartawan yang Mengalami ...
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
Saat ini menonton televisi tidak menjadi pilihan utama bagi generasi saat ini. Di era globalilasi saat ini banya sekali media yang dipilih selain televisi. Penggunaan Televisi berb...
Problematika Penegakan Hukum dalam Prinsip Kemerdekaan Pers: Studi Media Siber dan Wartawan Abal-Abal di Kota Tanjungpinang
Problematika Penegakan Hukum dalam Prinsip Kemerdekaan Pers: Studi Media Siber dan Wartawan Abal-Abal di Kota Tanjungpinang
Media massa dan wartawan merupakan dua sumber daya yang saling berhubungan. Perusahaan media massa tidak profesional berdampak negatif terhadap kehidupan pers. Media massa dan wart...
Peliputan Bencana Alam oleh Pewarta Foto di Sulawesi Tengah pada September 2018
Peliputan Bencana Alam oleh Pewarta Foto di Sulawesi Tengah pada September 2018
Ketika bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi terjadi di Sulawesi Tengah pada September 2018, kebutuhan kantor media (wire service) terhadap berita foto akan meningkat, me...

