Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sistem Informasi Layanan Rehabilitasi Pengguna NAPZA Berbasis Web pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kolaka

View through CrossRef
Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) memerlukan layanan rehabilitasi yang terkelola secara efektif, terintegrasi, dan mudah diakses. Namun, proses layanan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kolaka masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data, penyampaian informasi, dan efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi layanan rehabilitasi pengguna NAPZA berbasis web guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan data rehabilitasi. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak dengan pendekatan pengembangan sistem Prototype, yang memungkinkan interaksi intensif antara pengembang dan pengguna dalam proses penyempurnaan sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem dirancang menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan flowchart, serta diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan antarmuka berbasis HTML dan CSS. Selain itu, sistem terintegrasi dengan WhatsApp API untuk mendukung notifikasi dan penyampaian informasi layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengelola data rehabilitasi secara terstruktur, mempercepat penyampaian informasi, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan rehabilitasi. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi pendukung dalam peningkatan layanan rehabilitasi NAPZA berbasis teknologi informasi
Title: Sistem Informasi Layanan Rehabilitasi Pengguna NAPZA Berbasis Web pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kolaka
Description:
Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) memerlukan layanan rehabilitasi yang terkelola secara efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.
Namun, proses layanan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kolaka masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data, penyampaian informasi, dan efisiensi pelayanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi layanan rehabilitasi pengguna NAPZA berbasis web guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan data rehabilitasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak dengan pendekatan pengembangan sistem Prototype, yang memungkinkan interaksi intensif antara pengembang dan pengguna dalam proses penyempurnaan sistem.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Sistem dirancang menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan flowchart, serta diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan antarmuka berbasis HTML dan CSS.
Selain itu, sistem terintegrasi dengan WhatsApp API untuk mendukung notifikasi dan penyampaian informasi layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengelola data rehabilitasi secara terstruktur, mempercepat penyampaian informasi, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan rehabilitasi.
Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi pendukung dalam peningkatan layanan rehabilitasi NAPZA berbasis teknologi informasi.

Related Results

PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di kabupaten Kediri, dalam mengatasi pecandu narkotika, meski ada hambatan yang dihadapi, terutama masalah sarana dan prasarana reha...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENERAPAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA OLEH PENYIDIK DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR INDRAGIRI HILIR
PENERAPAN REHABILITASI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA OLEH PENYIDIK DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR INDRAGIRI HILIR
Penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika terus dilakukan oleh aparat penegak hukum berpedoman pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun dalam kenyataa...
Pertimbangan Hakim Memutus Lebih Ringan Terhadap Perkara Pecandu Narkotika
Pertimbangan Hakim Memutus Lebih Ringan Terhadap Perkara Pecandu Narkotika
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis putusan hakim dalam memberikan putusan pada perkara tindak pidana narkotika yang UU Narkotika menganut double track system, yaitu menerapka...
Kebijakan Hukum Pidana Mengenai Depenalisasi Terhadap Penyalahguna Narkotika Melalui Rehabilitasi
Kebijakan Hukum Pidana Mengenai Depenalisasi Terhadap Penyalahguna Narkotika Melalui Rehabilitasi
The objectives of this study are: 1) To find the legal arrangements regarding the depenalization of narcotics abusers through rehabilitation. 2) To find the criminal law policy reg...
Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report
Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Apabila NAPZA digunakan secara terus menerus dan berlebihan...
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko
Abstract. This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups. The study employs a ...
Perlindungan Hukum Korban Penyalahgunaan Narkotika Melalui Double Track System
Perlindungan Hukum Korban Penyalahgunaan Narkotika Melalui Double Track System
Pembuktian seorang pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika untuk direhabilitasi terbilang cukup sulit sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoti...

Back to Top