Javascript must be enabled to continue!
Kontribusi Tafsir <i>Bil Ma'tsur</i> dan Tafsir <i>Bil Ra'yi</i> serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an, serta dilema yang muncul dari penggunaannya, serta memberikan pemahaman bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan metode yang sesuai dengan syariat dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, serta referensi terkait yang dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bil ma’tsur yang menggunakan sumber dari Al-Qur’an, hadis, dan pendapat sahabat memiliki keunggulan dalam menjaga autentisitas penafsiran, meskipun rentan terhadap riwayat lemah dan kisah Israiliyat. Tafsir bil ra’yi, yang mengandalkan akal dan ijtihad, memberikan fleksibilitas penafsiran sesuai perkembangan zaman, tetapi berpotensi menyimpang jika tidak didasarkan pada kaidah yang benar. Penafsiran ini terbagi menjadi tafsir mahmudah (terpuji) dan madzmumah (tercela). Berdasarkan peran tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam kehidupan umat muslim, terdapat juga kelemahan-kelemahan baik tafsir bil ma’tsur maupun tafsir bil ra’yi sehingga menjadi dilematik umat muslim sendiri dalam menggunakan tafsir tersebut dan beberapa ulama menolak bentuk tafsir bil ra’yi. Meski demikian, adanya tafsir bil ra’yi juga tidak dapat dipungkiri, sebagaimana tafsir bil ra’yi sudah ada sejak zaman nabi Muhammad. Kesimpulannya, kedua bentuk tafsir tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan yang saling melengkapi. Umat Islam perlu memahami syarat-syarat penafsiran yang benar untuk menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an. Pemahaman yang seimbang antara tafsir bil ma’tsur dan bil ra’yi akan memastikan bahwa penafsiran tetap relevan sekaligus autentik.
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Barru
Title: Kontribusi Tafsir <i>Bil Ma'tsur</i> dan Tafsir <i>Bil Ra'yi</i> serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an, serta dilema yang muncul dari penggunaannya, serta memberikan pemahaman bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan metode yang sesuai dengan syariat dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, serta referensi terkait yang dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bil ma’tsur yang menggunakan sumber dari Al-Qur’an, hadis, dan pendapat sahabat memiliki keunggulan dalam menjaga autentisitas penafsiran, meskipun rentan terhadap riwayat lemah dan kisah Israiliyat.
Tafsir bil ra’yi, yang mengandalkan akal dan ijtihad, memberikan fleksibilitas penafsiran sesuai perkembangan zaman, tetapi berpotensi menyimpang jika tidak didasarkan pada kaidah yang benar.
Penafsiran ini terbagi menjadi tafsir mahmudah (terpuji) dan madzmumah (tercela).
Berdasarkan peran tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam kehidupan umat muslim, terdapat juga kelemahan-kelemahan baik tafsir bil ma’tsur maupun tafsir bil ra’yi sehingga menjadi dilematik umat muslim sendiri dalam menggunakan tafsir tersebut dan beberapa ulama menolak bentuk tafsir bil ra’yi.
Meski demikian, adanya tafsir bil ra’yi juga tidak dapat dipungkiri, sebagaimana tafsir bil ra’yi sudah ada sejak zaman nabi Muhammad.
Kesimpulannya, kedua bentuk tafsir tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan yang saling melengkapi.
Umat Islam perlu memahami syarat-syarat penafsiran yang benar untuk menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an.
Pemahaman yang seimbang antara tafsir bil ma’tsur dan bil ra’yi akan memastikan bahwa penafsiran tetap relevan sekaligus autentik.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Tafsir An-Nur by T.M. Hasbi As-Siddieqy (d. 1975) is one of the popular tafsir works in Indonesia. When interpreting the meaning of "wasilah" in Q.S. Al-Maidah [5]: 35, Hasbi t...
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa menafsirkan surat al-Naml ayat 16 dengan riwayat ahli kitab bahwa ada burung dara dan katak yang bertasbih kepada Allah, da...
STUDI KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL-AZIM KARYA IBNU KATSIR
STUDI KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL-AZIM KARYA IBNU KATSIR
AbstractTafsir Al-Qur'an Al-Azim, which is one of the most authoritative commentaries in the Islamic tradition. Motivated by the significance of this monumental work in the treasur...

