Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kritisisme Kant dan Studi Agama

View through CrossRef
Studi agama adalah kajian mengenai agama sebagai sebuah sistem yang urgen dan mandiri. Dalam perjalannya, model studi agama ini terbelah menjadi dua model, yaitu model studi agama yang dogmatif dan studi agama yang empiris. Keterbelahan paham dalam studi agama ini tentu akan mengantarkan pada pemahaman agama yang reduktif, bahkan bisa menyeret pada kesalahpahaman yang berujung konflik. Untuk mengurai permasalahan-permasalan pelik dikotomi studi agama tersebut, artikel ini mencoba untuk mengambil pelajaran dari kritisisme Immanuel Kant. Kritisisme Kant ini dimulai dengan menaruh kesangsian atas pemikiran kaum rasionalis yang begitu saja menerima pengetahuan-pengetahuan apriori. Namun, di sisi lain, Kant masih berusaha untuk menyelidiki bagaimana hal-hal apriori sebagai ilmu pengetahuan itu mungkin? Hingga akhirnya Kant menunculkan putusan sintesis apriori sebagai salah satu moda pengetahuan dan berhasil menyudahi keterbelahan paham antara kelompok rasionalis dan emirisis. Rancang bangun studi agama harus beranjak dari dikotomi dokmatis dan empiris, lalu mengadopsi sintesis rasionalisme dan empirisisme. Sebagaimana peringatkan oleh Kant baik pemikiran apriori maupun aposteriori jika berdiri sendiri, masing-masing mempunyai kelemahan sendiri-sendiri. Begitupun dengan studi agama, model dokmatis dan model empiris jika berdiri sendiri, maka masing-masing akan berujung pada pemahaman yang reduktif. Kata kunci: studi agama, empirisisme, dogmatisme, kritisisme, rasionalisme
Title: Kritisisme Kant dan Studi Agama
Description:
Studi agama adalah kajian mengenai agama sebagai sebuah sistem yang urgen dan mandiri.
Dalam perjalannya, model studi agama ini terbelah menjadi dua model, yaitu model studi agama yang dogmatif dan studi agama yang empiris.
Keterbelahan paham dalam studi agama ini tentu akan mengantarkan pada pemahaman agama yang reduktif, bahkan bisa menyeret pada kesalahpahaman yang berujung konflik.
Untuk mengurai permasalahan-permasalan pelik dikotomi studi agama tersebut, artikel ini mencoba untuk mengambil pelajaran dari kritisisme Immanuel Kant.
Kritisisme Kant ini dimulai dengan menaruh kesangsian atas pemikiran kaum rasionalis yang begitu saja menerima pengetahuan-pengetahuan apriori.
Namun, di sisi lain, Kant masih berusaha untuk menyelidiki bagaimana hal-hal apriori sebagai ilmu pengetahuan itu mungkin? Hingga akhirnya Kant menunculkan putusan sintesis apriori sebagai salah satu moda pengetahuan dan berhasil menyudahi keterbelahan paham antara kelompok rasionalis dan emirisis.
Rancang bangun studi agama harus beranjak dari dikotomi dokmatis dan empiris, lalu mengadopsi sintesis rasionalisme dan empirisisme.
Sebagaimana peringatkan oleh Kant baik pemikiran apriori maupun aposteriori jika berdiri sendiri, masing-masing mempunyai kelemahan sendiri-sendiri.
Begitupun dengan studi agama, model dokmatis dan model empiris jika berdiri sendiri, maka masing-masing akan berujung pada pemahaman yang reduktif.
Kata kunci: studi agama, empirisisme, dogmatisme, kritisisme, rasionalisme.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Immanuel Kant: Political and Legal Philosophy
Immanuel Kant: Political and Legal Philosophy
Kant is an influential figure for contemporary political philosophy. Although this influence was long due to an application of Kant’s ethical theory to political questions, Kant’s ...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Selama masa pandemi COVID-19, tak jarang kita menyaksikan tampilnya karakteristik suka menolong pada manusia. Dalam komunitas luring mau-pun daring, berbagai aktivitas memberikan b...
Pandangan MUI terhadap Pluralisme Agama
Pandangan MUI terhadap Pluralisme Agama
Religious pluralisme among Muslims itself raises pros and cons, acceptance on the one hand and resistance on the other. Supporters of religious pluralisme argue that this idea is a...
Teologi Religionum
Teologi Religionum
Buku ajar ini membahas tentang konsep dasar Teologi Religionum, sejarah perkembangannya, dan prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam memahami agama-agama lain. Buku ini juga mem...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...

Back to Top