Javascript must be enabled to continue!
EPISTEMOLOGI MODERN RASIONALISME VS EMPERISME DAN KRITISISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI
View through CrossRef
Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya. Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah. Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif. Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Title: EPISTEMOLOGI MODERN RASIONALISME VS EMPERISME DAN KRITISISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI
Description:
Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya.
Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah.
Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata.
Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif.
Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Epistemologi Ukhuwah sebagai Falsafah Pemikiran Islam
Epistemologi Ukhuwah sebagai Falsafah Pemikiran Islam
Dalam tata keilmuan, paradigma epistemologi kritis yang komprehensif bagi bagi umat Islam sangat dibutuhkan untuk menggali ruh epistemologi kritis. Hal ini penting karena Indonesia...
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas. Karena itulah, Al-Jabiri...
Membangun Madrasah Ibtidaiyah Unggul: Peran Manajemen Pendidikan Islam bagi Calon Guru MI
Membangun Madrasah Ibtidaiyah Unggul: Peran Manajemen Pendidikan Islam bagi Calon Guru MI
Penelitian ini mengkaji peran manajemen pendidikan Islam dalam mempersiapkan calon guru Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk membangun Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ung...
PRAGMATISME JOHN DEWEY
PRAGMATISME JOHN DEWEY
pragmatisme merupakan inti filsafat pragmatik dan menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya. Kegunaan praktis bukan pengakuan kebenaran objektif dengan kriterium...
Kritisisme Kant dan Studi Agama
Kritisisme Kant dan Studi Agama
Studi agama adalah kajian mengenai agama sebagai sebuah sistem yang urgen dan mandiri. Dalam perjalannya, model studi agama ini terbelah menjadi dua model, yaitu model studi agama ...
POSITIVISME AUGUSTE COMTE
POSITIVISME AUGUSTE COMTE
Abstrak: Kelahiran positivisme merupakan upaya membatasi diri dengan filsafat yang masih bercampur dengan pengetahuan non-inderawi (metafisika, ideologi, dan agama). Dengan hadirny...
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
Peradaban Islam terbukti telah menyumbang kepada pembinaan tamadun dunia samada diĀ Afrika, Asia, Andalus dan sebahagian besar Eropah. Pencapaian hebat ini meliputi bidang-bidang i...

