Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Public awareness untuk mengurangi risiko bencana

View through CrossRef
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandung risiko terjadinya bencana. Dengan demikian pada masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan berisiko bencana, sangat diperlukan adanya pemahaman yang cukup tentang kondisi dan risiko bencana yang mungkin terjadi di daerah tempat tinggal mereka. Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki kesiapan yang cukup untuk dapat menghadapi bencana dan kemudian dapat pula secepatnya pulih kembali seandainya terjadi bencana. Sementara bila masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi bencana, maka yang terjadi adalah timbulnya korban yang terlalu besar dan pemulihan yang memakan waktu panjang untuk masyarakat dapat kembali menjalani hidup yang normal selepas bencana. Beberapa dampak yang timbul akibat bencana diantaranya adalah korban jiwa, hilangnya harta benda, serta rusaknya infrastuktur dan lingkungan. Selain itu situasi chaos selepas terjadinya bencana biasanya juga diwarnai dengan rumor atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang semakin memperkeruh keadaan untuk pemulihan masyarakat. Lambatnya proses rehabilitasi dan rekons-truksi pasca bencana juga dapat terjadi apabila masyarakat menolak untuk mengikuti dan mendukung program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Bahkan upaya edukasi tentang bencana yang dilakukan oleh pemerintah juga akan berjalan kurang optimal jika masyarakat belum memahami sepenuhnya tentang pengurangan risiko bencana yang sebenarnya sangat mereka butuhkan. Sikap masyarakat yang seperti ini umumnya bersumber dari kurang dimilikinya pemahaman dan pengetahuan tentang risiko bencana serta upaya penanggulangan bencana yang dapat dilakukan. Pentingnya peran pengetahuan dan inovasi ini bertujuan agar budaya keselamatan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di semua tingkat dapat terwujud. Sebagai contoh, kemajuan pengetahuan di bidang geologi dapat menjelaskan banyak hal terkait dengan sejarah bencana di suatu tempat, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat untuk menjelaskan mengapa suatu bencana terjadi. Dengan memberikan kesadaran dan pemahaman (public awareness) tentang risiko bencana tersebut diharapkan masyarakat akan dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.Kata kunci: bencana, public awareness, pengurangan risiko bencana
Title: Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Description:
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandung risiko terjadinya bencana.
Dengan demikian pada masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan berisiko bencana, sangat diperlukan adanya pemahaman yang cukup tentang kondisi dan risiko bencana yang mungkin terjadi di daerah tempat tinggal mereka.
Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki kesiapan yang cukup untuk dapat menghadapi bencana dan kemudian dapat pula secepatnya pulih kembali seandainya terjadi bencana.
Sementara bila masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi bencana, maka yang terjadi adalah timbulnya korban yang terlalu besar dan pemulihan yang memakan waktu panjang untuk masyarakat dapat kembali menjalani hidup yang normal selepas bencana.
Beberapa dampak yang timbul akibat bencana diantaranya adalah korban jiwa, hilangnya harta benda, serta rusaknya infrastuktur dan lingkungan.
Selain itu situasi chaos selepas terjadinya bencana biasanya juga diwarnai dengan rumor atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang semakin memperkeruh keadaan untuk pemulihan masyarakat.
Lambatnya proses rehabilitasi dan rekons-truksi pasca bencana juga dapat terjadi apabila masyarakat menolak untuk mengikuti dan mendukung program-program yang dicanangkan oleh pemerintah.
Bahkan upaya edukasi tentang bencana yang dilakukan oleh pemerintah juga akan berjalan kurang optimal jika masyarakat belum memahami sepenuhnya tentang pengurangan risiko bencana yang sebenarnya sangat mereka butuhkan.
Sikap masyarakat yang seperti ini umumnya bersumber dari kurang dimilikinya pemahaman dan pengetahuan tentang risiko bencana serta upaya penanggulangan bencana yang dapat dilakukan.
Pentingnya peran pengetahuan dan inovasi ini bertujuan agar budaya keselamatan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di semua tingkat dapat terwujud.
Sebagai contoh, kemajuan pengetahuan di bidang geologi dapat menjelaskan banyak hal terkait dengan sejarah bencana di suatu tempat, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat untuk menjelaskan mengapa suatu bencana terjadi.
Dengan memberikan kesadaran dan pemahaman (public awareness) tentang risiko bencana tersebut diharapkan masyarakat akan dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Kata kunci: bencana, public awareness, pengurangan risiko bencana.

Related Results

Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
Latar belakang :  Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan kerugian baik harta benda, nyawa dan lingkungan. Faktor alam, non alam, dan faktor manusia merupakan fa...
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
Upaya manajemen bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini memerlukan dukungan dari media massa dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat. Degradasi lingkungan dan gl...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
Kesiapan dan pencegahan terhadap bencana alam merupakan salah satu faktor dalam mengurangi dampak kerugian serta korban. Bencana adalah suatu rangkaian peristiwa mengganggu, merusa...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
AbstractHealth crisis is an event/series of events that threaten the health of individuals or communities caused by disasters and / or potentially disasters. Researchs on health cr...

Back to Top