Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peliputan Bencana Alam oleh Pewarta Foto di Sulawesi Tengah pada September 2018

View through CrossRef
Ketika bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi terjadi di Sulawesi Tengah pada September 2018, kebutuhan kantor media (wire service) terhadap berita foto akan meningkat, menggerakkan pewarta foto melakukan peliputan melalui penugasan atau pengajuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses persiapan, peliputan, pengolahan, pemberitaan dan hambatan pewarta foto saat menjalankan tugasya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 ayat 1. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif (qualitative research). Hasil penelitian menunjukkan, pewarta foto yang melakukan peliputan wajib memiliki persiapan, baik informasi, peralatan peliputan dan perlengkapan pribadi. Untuk memudahkan melakukan peliputan harus memanfaatkan jaringan relasi sekecil apapun dan pemandu lokal (pixer). Tema peliputan juga beragam, tidak selalu tentang kesedihan dan kehancuran. Pengolahan foto menggunakan beberapa software editing yang sesuai dengan kode etik foto jurnalistik dan mengisi teks kedalam file foto. Proses foto publish di kantor berita bagi staf dan stringer juga berbeda. Berita foto yang dikirim staf/pewarta foto tidak lagi melalui proses seleksi namun hanya melalui proses koreksi foto dan teks. Foto yang dikirim stringer melalui proses seleksi oleh editor.
Title: Peliputan Bencana Alam oleh Pewarta Foto di Sulawesi Tengah pada September 2018
Description:
Ketika bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi terjadi di Sulawesi Tengah pada September 2018, kebutuhan kantor media (wire service) terhadap berita foto akan meningkat, menggerakkan pewarta foto melakukan peliputan melalui penugasan atau pengajuan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses persiapan, peliputan, pengolahan, pemberitaan dan hambatan pewarta foto saat menjalankan tugasya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 ayat 1.
Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif (qualitative research).
Hasil penelitian menunjukkan, pewarta foto yang melakukan peliputan wajib memiliki persiapan, baik informasi, peralatan peliputan dan perlengkapan pribadi.
Untuk memudahkan melakukan peliputan harus memanfaatkan jaringan relasi sekecil apapun dan pemandu lokal (pixer).
Tema peliputan juga beragam, tidak selalu tentang kesedihan dan kehancuran.
Pengolahan foto menggunakan beberapa software editing yang sesuai dengan kode etik foto jurnalistik dan mengisi teks kedalam file foto.
Proses foto publish di kantor berita bagi staf dan stringer juga berbeda.
Berita foto yang dikirim staf/pewarta foto tidak lagi melalui proses seleksi namun hanya melalui proses koreksi foto dan teks.
Foto yang dikirim stringer melalui proses seleksi oleh editor.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
AbstractHealth crisis is an event/series of events that threaten the health of individuals or communities caused by disasters and / or potentially disasters. Researchs on health cr...
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
Latar belakang :  Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan kerugian baik harta benda, nyawa dan lingkungan. Faktor alam, non alam, dan faktor manusia merupakan fa...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Konstruksi Makna Jurnalis Foto Kebencanaan dalam Karya Foto Jurnalistik
Konstruksi Makna Jurnalis Foto Kebencanaan dalam Karya Foto Jurnalistik
Abstract. Journalists are one of the professions that demands a honesty and fairness for the culprit, because the journalist is as one the real form of information through media fo...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
Upaya manajemen bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini memerlukan dukungan dari media massa dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat. Degradasi lingkungan dan gl...

Back to Top