Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerjemahan Ungkapan Kenjougo dan Konsep Uchi-Soto pada Takarir Drama Shimbun Kisha

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerjemahan ungkapan honorifik kenjougo dan konsep uchi-soto dalam takarir drama Shimbun Kisha (The Journalist) tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori honorifik kenjougo yang dikemukakan oleh Iori (2001). Iori mengungkapkan bahwa terdapat tiga bentuk yang termasuk ke dalam honorifik kenjougo yaitu dengan verba tidak khusus (o~suru), verba khusus, dan nomina (prefiks o/go). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari data lisan dan tulisan yang terdapat dalam drama Shimbun Kisha episode 1-4 dan diperoleh dari layanan streaming Netflix dengan durasi 45 hingga 60 menit setiap episodenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ungkapan kenjougo yang paling banyak muncul dalam drama Shimbun Kisha adalah bentuk verba khusus. Penutur seringkali menggunakan verba khusus kenjougo untuk menonjolkan rasa hormat kepada lawan tuturnya. Berdasarkan hubungan antarpartisipan dan konsep uchi-soto yang terdapat dalam drama Shimbun Kisha, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan ungkapan kenjougo cenderung digunakan pada konsep soto. Namun, hasil penerjemahan dalam takarir drama Jepang, ditemukan bahwa konsep uchi-soto tersebut seringkali tidak menjadi perhatian penerjemah. Hal tersebut terlihat pada penggunaan beberapa pronomina dalam bahasa Indonesia yang biasanya digunakan dalam situasi nonformal seperti aku, kau, klitik –mu dan klitik –ku. Selain itu, beberapa perubahan makna dalam terjemahan takarir pada ungkapan kenjougo ditemukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman penerjemah atas konsep uchi-soto. Selain perhatian penerjemah yang minim dengan konsep uchi-soto, perbedaan budaya antara konsep uchi-soto masyarakat Jepang dengan bahasa sopan dalam bahasa Indonesia juga ada. Bahasa Indonesia tidak mengenal ungkapan honorifik kenjougo sehingga terdapat perbedaan persepsi dalam proses penerjemahan. Analisis pada bentuk penerjemahan honorifik tersebut menggambarkan kompleksitas dari proses penerjemahan yang memengaruhi kesepadanan terjemahan. Kata kunci: kenjougo; konsep uchi-soto; penerjemahan audiovisual.
Title: Penerjemahan Ungkapan Kenjougo dan Konsep Uchi-Soto pada Takarir Drama Shimbun Kisha
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerjemahan ungkapan honorifik kenjougo dan konsep uchi-soto dalam takarir drama Shimbun Kisha (The Journalist) tahun 2022.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori honorifik kenjougo yang dikemukakan oleh Iori (2001).
Iori mengungkapkan bahwa terdapat tiga bentuk yang termasuk ke dalam honorifik kenjougo yaitu dengan verba tidak khusus (o~suru), verba khusus, dan nomina (prefiks o/go).
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari data lisan dan tulisan yang terdapat dalam drama Shimbun Kisha episode 1-4 dan diperoleh dari layanan streaming Netflix dengan durasi 45 hingga 60 menit setiap episodenya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ungkapan kenjougo yang paling banyak muncul dalam drama Shimbun Kisha adalah bentuk verba khusus.
Penutur seringkali menggunakan verba khusus kenjougo untuk menonjolkan rasa hormat kepada lawan tuturnya.
Berdasarkan hubungan antarpartisipan dan konsep uchi-soto yang terdapat dalam drama Shimbun Kisha, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan ungkapan kenjougo cenderung digunakan pada konsep soto.
Namun, hasil penerjemahan dalam takarir drama Jepang, ditemukan bahwa konsep uchi-soto tersebut seringkali tidak menjadi perhatian penerjemah.
Hal tersebut terlihat pada penggunaan beberapa pronomina dalam bahasa Indonesia yang biasanya digunakan dalam situasi nonformal seperti aku, kau, klitik –mu dan klitik –ku.
Selain itu, beberapa perubahan makna dalam terjemahan takarir pada ungkapan kenjougo ditemukan.
Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman penerjemah atas konsep uchi-soto.
Selain perhatian penerjemah yang minim dengan konsep uchi-soto, perbedaan budaya antara konsep uchi-soto masyarakat Jepang dengan bahasa sopan dalam bahasa Indonesia juga ada.
Bahasa Indonesia tidak mengenal ungkapan honorifik kenjougo sehingga terdapat perbedaan persepsi dalam proses penerjemahan.
Analisis pada bentuk penerjemahan honorifik tersebut menggambarkan kompleksitas dari proses penerjemahan yang memengaruhi kesepadanan terjemahan.
Kata kunci: kenjougo; konsep uchi-soto; penerjemahan audiovisual.

Related Results

PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON
PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON
Abstrak Bidang penerjemahan pada era globalisasi ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dikuasai. Melalui penguasaan teori penerjemahan berbagai kajian terjem...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kajian Penerjemahan Berbasis Korpus
Kehadiran linguistik korpus telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai penelitian yang mengkaji bahasa, tak terkecuali kajian penerjemahan. Dampak dari linguistik ko...
Konsep Uchi-Soto Dalam Penerjemahan Yari-Morai
Konsep Uchi-Soto Dalam Penerjemahan Yari-Morai
  This study aims to describe the understanding of Japanese language students about the ‘uchi-soto’ concept which is the standard for Japanese people when using the ‘yari-mor...
Penerjemahan Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya: Sebuah Kajian Penerjemahan Teatrikal
Penerjemahan Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya: Sebuah Kajian Penerjemahan Teatrikal
Kajian penerjemahan terapan memberikan peluang kolaborasi antara ilmu penerjemahan dan disiplin ilmu lain. Kolaborasi kajian penerjemahan dan ilmu sastra, khususnya teaterologi, me...
Analisis Metode Penerjemahan Subtitle Film Animasi White Snake
Analisis Metode Penerjemahan Subtitle Film Animasi White Snake
Terjemahan adalah mentransfer arti atau makna dari satu bahasa ke bahasa lain. Namun makna yang disampaikan tidak boleh melenceng agar terjemahannya dapat dipahami dan berterima. D...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
STRATEGI PENERJEMAHAN PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR OLEH RAFFEL DALAM BUKU THE COMPLETE PROSE AND POETRY OF CHAIRIL ANWAR
STRATEGI PENERJEMAHAN PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR OLEH RAFFEL DALAM BUKU THE COMPLETE PROSE AND POETRY OF CHAIRIL ANWAR
This article discusses Indonesian—Poetry translation. The purpose of this article is to describe the strategies of translating poetry of Chairil Anwar by Raffel Raffel in “The Comp...

Back to Top