Javascript must be enabled to continue!
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
View through CrossRef
Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas. Karena itulah, Al-Jabiri memandang diperlukan sikap yang lebih kritis dalam melihat sejarah dan keberanian untuk melampaui ideologi, yaitu dengan memasuki ranah epistemologi. Gambaran yang penulis peroleh, epistemologi bayani mendasarkan sumbernya pada teks wahyu, sementara epistemologi irfani pada pengalaman, dan epistemologi burhani pada realitas. Metode epistemologi bayani bersifat qiyasiyah, metode epistemologi irfani bersifat dzauqiyah dan riyadhah, sedangkan epistemologi burhani dengan abstraksi, argumentasi kritis, dan demonstrasi. Pendekatan yang dilakukan bayani adalah kebahasaan, ’irfani intuitif, dan burhani filosofis-saintis. Al-Jabiri mengatakan bahwa Islam yang ada pada zaman Nabi adalah Islam yang realistis. Islam yang menjawab realitas saat itu. Dengan pemahamannya ini, Al-Jabiri ingin melegitimasi epistemologi burhani. Wacana Alquran, menurutnya, adalah wacana nalar bukan keyakinan gnostik. Analisa Al-Jabiri ini juga menggiring kita untuk melihat wacana Islam autentik. Secara tidak langsung seakan dia mengatakan tidak ada yang autentik dari ketiga epistemologi ini. Tetapi juga dengan pemahaman bahwa Islam adalah realitas, menguatkan kecenderungannya kepada epistemologi burhani.
Title: EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Description:
Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas.
Karena itulah, Al-Jabiri memandang diperlukan sikap yang lebih kritis dalam melihat sejarah dan keberanian untuk melampaui ideologi, yaitu dengan memasuki ranah epistemologi.
Gambaran yang penulis peroleh, epistemologi bayani mendasarkan sumbernya pada teks wahyu, sementara epistemologi irfani pada pengalaman, dan epistemologi burhani pada realitas.
Metode epistemologi bayani bersifat qiyasiyah, metode epistemologi irfani bersifat dzauqiyah dan riyadhah, sedangkan epistemologi burhani dengan abstraksi, argumentasi kritis, dan demonstrasi.
Pendekatan yang dilakukan bayani adalah kebahasaan, ’irfani intuitif, dan burhani filosofis-saintis.
Al-Jabiri mengatakan bahwa Islam yang ada pada zaman Nabi adalah Islam yang realistis.
Islam yang menjawab realitas saat itu.
Dengan pemahamannya ini, Al-Jabiri ingin melegitimasi epistemologi burhani.
Wacana Alquran, menurutnya, adalah wacana nalar bukan keyakinan gnostik.
Analisa Al-Jabiri ini juga menggiring kita untuk melihat wacana Islam autentik.
Secara tidak langsung seakan dia mengatakan tidak ada yang autentik dari ketiga epistemologi ini.
Tetapi juga dengan pemahaman bahwa Islam adalah realitas, menguatkan kecenderungannya kepada epistemologi burhani.
Related Results
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Modern Islamic philosopher and commentator Muhammad Abid Al-Jabiri helped advance the study of Quranic interpretation today. His critical thinking of Arabic reason made him famous ...
Pemikiran Mohammad Abid al Jabiri tentang Dekonstruksi Pemikiran Islam
Pemikiran Mohammad Abid al Jabiri tentang Dekonstruksi Pemikiran Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Mohammad Abid al-Jabiri tentang dekonstruksi pemikiran dalam konteks kritik terhadap nalar Arab-Islam. Al-Jabiri dikenal sebag...
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Mengikuti arus dan tidak terkena arus, layak menjadi kata bijak bagi seorang Jabiri, dengan langkah modernitas yang ia bangun mencoba mengenalkan bangunan epistemologinya pada duni...
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Mengikuti arus dan tidak terkena arus, layak menjadi kata bijak bagi seorang Jabiri, dengan langkah modernitas yang ia bangun mencoba mengenalkan bangunan epistemologinya pada duni...
DIMENSI BUDAYA POLITIK DALAM PEMBENTUKAN EPSITEMOLOGI ARAB-ISLAM
DIMENSI BUDAYA POLITIK DALAM PEMBENTUKAN EPSITEMOLOGI ARAB-ISLAM
Dalam mencermati sejarah pemikiran Islam, al Jabiri mengemukakan ada tiga struktur epistemologi yang pernah berkembang di kalangan umat Islam, ya itu bayani, irfani dan burhani. ...
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Keberadaan Al-qur-an yang turun dengan menggunakan bahasa Arab mengubah bahasa Arab menjadi perhatian seluruh umat Islam di dunia ini, baik dari orang Arab maupun non Arab, sebagia...
Tradisi dan Modernitas dalam Perspektif Al-Jabiri; Pemikiran Islam Kontemporer
Tradisi dan Modernitas dalam Perspektif Al-Jabiri; Pemikiran Islam Kontemporer
Tradition and modernity about Islamic thought continues to develop along with the style and reality of Islam today, especially in connecting classical Islamic thought and contempor...
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
Peradaban Islam terbukti telah menyumbang kepada pembinaan tamadun dunia samada di Afrika, Asia, Andalus dan sebahagian besar Eropah. Pencapaian hebat ini meliputi bidang-bidang i...

