Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko

View through CrossRef
Abstract. This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups. The study employs a quantitative method tested on 11 adolescent participants using convenience sampling technique for sample collection. The measurement instrument used in this research is the GNAT (Go No-Go Association Task), which measures the strength of implicit association with the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna, and pairs them with positif and negatif evaluatif attributes. The data analysis for this study employs d-prime (d), which measures the sensitivity of each term, where higher sensitivity indicates a stronger association between the target category and evaluatif attributes. The analysis of mean score differences is performed using the Jamovi program. The results show that there are differences in the level of implicit association with the terms narkoba and NAPZA, with the strongest to weakest association sequence being NAPZA + positif (d=3.00) > narkoba + negatif (d=2.80) > NAPZA + negatif (d=2.75) > narkoba + positif (d=2.16). Furthermore, there are differences in the level of implicit association with the terms pecandu and penyalahguna, with the strongest to weakest association sequence being pecandu + negatif (d=3.14) > penyalahguna + negatif (d=2.85) > penyalahguna + positif (d=2.72) > pecandu + positif (d=2.67). Additionally, the analysis of d-prime based on relationship type reveals that there are differences in the level of implicit association based on relationship type in at-risk adolescent groups regarding the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna pada kelompok remaja beresiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 11 partisipan remaja dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahgunadan dipasangkan dengan atribut evaluatif positif dan negatif. Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat antara kategori target dan atribut evaluatif .Analisa perbedaan skor mean dilakukan menggunakan program Jamovi. Diperoleh bahwa terdapat perbedaan level implicit association pada istilah narkoba dan NAPZA dengan urutan asoasi terkuat hingga terendah yaitu NAPZA + positif (d=3.00 ) > narkoba + negatif (d=2.80 ) > NAPZA + negatif (d=2.75 ) > narkoba + positif (d=2.16 ). Dan terdapat perbedaan level implicit association pada istilah pecandu dan penyalahguna dengan urutan asosiasi terkuat hingga terendah yaitu pecandu + negatif (d=3.14 ) > penyalahguna + negatif (d=2.85 ) > penyalahguna + positif (d=2.72 ) > pecandu + positif (d=2.67 ). Selain itu, hasil analisa d-prime yang dilakukan berdasarkan jenis relasi ditemukan bahwa terdapat perbedaan level implicit association berdasakan jenis relasi pada kelompok remaja beresiko terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna.
Title: Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko
Description:
Abstract.
This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups.
The study employs a quantitative method tested on 11 adolescent participants using convenience sampling technique for sample collection.
The measurement instrument used in this research is the GNAT (Go No-Go Association Task), which measures the strength of implicit association with the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna, and pairs them with positif and negatif evaluatif attributes.
The data analysis for this study employs d-prime (d), which measures the sensitivity of each term, where higher sensitivity indicates a stronger association between the target category and evaluatif attributes.
The analysis of mean score differences is performed using the Jamovi program.
The results show that there are differences in the level of implicit association with the terms narkoba and NAPZA, with the strongest to weakest association sequence being NAPZA + positif (d=3.
00) > narkoba + negatif (d=2.
80) > NAPZA + negatif (d=2.
75) > narkoba + positif (d=2.
16).
Furthermore, there are differences in the level of implicit association with the terms pecandu and penyalahguna, with the strongest to weakest association sequence being pecandu + negatif (d=3.
14) > penyalahguna + negatif (d=2.
85) > penyalahguna + positif (d=2.
72) > pecandu + positif (d=2.
67).
Additionally, the analysis of d-prime based on relationship type reveals that there are differences in the level of implicit association based on relationship type in at-risk adolescent groups regarding the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna pada kelompok remaja beresiko.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 11 partisipan remaja dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahgunadan dipasangkan dengan atribut evaluatif positif dan negatif.
Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat antara kategori target dan atribut evaluatif .
Analisa perbedaan skor mean dilakukan menggunakan program Jamovi.
Diperoleh bahwa terdapat perbedaan level implicit association pada istilah narkoba dan NAPZA dengan urutan asoasi terkuat hingga terendah yaitu NAPZA + positif (d=3.
00 ) > narkoba + negatif (d=2.
80 ) > NAPZA + negatif (d=2.
75 ) > narkoba + positif (d=2.
16 ).
Dan terdapat perbedaan level implicit association pada istilah pecandu dan penyalahguna dengan urutan asosiasi terkuat hingga terendah yaitu pecandu + negatif (d=3.
14 ) > penyalahguna + negatif (d=2.
85 ) > penyalahguna + positif (d=2.
72 ) > pecandu + positif (d=2.
67 ).
Selain itu, hasil analisa d-prime yang dilakukan berdasarkan jenis relasi ditemukan bahwa terdapat perbedaan level implicit association berdasakan jenis relasi pada kelompok remaja beresiko terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna.

Related Results

PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
Menurut UU No. 22 Tahun 1997, Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau ...
makalah jenis jenis narkoba-vania
makalah jenis jenis narkoba-vania
BAB 1PENDAHULUANA.Latar BelakangNarkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya BNN (2006). Narkoba pada awalnya digunakan untuk keperluan medis, p...
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan manusia sebagai fokus utama pembangunan yang mencakup kelestarian lingkungan. Salah satu target yang harus dicapai adalah akses berke...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PECANDU NARKOBA REHABILITASI DI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PECANDU NARKOBA REHABILITASI DI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA
ABSTRAKLatar belakang : Ketergantungan narkoba dapat direhabilitasi secara medis namun rehabilitasi tidak menjamin pecandu narkoba akan sembuh dari ketergantungannya. Tujuan Peneli...
Narkoba dalam Pandangan Agama Buddha
Narkoba dalam Pandangan Agama Buddha
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran karena zat-zat tersebut jika sudah masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui cara dihirup maupun dengan cara disun...
Sosialisasi Bahaya Narkoba Dan Strategi Penanggulangannya Di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima
Sosialisasi Bahaya Narkoba Dan Strategi Penanggulangannya Di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima
Pengabdian ini membahas mengenai upaya penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada masyarakat Kabupaten Bima khusus nya masyarakat Kecamatan Wawo, maraknya penyalahgun...

Back to Top