Javascript must be enabled to continue!
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
View through CrossRef
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi perhatian para petani, sehingga risiko terus menerus terjadi tanpa ada pengelolaan yang baik. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi, mengukur, dan memberikan usulan strategi untuk meminimalkan risiko. Metode yang digunakan yaitu Enterprise Risk Management (ERM). Hasil pada penelitian ini yaitu diperoleh 30 risiko yang terjadi pada CV. Citra Nusa Prima. Risiko tersebut terdiri dari 4 risiko pada penyediaan input, 9 risiko pada penumbuhan dan pengendalian, 2 risiko pada pemanenan, 5 risiko pada pembersihan dan pengemasan, 6 risiko pada pemasaran, 2 risiko pada keuangan, dan 2 risiko pada tenaga kerja. Risiko yang telah teridentifikasi kemudian dipetakan dan diperoleh 12 risiko undesirable, 9 risiko unacceptable, 5 risiko acceptable, dan 4 risiko negligible. Dari 30 risiko yang terjadi, respon risiko yang dapat dilakukan yaitu 11 risiko diterima, 13 risiko dikurangi, 5 risiko dicegah, dan 1 risiko akan dibagi. Strategi yang diusulkan untuk meminimalkan risiko yang terjadi terdapat 15 usulan strategi.
Title: Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Description:
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko.
Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar.
Risiko yang terjadi belum menjadi perhatian para petani, sehingga risiko terus menerus terjadi tanpa ada pengelolaan yang baik.
Tujuan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi, mengukur, dan memberikan usulan strategi untuk meminimalkan risiko.
Metode yang digunakan yaitu Enterprise Risk Management (ERM).
Hasil pada penelitian ini yaitu diperoleh 30 risiko yang terjadi pada CV.
Citra Nusa Prima.
Risiko tersebut terdiri dari 4 risiko pada penyediaan input, 9 risiko pada penumbuhan dan pengendalian, 2 risiko pada pemanenan, 5 risiko pada pembersihan dan pengemasan, 6 risiko pada pemasaran, 2 risiko pada keuangan, dan 2 risiko pada tenaga kerja.
Risiko yang telah teridentifikasi kemudian dipetakan dan diperoleh 12 risiko undesirable, 9 risiko unacceptable, 5 risiko acceptable, dan 4 risiko negligible.
Dari 30 risiko yang terjadi, respon risiko yang dapat dilakukan yaitu 11 risiko diterima, 13 risiko dikurangi, 5 risiko dicegah, dan 1 risiko akan dibagi.
Strategi yang diusulkan untuk meminimalkan risiko yang terjadi terdapat 15 usulan strategi.
Related Results
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran jamur tiram di Kota Mataram; (2) Mengetahui faktor internal dan eksternal usaha pemasaran jamur tiram di Kota Matar...
Substitusi Jamur Tiram pada Pembuatan Nugget Jantung Pisang
Substitusi Jamur Tiram pada Pembuatan Nugget Jantung Pisang
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram; 2) mengetahui resep nugget jantung pisa...
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
Budidaya jamur tiram di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, bisa menjadi alternatif untuk memberdayakan komunitas lokal untuk menjadi masyarakat yang lebih produktif serta seb...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON JAMUR TIRAM PADA GAPOKTAN MULYO SANTOSO KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON JAMUR TIRAM PADA GAPOKTAN MULYO SANTOSO KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
Jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang cukup digemari masyarakat dan juga berguna bagi tubuh karena bergizi tinggi dan rendah lemak....
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
Desa Koto Agung Kecamatan Keliling Danau merupakan daerah pegunungan yang berhawa sejuk dengan curah hujan cukup tinggi. maka sangat mendukung sekaliĀ dalam membudidayakan jamur ti...
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI LINGKUNGAN KAMPUS FMIPA UNIMED
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI LINGKUNGAN KAMPUS FMIPA UNIMED
Universitas Negeri Medan sebagai kampus yang memiliki Jurusan Biologi yang mempelajarai berbagai jamur dan pekembangannya dalam matakuliah mikrobiologi serta didukung oleh lahan ya...

