Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Substitusi Jamur Tiram pada Pembuatan Nugget Jantung Pisang

View through CrossRef
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram; 2) mengetahui resep nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram yang paling disukai; dan 3) mengetahui proses pembuatan dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram yang paling disukai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dan uji hedonik. Substitusi jamur tiram pada pembutan nugget jantung pisang yaitu sebanyak 10%, 30%, 60% dari berat penggunaan jantung pisang. Jumlah Panelis yang mengisi kuesioner sebanyak 30 orang Panelis tidak terlatih. Kuesioner menggunakan 5 skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan, produk nugget jantung pisang yang paling disukai yaitu nugget dengan penambahan jantung pisang sebanyak 40% dan jamur tiram sebanyak 60%. Resep dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram terbaik meliputi 140 g jantung pisang, 210 g jamur tiram, 75 g tepung terigu, 6 butir telur, dan 100 ml air. Untuk bumbu meliputi ½ buah bawang bombay ukuran sedang, 3 siung bawang putih, 1 sdt merica bubuk, ½ sdt pala bubuk, 3 ½ sdt garam dan 1 sdt gula pasir, serta 500 ml minyak untuk menggoreng. Untuk bahan pelapis meliputi 4 butir telur dan 350 g tepung roti. Proses pembuatan dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram meliputi 1) proses pencucian, pengirisan, perebusan selama 10 menit dan penirisan air dari jantung pisang dan jamur tiram; 2) pencampuran dan penghalusan semua bahan dengan bumbu; 3) pencetakan adonan nugget; 4) pengukusan adonan nugget selama 40 menit; 5) pendinginan nugget; 6) pencetakan nugget dan pelapisan; 7) penggorengan nugget; dan 8) penirisan minyak. Dapat disimpulkan bahwa produk nugget terbaik yaitu dengan persentase 40% jantung pisang dan 60% jamur tiram. Kata Kunci: nugget, jantung pisang, jamur tiram
Title: Substitusi Jamur Tiram pada Pembuatan Nugget Jantung Pisang
Description:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram; 2) mengetahui resep nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram yang paling disukai; dan 3) mengetahui proses pembuatan dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram yang paling disukai.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dan uji hedonik.
Substitusi jamur tiram pada pembutan nugget jantung pisang yaitu sebanyak 10%, 30%, 60% dari berat penggunaan jantung pisang.
Jumlah Panelis yang mengisi kuesioner sebanyak 30 orang Panelis tidak terlatih.
Kuesioner menggunakan 5 skala hedonik.
Hasil penelitian menunjukkan, produk nugget jantung pisang yang paling disukai yaitu nugget dengan penambahan jantung pisang sebanyak 40% dan jamur tiram sebanyak 60%.
Resep dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram terbaik meliputi 140 g jantung pisang, 210 g jamur tiram, 75 g tepung terigu, 6 butir telur, dan 100 ml air.
Untuk bumbu meliputi ½ buah bawang bombay ukuran sedang, 3 siung bawang putih, 1 sdt merica bubuk, ½ sdt pala bubuk, 3 ½ sdt garam dan 1 sdt gula pasir, serta 500 ml minyak untuk menggoreng.
Untuk bahan pelapis meliputi 4 butir telur dan 350 g tepung roti.
Proses pembuatan dari nugget jantung pisang dengan substitusi jamur tiram meliputi 1) proses pencucian, pengirisan, perebusan selama 10 menit dan penirisan air dari jantung pisang dan jamur tiram; 2) pencampuran dan penghalusan semua bahan dengan bumbu; 3) pencetakan adonan nugget; 4) pengukusan adonan nugget selama 40 menit; 5) pendinginan nugget; 6) pencetakan nugget dan pelapisan; 7) penggorengan nugget; dan 8) penirisan minyak.
Dapat disimpulkan bahwa produk nugget terbaik yaitu dengan persentase 40% jantung pisang dan 60% jamur tiram.
 Kata Kunci: nugget, jantung pisang, jamur tiram.

Related Results

Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran jamur tiram di Kota Mataram; (2) Mengetahui faktor internal dan eksternal usaha pemasaran jamur tiram di Kota Matar...
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI IOT DI KM 15 KARANG JOANG BALIKPAPAN
Budidaya jamur tiram di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, bisa menjadi alternatif untuk memberdayakan komunitas lokal untuk menjadi masyarakat yang lebih produktif serta seb...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON JAMUR TIRAM PADA GAPOKTAN MULYO SANTOSO KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON JAMUR TIRAM PADA GAPOKTAN MULYO SANTOSO KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
Jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang cukup digemari masyarakat dan juga berguna bagi tubuh karena bergizi tinggi dan rendah lemak....
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM BERBASIS MEDIA LIMBAH GERGAJI KAYU UNTUK MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU
Desa Koto Agung Kecamatan Keliling Danau merupakan daerah pegunungan yang berhawa sejuk dengan curah hujan cukup tinggi. maka sangat mendukung sekali  dalam membudidayakan jamur ti...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang  yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI LINGKUNGAN KAMPUS FMIPA UNIMED
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI LINGKUNGAN KAMPUS FMIPA UNIMED
Universitas Negeri Medan sebagai kampus yang memiliki Jurusan Biologi yang mempelajarai berbagai jamur dan pekembangannya dalam matakuliah mikrobiologi serta didukung oleh lahan ya...

Back to Top