Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report
View through CrossRef
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Apabila NAPZA digunakan secara terus menerus dan berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan. Kecanduan NAPZA baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental penggunanya. Ketika pecandu NAPZA tidak memiliki keyakinan untuk menghadapi masalah, maka akan berpeluang untuk relapse. Dalam mengurangi risiko relapse, self-efficacy memiliki peran penting membantu individu melawan keinginan untuk menggunakan NAPZA serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Pendekatan psikologis seperti strength-based therapy dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA melalui strength-based therapy. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental yang diterapkan kepada seorang responden laki-laki pecandu NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di Soerojo Hospital, Magelang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Terdapat peningkatan self-efficacy dalam 3 kali evaluasi menggunakan kuesioner GSES. Sebelum dilakukan intervensi, pasien diberikan pre-test dan skor GSES menunjukkan angka 25 yang berarti rendah. Setelah pasien diberikan intervensi selama 5 hari, pasien diberikan post-test pertama dan didapatkan skor GSES 30. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 5 skor. Kemudian dilanjutkan intervensi hingga hari ke-10 dan dilakukan post-test kedua. Pada post-test kedua didapatkan skor 37 yang mana menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 7 skor dari post-test pertama. Penerapan strength-based therapy dapat meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penerapan strength-based therapy memberikan manfaat untuk menggali dan memahami kekuatan diri sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy supaya tidak relapse setelah selesai menjalani masa rehabilitasi.
Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Title: Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report
Description:
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat global.
Apabila NAPZA digunakan secara terus menerus dan berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan.
Kecanduan NAPZA baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental penggunanya.
Ketika pecandu NAPZA tidak memiliki keyakinan untuk menghadapi masalah, maka akan berpeluang untuk relapse.
Dalam mengurangi risiko relapse, self-efficacy memiliki peran penting membantu individu melawan keinginan untuk menggunakan NAPZA serta menjaga kesehatan mental dan fisik.
Pendekatan psikologis seperti strength-based therapy dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA melalui strength-based therapy.
Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental yang diterapkan kepada seorang responden laki-laki pecandu NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di Soerojo Hospital, Magelang.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Terdapat peningkatan self-efficacy dalam 3 kali evaluasi menggunakan kuesioner GSES.
Sebelum dilakukan intervensi, pasien diberikan pre-test dan skor GSES menunjukkan angka 25 yang berarti rendah.
Setelah pasien diberikan intervensi selama 5 hari, pasien diberikan post-test pertama dan didapatkan skor GSES 30.
Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 5 skor.
Kemudian dilanjutkan intervensi hingga hari ke-10 dan dilakukan post-test kedua.
Pada post-test kedua didapatkan skor 37 yang mana menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 7 skor dari post-test pertama.
Penerapan strength-based therapy dapat meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA.
Penerapan strength-based therapy memberikan manfaat untuk menggali dan memahami kekuatan diri sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy supaya tidak relapse setelah selesai menjalani masa rehabilitasi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct
Introduction
Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
Penerapan Konseling Gestalt Terhadap Peningkatan Self Awerenes Pada Pasien Penyalahgunaan NAPZA: Case Report
Penerapan Konseling Gestalt Terhadap Peningkatan Self Awerenes Pada Pasien Penyalahgunaan NAPZA: Case Report
NAPZA, yang terdiri dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, adalah jenis senyawa yang umumnya dapat menyebabkan kecanduan bagi para penggunanya. Untuk mengatasi peny...
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Fibroadenoma is the most common benign breast lesion; however, it carries a potential risk of malignant transformation. This systematic review provides an ove...
Pengalaman Mantan Penggunadalam Penyalahgunaan Napza Suntik
Pengalaman Mantan Penggunadalam Penyalahgunaan Napza Suntik
Kasus penyalahgunaan NAPZA khususnya NAPZA suntik mengalami peningkatan. Kecenderungan peningkatan tersebuttercermin dalam peningkatan kasus NAPZA suntik di Kota Palembang. Penelit...
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko
Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko
Abstract. This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups. The study employs a ...
Analisis Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Napza di Masyarakat Kota Palu
Analisis Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Napza di Masyarakat Kota Palu
Latar belakang: Penyalahgunaan NAPZA merupakan pemakaian obat-obatan atau zat berbahaya yang bertujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan ...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...

