Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer

View through CrossRef
Tafsir Kontemporer terpengaruh adanya pemikiran moderen yang terlebih dahulu ada dalam merespon Al-Qur’an sehingga tafsir di abad kontemporer memiliki paradigma yang berbeda. Jika penafsiran klasik memiliki prinsip bahwa Al-Qur’an shalih likulli zaman wa makan, pemahaman menjadi cenderung tekstualis dan literalis. Tetapi pada Tafsir kontemporer prinsip tersebut dipahami lebih kontekstual. Metode yang digunakan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian pendekatan secara kualitatif melalui analisis deskriptif, yaitu dengan mengkaji pokok permasalahan secara rinci dan melakukan library research sebagai sumber kajian dan penelitian.Tafsir kontemporer ialah Tafsir atau penjelasan ayat Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kondisi kekinian atau saat ini‟yang tentunya berbeda dengan tafsir klasik. Kemunculan Tafsir kontemporer erat kaitannya dengan munculnya istilah pembaharuan yang dipopulerkan ulama kontemporer yang menginginkan pendekatan dan metodologi baru dalam memahami Islam. Persepsi pembaharu memandang bahwa Pemahaman Al-Qur’an yang terkesan jalan di tempat. Adapun metode yang kerap kali digunakan oleh para mufassir kontemporer adalah metode maudhu’i dan metode kontekstual.Tafsir kontemporer bersemangat mengembalikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk. paradigma tafsir kontemporer didasarkan semangat hermenetik dimana Hermeneutika adalah bidang ilmu yang membahas praktik penafsiran, metode-metode, prinsip-prinsip dan filsafat penafsiran. Az-Zahabi dalam at-Tafsir wa al-Mufassirun menjelaskan corak yang berkembang pada masa kontemporer ada lima, yaitu: corak‘ilmi, madzhabi, ilhadi, falsafi, dan adabi ijtima’i. Mufasir Indonesia Kontemporer diantaranya Muhammad Quraish Shihab dan Nadirsyah Hosen.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
Description:
Tafsir Kontemporer terpengaruh adanya pemikiran moderen yang terlebih dahulu ada dalam merespon Al-Qur’an sehingga tafsir di abad kontemporer memiliki paradigma yang berbeda.
Jika penafsiran klasik memiliki prinsip bahwa Al-Qur’an shalih likulli zaman wa makan, pemahaman menjadi cenderung tekstualis dan literalis.
Tetapi pada Tafsir kontemporer prinsip tersebut dipahami lebih kontekstual.
Metode yang digunakan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian pendekatan secara kualitatif melalui analisis deskriptif, yaitu dengan mengkaji pokok permasalahan secara rinci dan melakukan library research sebagai sumber kajian dan penelitian.
Tafsir kontemporer ialah Tafsir atau penjelasan ayat Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kondisi kekinian atau saat ini‟yang tentunya berbeda dengan tafsir klasik.
Kemunculan Tafsir kontemporer erat kaitannya dengan munculnya istilah pembaharuan yang dipopulerkan ulama kontemporer yang menginginkan pendekatan dan metodologi baru dalam memahami Islam.
Persepsi pembaharu memandang bahwa Pemahaman Al-Qur’an yang terkesan jalan di tempat.
Adapun metode yang kerap kali digunakan oleh para mufassir kontemporer adalah metode maudhu’i dan metode kontekstual.
Tafsir kontemporer bersemangat mengembalikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk.
paradigma tafsir kontemporer didasarkan semangat hermenetik dimana Hermeneutika adalah bidang ilmu yang membahas praktik penafsiran, metode-metode, prinsip-prinsip dan filsafat penafsiran.
Az-Zahabi dalam at-Tafsir wa al-Mufassirun menjelaskan corak yang berkembang pada masa kontemporer ada lima, yaitu: corak‘ilmi, madzhabi, ilhadi, falsafi, dan adabi ijtima’i.
Mufasir Indonesia Kontemporer diantaranya Muhammad Quraish Shihab dan Nadirsyah Hosen.

Related Results

Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
TAFSIR AYAT KAUNIYYAH PERSPEKTIF THANTHAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM
TAFSIR AYAT KAUNIYYAH PERSPEKTIF THANTHAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM
Tafsir ayat kauniyyah yang berbasis sains merupakan sebuah fenomena yang terjadi saat ini dalam kajian tafsir kontemporer. Keberadaannya hingga saat ini masih menjadi perdebatan di...
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
Epistemologi tafsir merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk mengungkap pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang teori ilmu pengetahuan tentang tafsir. Bagaimana sebuah karya tafs...

Back to Top