Javascript must be enabled to continue!
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
View through CrossRef
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran terutama pada abad klasik dan kontemporer. Ayat tersebut dalam perspektif tafsir klasik lebih menitikberat pada aspek poligami. Namun demikian, penafsiran abad kontemporer lebih dipahami sebagai ayat monogami, karena hal tersebut tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melatarbelakangi sehingga terjadi shifting paradigm dalam tafsir. Penafsiran ayat tersebut tentu memiliki pergeseran yang cukup signifikan seiring berkembangnya epistemologi pengetahuan. Sebagai kegelisahan akademik, tulisan ini fokus membahas pokok permasalahan dalam penelitian yaitu, Pertama, bagaimana penafsiran surah an-Nisa’ (4): 3 dalam perspektif kalsik dan kontemporer, Kedua, bagaimana bentuk-bentuk pergeseran paradigma penafsiran dalam Surah an-Nisa’(4): 3 dalam pandangan tafsir abad klasik dan kontemporer. Adapun hasil penelitian yaitu penafsiran surah an-Nisa’ (4): 3 telah menunjukkan adanya sebuah pergeseran pemahaman yang disebabkan oleh shifting paradigm epistemologi pengetahuan. Sebagai klasifikasi, dalam penafsiran abad klasik, orientasi penafsiran lebih cenderung tekstual tanpa menimbang makna konteks. Sedangkan pada penafsiran abad kontemporer, terjadi anomali yaitu ketidaksesuain antara penafsiran dengan realita, maka melahirkan konstruk shifting paradigm dengan merumuskan metodologi baru, dari tekstual menuju penafsiran dengan corak tekstual.
Kata kunci: Shifting, Paradigm, Penafsiran, an-Nisa’(4): 3, Klasik, Kontemporer
[This article discusses the shifting paradigm of interpretation in Surah an-Nisa' (4): 3 which has been discussed in the world of interpretation, especially in the classical and contemporary centuries.From the perspective of classical interpretation, this verse was seen more on the aspect of polygamy. However, contemporary interpretation is better understood as a monogamous verse, because it is certainly influenced by several factors, resulting in a paradigm shift in interpretation. The interpretation of this verse has certainly a significant shift along with the development of knowledge epistemology. As an academic concern, this article focuses on discussing the main problems of the research, namely, first, how is the interpretation of Surah an-Nisa' (4): 3 in classical and contemporary perspectives. Second, what are the forms of shifting interpretive paradigms in Surah an-Nisa' (4): 3 in the view of classical and contemporary interpretations. The results of the research show that there is a shifting of interpretation of Surah an-Nisa' (4): 3, caused by a shifting paradigm in the epistemology of knowledge. As a classification, classical interpretations tend to be textual without considering the meaning of the context. Meanwhile, in the contemporary interpretations, there is anomaly such as inconsistencies between interpretation and reality, thus it leads to the construction of shifting paradigms by formulating a new methodology, from textual to interpretation with textual patterns.]
Keywords: Shifting, Paradigm, Interpretation, an-Nisa'(4): 3, Classical, Contemporary
Al-Jamiah Research Centre
Title: Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Description:
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran terutama pada abad klasik dan kontemporer.
Ayat tersebut dalam perspektif tafsir klasik lebih menitikberat pada aspek poligami.
Namun demikian, penafsiran abad kontemporer lebih dipahami sebagai ayat monogami, karena hal tersebut tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melatarbelakangi sehingga terjadi shifting paradigm dalam tafsir.
Penafsiran ayat tersebut tentu memiliki pergeseran yang cukup signifikan seiring berkembangnya epistemologi pengetahuan.
Sebagai kegelisahan akademik, tulisan ini fokus membahas pokok permasalahan dalam penelitian yaitu, Pertama, bagaimana penafsiran surah an-Nisa’ (4): 3 dalam perspektif kalsik dan kontemporer, Kedua, bagaimana bentuk-bentuk pergeseran paradigma penafsiran dalam Surah an-Nisa’(4): 3 dalam pandangan tafsir abad klasik dan kontemporer.
Adapun hasil penelitian yaitu penafsiran surah an-Nisa’ (4): 3 telah menunjukkan adanya sebuah pergeseran pemahaman yang disebabkan oleh shifting paradigm epistemologi pengetahuan.
Sebagai klasifikasi, dalam penafsiran abad klasik, orientasi penafsiran lebih cenderung tekstual tanpa menimbang makna konteks.
Sedangkan pada penafsiran abad kontemporer, terjadi anomali yaitu ketidaksesuain antara penafsiran dengan realita, maka melahirkan konstruk shifting paradigm dengan merumuskan metodologi baru, dari tekstual menuju penafsiran dengan corak tekstual.
Kata kunci: Shifting, Paradigm, Penafsiran, an-Nisa’(4): 3, Klasik, Kontemporer
[This article discusses the shifting paradigm of interpretation in Surah an-Nisa' (4): 3 which has been discussed in the world of interpretation, especially in the classical and contemporary centuries.
From the perspective of classical interpretation, this verse was seen more on the aspect of polygamy.
However, contemporary interpretation is better understood as a monogamous verse, because it is certainly influenced by several factors, resulting in a paradigm shift in interpretation.
The interpretation of this verse has certainly a significant shift along with the development of knowledge epistemology.
As an academic concern, this article focuses on discussing the main problems of the research, namely, first, how is the interpretation of Surah an-Nisa' (4): 3 in classical and contemporary perspectives.
Second, what are the forms of shifting interpretive paradigms in Surah an-Nisa' (4): 3 in the view of classical and contemporary interpretations.
The results of the research show that there is a shifting of interpretation of Surah an-Nisa' (4): 3, caused by a shifting paradigm in the epistemology of knowledge.
As a classification, classical interpretations tend to be textual without considering the meaning of the context.
Meanwhile, in the contemporary interpretations, there is anomaly such as inconsistencies between interpretation and reality, thus it leads to the construction of shifting paradigms by formulating a new methodology, from textual to interpretation with textual patterns.
]
Keywords: Shifting, Paradigm, Interpretation, an-Nisa'(4): 3, Classical, Contemporary.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
Sebuah instansi membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu dalam pengelolaan surat. Pengelolaan surat di instansi yang menggunakan manual sering terjadi kesalahan dalam penyi...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer
Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer
Tafsir modern-kontemporer memberikan angin segar bagi khazanah keilmuan tafsir Al-Qur’an. Ia berusaha untuk menyingkap makna Al-Qur’an dengan cara mengembalikan fungsi Al-Qur’an se...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Abstrak: Tafsir Al-Qur’an adalah bidang studi yang fokus pada penafsiran dan pemahaman teks suci Al-Qur’an. Salah satu konsep yang sering dibahas adalah “Ulul Albab,” yaitu orang-o...

