Javascript must be enabled to continue!
PRAGMATISME JOHN DEWEY
View through CrossRef
pragmatisme merupakan inti filsafat pragmatik dan menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya. Kegunaan praktis bukan pengakuan kebenaran objektif dengan kriterium praktik, tetapi apa yang memenuhi kepentingan-kepentingan subjektif individu. Sebagai aliran filsafat, pragmatisme berpendapat bahwa pengetahuan dicari bukan sekedar untuk tahu demi tahu, melainkan untuk mengerti masyarakat dan dunia. Pragmatisme lebih memprioritaskan tindakan dari pada pengetahuan atau ajaran serta kenyataan dalam hidup di lapangan. Oleh karena itu, prinsip untuk menilai pemikiran, gagasan, teori, kebijakan, pernyataan tidak cukup hanya berdasarkan logisnya dan bagusnya rumusan-rumusan, tetapi berdasarkan dapat tidaknya dibuktikan, dilaksanakan dan mendatangkan hasil. Pragmatisme (John Dewey) menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang bebas, merdeka, kreatif serta dinamis. Manusia memiliki kemampuan untuk bekerja sama. Pragmatisme mempunyai keyakinan bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar. Karena itu, ia dapat menghadapi serta mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam diri dan lingkungannya sendiri. Menurut Hardono Hadi (1994: 37), Dewey sangat menekankan hubungan erat antara seorang pribadi dan peranannya di dalam masyarakat. John Dewey dalam hal ini memandang bahwa seorang individu hanya bisa disebut sebagai pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai sosial masyarakatnya. Setiap gagasan mengenai individu haruslah memasukkan nilai-nilai masyarakat, bukan sebaliknya memandang masyarakat sebagai penghalang bagi kebebasan dan perkembangan individu. Kemajuan (progresi) menjadi inti perhatian Pragmatisme yang sangat besar. Pragmatisme, karena itu memandang beberapa bidang ilmu pengetahuan sebagai bagian-bagian utama dari kebudayaan. Menurutnya, bidang-bidang ilmu pengetahuan inilah yang mampu menumbuhkan kemajuan kebudayaan. Kelompok ilmu ini meliputi Ilmu Hayat, Antropologi, Psikologi, serta Ilmu Alam.
Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk
Title: PRAGMATISME JOHN DEWEY
Description:
pragmatisme merupakan inti filsafat pragmatik dan menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya.
Kegunaan praktis bukan pengakuan kebenaran objektif dengan kriterium praktik, tetapi apa yang memenuhi kepentingan-kepentingan subjektif individu.
Sebagai aliran filsafat, pragmatisme berpendapat bahwa pengetahuan dicari bukan sekedar untuk tahu demi tahu, melainkan untuk mengerti masyarakat dan dunia.
Pragmatisme lebih memprioritaskan tindakan dari pada pengetahuan atau ajaran serta kenyataan dalam hidup di lapangan.
Oleh karena itu, prinsip untuk menilai pemikiran, gagasan, teori, kebijakan, pernyataan tidak cukup hanya berdasarkan logisnya dan bagusnya rumusan-rumusan, tetapi berdasarkan dapat tidaknya dibuktikan, dilaksanakan dan mendatangkan hasil.
Pragmatisme (John Dewey) menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang bebas, merdeka, kreatif serta dinamis.
Manusia memiliki kemampuan untuk bekerja sama.
Pragmatisme mempunyai keyakinan bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar.
Karena itu, ia dapat menghadapi serta mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam diri dan lingkungannya sendiri.
Menurut Hardono Hadi (1994: 37), Dewey sangat menekankan hubungan erat antara seorang pribadi dan peranannya di dalam masyarakat.
John Dewey dalam hal ini memandang bahwa seorang individu hanya bisa disebut sebagai pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai sosial masyarakatnya.
Setiap gagasan mengenai individu haruslah memasukkan nilai-nilai masyarakat, bukan sebaliknya memandang masyarakat sebagai penghalang bagi kebebasan dan perkembangan individu.
Kemajuan (progresi) menjadi inti perhatian Pragmatisme yang sangat besar.
Pragmatisme, karena itu memandang beberapa bidang ilmu pengetahuan sebagai bagian-bagian utama dari kebudayaan.
Menurutnya, bidang-bidang ilmu pengetahuan inilah yang mampu menumbuhkan kemajuan kebudayaan.
Kelompok ilmu ini meliputi Ilmu Hayat, Antropologi, Psikologi, serta Ilmu Alam.
Related Results
John Dewey, Albert Barnes, and the Continuity of Art and Life
John Dewey, Albert Barnes, and the Continuity of Art and Life
This carefully researched book offers a dynamic and expansive Deweyan vision for the arts and education. This (re)vision acknowledges the influence on Dewey’s aesthetics of art col...
Beyond Rhetoric
Beyond Rhetoric
While John Dewey is an icon of American education and his work object of comprehensive studies, this book ventures to fill gaps that have been neglected by previous research. In pa...
PROGRESIVISME JOHN DEWEY DAN PENDIDIKAN PARTISIPATIF PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
PROGRESIVISME JOHN DEWEY DAN PENDIDIKAN PARTISIPATIF PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
<p>BAHASA INDONESIA:</p><p>Artikel ini berisi tentang konsep pendidikan partisipatif yang dikaitkan dengan konsep progresivisme pendidikan John Dewey, dan kemudia...
The Influence of John Dewey on the Republic Period 1924-1926 Primary School Programs
The Influence of John Dewey on the Republic Period 1924-1926 Primary School Programs
Bu çalışmanın konusu günümüze büyük bir etkisi olmuş önemli eğitim düşünürlerinden birisi olan John Dewey’dir. Bu çalışmada John Dewey’in düşünceleri, kendisinin değer verdiği kavr...
As contribuições de John Dewey e Willian Kilpatrick para o desenvolvimento da alfabetização científica e do raciocínio geográfico na Geografia escolar
As contribuições de John Dewey e Willian Kilpatrick para o desenvolvimento da alfabetização científica e do raciocínio geográfico na Geografia escolar
Este artigo analisa e discute algumas das principais contribuições de John Dewey e William H. Kilpatrick para o ensino e aprendizagem da Geografia, com ênfase no desenvolvimento da...
John Dewey and Curriculum Studies
John Dewey and Curriculum Studies
John Dewey (1859–1952) has been (and remains) the most influential person in the United States—and possibly in the entire world—on the development of the field of curriculum studie...
Dewey and Environmental Philosophy
Dewey and Environmental Philosophy
Though environmental philosophers trace the roots of environmental awareness to the decades of John Dewey’s prominence, Dewey himself was conspicuously mum about the environmental ...
Education and the Reconstruction of a Democratic Society: Two Main Themes in Dewey’s Philosophy of Education
Education and the Reconstruction of a Democratic Society: Two Main Themes in Dewey’s Philosophy of Education
Education and the reconstruction of a democratic society are two themes about which Dewey was especially concerned throughout his life. On the one hand, Dewey regarded education as...

