Javascript must be enabled to continue!
PENGAMPUNAN MENURUT KITAB SUCI PERJANJIAN BARU
View through CrossRef
Tulisan ini bermaksud menganalisa paham “pengampunan” menurut Kitab Suci Perjanjian Baru. Melalui analisa teks-teks dalam Kitab Suci mencoba menemukan makna dari pengampunan. Menurut Kitab Suci pengampunan yang berarti pembebasan atau pelepasan dari dosa atau kesalahan. Iman kristiani mewartakan bahwa Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni. Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni. Kebaikan Allah ini ditampakkan dalam hidup dan karya Yesus. Kita sebagai manusia diundang untuk bertobat dan memperoleh pengampunan dosa. Namun demikian ada konsekuensinya yaitu kitapun harus bersedia mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita. Pengampunan selalu erat kaitannya dengan Kristus yang telah wafat di kayu salib yang mencurahkan darah-Nya untuk pengampunan dosa. Seperti Allah yang selalu mengampuni, demikian pula kita juga harus mengampuni sesama kita tanpa batas. Yesus memberi kuasa kepada para murid-Nya untuk mengampuni dosa. Menurut Gereja Katolik, kuasa itu dilanjutkan oleh para pengganti para Rasul yaitu para Uskup dan rekan kerjanya yaitu para imam. Uskup dan imam dalam Gereja Katolik memiliki kuasa mengampuni dosa berkat sakramen Tahbisan yang diterimanya.
Title: PENGAMPUNAN MENURUT KITAB SUCI PERJANJIAN BARU
Description:
Tulisan ini bermaksud menganalisa paham “pengampunan” menurut Kitab Suci Perjanjian Baru.
Melalui analisa teks-teks dalam Kitab Suci mencoba menemukan makna dari pengampunan.
Menurut Kitab Suci pengampunan yang berarti pembebasan atau pelepasan dari dosa atau kesalahan.
Iman kristiani mewartakan bahwa Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni.
Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni.
Kebaikan Allah ini ditampakkan dalam hidup dan karya Yesus.
Kita sebagai manusia diundang untuk bertobat dan memperoleh pengampunan dosa.
Namun demikian ada konsekuensinya yaitu kitapun harus bersedia mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
Pengampunan selalu erat kaitannya dengan Kristus yang telah wafat di kayu salib yang mencurahkan darah-Nya untuk pengampunan dosa.
Seperti Allah yang selalu mengampuni, demikian pula kita juga harus mengampuni sesama kita tanpa batas.
Yesus memberi kuasa kepada para murid-Nya untuk mengampuni dosa.
Menurut Gereja Katolik, kuasa itu dilanjutkan oleh para pengganti para Rasul yaitu para Uskup dan rekan kerjanya yaitu para imam.
Uskup dan imam dalam Gereja Katolik memiliki kuasa mengampuni dosa berkat sakramen Tahbisan yang diterimanya.
Related Results
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Perjanjian merupakan kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kebutuhan di bidang ekonomi. Perjanjian termasuk salah satu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk melakuk...
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Nama Buku Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru .merupakan salah satu buku yang di karang atau disusun oleh, Dr. C Groenen OFM .buku ini memberikan informasi desariah saja maka, cuku...
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia, interaksi tersebut seringkali diwujudkan dengan sebuah perjanjian, pada mulanya perjanjian dibuat secara...
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
Untuk meneliti kedudukan dari perjanjian-perjanjian Internasional yang dibuat Pemerintah Belanda dan dinyatakan juga berlaku bagi wilayah Hindia Belanda dan sikap Indonesia terhada...
Kajian Teologis Tentang Sejarah Gereja Dalam Alkitab
Kajian Teologis Tentang Sejarah Gereja Dalam Alkitab
Latar belakang masalah Krisis identitas gereja dirasakan oleh semua orang, kurang pengetahuan kepada sejarah gereja. Seseorang yang kehilangan atau tidak lagi tahu akan masa laluny...
Upaya Pengampunan Keluarga Kristiani Menurut Injil Matius
Upaya Pengampunan Keluarga Kristiani Menurut Injil Matius
Peristiwa memprihatinkan selalu terjadi dalam hidup bermasyarakat, seperti pertengkaran, memukul, saling mendiamkan, bahkan membunuh sesama diakibatkan karena sakit hati dan dendam...
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Al-Syahrastani (wafat 548 H/1153 M) adalah seorang sejarawan dan filsuf yang memiliki latar belakang keagamaan yang kuat yang mempengaruhi agama dan heresiografer. Dia adalah salah...

