Javascript must be enabled to continue!
POLITIK IDENTITAS PERPEKTIF AL-QURAN (STUDI PENAFSIRAN SAYYID QUTUB DALAM TAFSIR FI ZILAL QURAN)
View through CrossRef
Keywords :
Identity Politics,
Qur’an
Sayyid Qutb
Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān.
Abstract
This study aims to discuss identity politics in the perspective of the Qur'an based on the interpretation of Sayyid Qutb in his tafsir Fi Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb emphasizes that identity politics in Islam must be based on the principles of tawhid (the oneness of Allah) and hākimiyyah (the sovereignty of Allah), where Muslims should build their political identity based on Islamic values that uphold justice, brotherhood, and social welfare. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, where data is collected through the analysis of literature from Fi Ẓilāl al-Qur’ān and other supporting sources. The results of the study indicate that identity politics in Islam can have both positive and negative impacts, depending on how it is implemented. If it is based on pure Islam, identity politics can strengthen the unity of the ummah and uphold justice. Sayyid Qutb also strongly criticizes identity politics oriented toward secularism, as it can lead Muslims away from the principles of the Qur'an. Therefore, this study emphasizes that the best solution in addressing identity politics is to return to the Qur'an as the main guide in building a just and civilized social and political system.
Keywords :
Politik Identitas
Al-Qur’an,
Sayyid Qutub,
Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah membahas politik identitas dalam perspektif Al-Qur'an berdasarkan penafsiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb menekankan bahwa politik identitas dalam Islam harus berlandaskan prinsip tauhid dan hākimiyyah (kedaulatan Allah), di mana umat Islam harus membangun identitas politiknya berdasarkan nilai-nilai Islam yang menegakkan keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis literatur dari tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān serta sumber-sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas dalam Islam dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada bagaimana ia dijalankan. Jika berlandaskan Islam yang murni, politik identitas dapat memperkuat persatuan umat dan menegakkan keadilan. Sayyid Qutb juga mengkritik keras politik identitas yang berorientasi pada sekularisme, karena dapat menjauhkan umat Islam dari prinsip-prinsip ajaran Al-Qur'an. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa solusi terbaik dalam menghadapi politik identitas adalah kembali kepada Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam membangun sistem sosial dan politik yang adil dan berkeadaban.
Title: POLITIK IDENTITAS PERPEKTIF AL-QURAN (STUDI PENAFSIRAN SAYYID QUTUB DALAM TAFSIR FI ZILAL QURAN)
Description:
Keywords :
Identity Politics,
Qur’an
Sayyid Qutb
Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān.
Abstract
This study aims to discuss identity politics in the perspective of the Qur'an based on the interpretation of Sayyid Qutb in his tafsir Fi Ẓilāl al-Qur’ān.
Sayyid Qutb emphasizes that identity politics in Islam must be based on the principles of tawhid (the oneness of Allah) and hākimiyyah (the sovereignty of Allah), where Muslims should build their political identity based on Islamic values that uphold justice, brotherhood, and social welfare.
This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, where data is collected through the analysis of literature from Fi Ẓilāl al-Qur’ān and other supporting sources.
The results of the study indicate that identity politics in Islam can have both positive and negative impacts, depending on how it is implemented.
If it is based on pure Islam, identity politics can strengthen the unity of the ummah and uphold justice.
Sayyid Qutb also strongly criticizes identity politics oriented toward secularism, as it can lead Muslims away from the principles of the Qur'an.
Therefore, this study emphasizes that the best solution in addressing identity politics is to return to the Qur'an as the main guide in building a just and civilized social and political system.
Keywords :
Politik Identitas
Al-Qur’an,
Sayyid Qutub,
Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah membahas politik identitas dalam perspektif Al-Qur'an berdasarkan penafsiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān.
Sayyid Qutb menekankan bahwa politik identitas dalam Islam harus berlandaskan prinsip tauhid dan hākimiyyah (kedaulatan Allah), di mana umat Islam harus membangun identitas politiknya berdasarkan nilai-nilai Islam yang menegakkan keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan sosial.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis literatur dari tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān serta sumber-sumber pendukung lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas dalam Islam dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada bagaimana ia dijalankan.
Jika berlandaskan Islam yang murni, politik identitas dapat memperkuat persatuan umat dan menegakkan keadilan.
Sayyid Qutb juga mengkritik keras politik identitas yang berorientasi pada sekularisme, karena dapat menjauhkan umat Islam dari prinsip-prinsip ajaran Al-Qur'an.
Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa solusi terbaik dalam menghadapi politik identitas adalah kembali kepada Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam membangun sistem sosial dan politik yang adil dan berkeadaban.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
Karakteristik Tafsir fi Zhilal Al-Qur’an
Karakteristik Tafsir fi Zhilal Al-Qur’an
Abstrac
Tafsir fi Zhilal Quran was written in the range of 1952 to 1965. He had time to revise the first thirteen juz of his interpretation during his long detention1. This i...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abstract
Abdul Halim Hasan was a Malay exegetical writer of Indonesian origin. His work on Qur’anic exegesis or tafsir, transcended geographical boundaries and reached audien...
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa menafsirkan surat al-Naml ayat 16 dengan riwayat ahli kitab bahwa ada burung dara dan katak yang bertasbih kepada Allah, da...

