Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri

View through CrossRef
Mengikuti arus dan tidak terkena arus, layak menjadi kata bijak bagi seorang Jabiri, dengan langkah modernitas yang ia bangun mencoba mengenalkan bangunan epistemologinya pada dunia barat, ia merupakan tokoh yang banyak mencatut wacana lama dan memolesnya dengan gaya baru sehingga orisinalitasnya bisa berkesan seperti yang ia bangun sampai sekarang masih menggema sebagai sebuah wacana. Hal itu menjadi pilihan yang tidak terelakkan, karena mampu mencakup segala hal yang berhubungan dengan sumber pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data-data deskriptif tentang konsep trilogi epistemologi Mohammed Abid Al Jabiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka seperti buku, majalah, catatan, dan kisah-kisah sejarah. Penelitian ini bersifat menyeluruh (holistik) dengan menganggap keseluruhan sebagai kesatuan yang lebih penting daripada satu bagian. Al-Jabiri mencoba mendasari keilmuan dengan tiga hal, bayani, irfani dan burhani, yang menjadi epistemologi Islam. Namun di sisi lain, pemikirannya banyak menuai kritikan tajam, karena ada unsur subjektifitas yang ia lakukan, jika ada tokoh yang mendukungnya dari pemikirannya, maka ia catut dan mengalahkan pemikir pemikir atau pendapat yang lain, selain itu, pemikir selanjutnya menemukan bahwa pemikiran yang dicetuskan oleh Jabiri adalah sesuatu yang tidak orisinil, hal ini didapat dari pemikir Zaki Najib Mahmud yang dicetuskan pada tahun 1977. Namun setidaknya Jabiri mampu membangun wacana epistemologi dengan trilogi pemikirannya, walau terdapat kesalahan di sana-sini, hal itu merupakan hal yang wajar, karena bagaimanapun juga Jabiri adalah manusia biasa yang mencoba membangun modernitas di dunia Islam tanpa kehilangan ruh Islamnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Title: Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Description:
Mengikuti arus dan tidak terkena arus, layak menjadi kata bijak bagi seorang Jabiri, dengan langkah modernitas yang ia bangun mencoba mengenalkan bangunan epistemologinya pada dunia barat, ia merupakan tokoh yang banyak mencatut wacana lama dan memolesnya dengan gaya baru sehingga orisinalitasnya bisa berkesan seperti yang ia bangun sampai sekarang masih menggema sebagai sebuah wacana.
Hal itu menjadi pilihan yang tidak terelakkan, karena mampu mencakup segala hal yang berhubungan dengan sumber pengetahuan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data-data deskriptif tentang konsep trilogi epistemologi Mohammed Abid Al Jabiri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka seperti buku, majalah, catatan, dan kisah-kisah sejarah.
Penelitian ini bersifat menyeluruh (holistik) dengan menganggap keseluruhan sebagai kesatuan yang lebih penting daripada satu bagian.
Al-Jabiri mencoba mendasari keilmuan dengan tiga hal, bayani, irfani dan burhani, yang menjadi epistemologi Islam.
Namun di sisi lain, pemikirannya banyak menuai kritikan tajam, karena ada unsur subjektifitas yang ia lakukan, jika ada tokoh yang mendukungnya dari pemikirannya, maka ia catut dan mengalahkan pemikir pemikir atau pendapat yang lain, selain itu, pemikir selanjutnya menemukan bahwa pemikiran yang dicetuskan oleh Jabiri adalah sesuatu yang tidak orisinil, hal ini didapat dari pemikir Zaki Najib Mahmud yang dicetuskan pada tahun 1977.
Namun setidaknya Jabiri mampu membangun wacana epistemologi dengan trilogi pemikirannya, walau terdapat kesalahan di sana-sini, hal itu merupakan hal yang wajar, karena bagaimanapun juga Jabiri adalah manusia biasa yang mencoba membangun modernitas di dunia Islam tanpa kehilangan ruh Islamnya.

Related Results

Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam
Modern Islamic philosopher and commentator Muhammad Abid Al-Jabiri helped advance the study of Quranic interpretation today. His critical thinking of Arabic reason made him famous ...
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Trilogi Epistemologi Muhammed Abid al-Jabiri
Mengikuti arus dan tidak terkena arus, layak menjadi kata bijak bagi seorang Jabiri, dengan langkah modernitas yang ia bangun mencoba mengenalkan bangunan epistemologinya pada duni...
STEREOTIP PEREMPUAN PADA NOVEL RAPIJALI KARYA DEWI LESTARI
STEREOTIP PEREMPUAN PADA NOVEL RAPIJALI KARYA DEWI LESTARI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotip tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali karya Dewi Lestari. Novel yang menjadi bagian dalam trilogi Rapijali karya Dew...
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ‘ABID AL-JABIRI
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ‘ABID AL-JABIRI
Muhammad ‘Abid Al-Jabiri dikenal sebagai pemikir wacana keislaman kontemporer yang banyak menghasilkan banyak karya berkaitan dengan studi pemikiran Islam, filsafat, politik, buday...
NIKAH MUT’AH PERSPEKTIF TAFSIR NUZULI AL-JABIRI
NIKAH MUT’AH PERSPEKTIF TAFSIR NUZULI AL-JABIRI
Nikah mut'ah atau yang biasa dikenal dengan istilah nikah kontrak pada zaman sekarang, merupakan bentuk pernikahan yang diperdebatkan keabsahannya. Al-Jabiri, seorang pemikir musli...
Epistemologi Ekonomi Syariah
Epistemologi Ekonomi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul ekonomi syariah, metodologi dan validasinya secara ilmiah. Apabila berbicara masalah epistemologi ekonomi syariah, berarti akan be...
Seyyid Muhammed Maʿrifî’nin Hayatı, Tarîkatı ve Eserleri
Seyyid Muhammed Maʿrifî’nin Hayatı, Tarîkatı ve Eserleri
On sekizinci asırda Osmanlı topraklarında tasavvufî faaliyetler büyük bir gelişme göstermiştir. Bu yüzyılda tasavvuf kültürü ile tekkeler birer çekim merkezi olmaya devam etmiştir....
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Pada masa dominasi positivisme dalam ilmu pengetahuan, pendekatan irfani dianggap kurang dapat diterima. Namun, perkembangan filsafat ilmu modern, seperti gagasan Paul Feyerabend, ...

Back to Top